Bulog Salurkan 1.321 Ton Beras untuk Korban Gempa NTT

Bulog memastikan penyaluran bantuan beras kepada korban Gempa NTT berjalan lancar.

Diterbitkan 01 September 2026, 19:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perum Bulog telah menyalurkan 1.321.550 kg atau 1.321 ton beras kepada masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Selasa (1/9/2026).

Bulog menyalurkan bantuan tersebut kepada masyarakat di 7 kabupaten/kota terdampak, yakni Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka serta satu wilayah terdampak lainnya dalam penanganan bencana.

Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penyaluran bantuan berjalan melalui sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, Kementerian Sosial, BNPB, BPBD, dan aparat desa.

“Alhamdulillah sampai dengan hari ini penyaluran berjalan dengan baik dan lancar, hampir di seluruh tempat sudah terpenuhi kebutuhan-kebutuhan bantuan bencana,” kata Ahmad dalam konferensi pers Update Bantuan Bencana NTT di Kantor Pusat Perum Bulog, Selasa (1/9/2026).

Bulog mencatat bantuan beras yang telah disalurkan terdiri atas 881.980 kg Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk bencana alam, 101.800 kg CPPD, dan 472.900 kg bantuan pangan. Bulog juga telah menyalurkan sekitar 7.000 liter minyak goreng kepada masyarakat di wilayah terdampak.

Bulog menargetkan penyaluran CBP bencana alam mencapai 1.326.875 kg, dengan realisasi 881.980 kg atau 66,47% dari pagu yang telah disetujui.

Untuk memastikan ketersediaan bantuan, Bulog telah menggelar 46 gudang di wilayah NTT dengan kapasitas sekitar 50.400 ton. Stok beras di seluruh gudang tersebut mencapai 24.134 ton per 1 September 2026.

Bulog juga mengirim tambahan stok beras melalui mekanisme Mobilisasi Nasional (Movnas) dari sejumlah wilayah. Pengiriman dari Banten mencapai sekitar 3.000 ton dan seluruhnya telah bergerak menuju NTT.

Pengiriman dari Jawa Timur mencapai sekitar 20.996 ton dengan progres perjalanan 98%, sedangkan pengiriman dari Sulawesi Selatan dan Barat mencapai sekitar 8.550 ton dengan progres 41,52%. Bulog juga mengirim sekitar 35.250 ton dari Nusa Tenggara Barat dengan progres perjalanan 82,35%.

 

Dukung Kebutuhan Masyarakat

Ahmad mengatakan sekitar 5.424 ton bantuan telah tiba di pelabuhan dan sedang menjalani proses bongkar muat untuk selanjutnya dikirim menuju gudang Bulog di wilayah terdampak.

“Kami siap mendukung untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang ada di tempat bencana,” ujar Ahmad.

Bulog akan terus memperbarui data penyaluran bantuan setiap hari melalui posko bantuan bencana di tingkat pusat dan daerah. Sinergi antarlembaga menjadi kunci Bulog untuk mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak gempa di NTT.

Tembus Daerah Terisolasi di NTT, Bulog Kerahkan Motor Hingga Helikopter

Sebelumnya, Perum Bulog mengandalkan berbagai moda transportasi, mulai dari sepeda motor hingga helikopter, untuk memastikan distribusi logistik tetap menjangkau wilayah terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ekstrem ini diambil akibat banyaknya akses jalan yang retak dan terputus akibat tanah longsor.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa dampak gempa bumi terparah di NTT melanda wilayah utara, khususnya Kabupaten Manggarai dan Ende.

"Saudara-saudara kita di sana mengalami kendala karena akses jalan banyak yang rusak dan tertutup longsor," ungkap Ahmad Rizal dalam konferensi pers Update Penanggulangan Bencana Alam di NTT di Kantor Pusat Perum Bulog, Minggu (23/8/2026).

Menyikapi kondisi tersebut, Bulog bersinergi dengan Kemenko PMK, Kemendagri, TNI, Polri, hingga Babinsa untuk mendorong penyaluran logistik lewat jalur darat, laut, dan udara.

"Untuk jalur darat, petugas bahkan menggunakan sepeda motor karena mobil tidak bisa melintas di jalan yang retak-retak. Kami meminta bantuan TNI dan Polri menggunakan motor agar logistik sampai tepat di titik tujuan," tambah Ahmad Rizal.

Sementara untuk jalur udara, Bulog bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Armada helikopter dan pesawat perintis dikerahkan untuk menjangkau wilayah dengan landasan kecil yang terisolasi.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6