Pelabuhan Benoa Disulap Jadi Marina Internasional, 700 Kapal Ikan Direlokasi

AHY menargetkan marina internasional di Pelabuhan Benoa beroperasi penuh pada 2028 dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan Bali.

Diterbitkan 21 Juli 2026, 15:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah terus mempercepat pengembangan Pelabuhan Benoa di Denpasar, Bali, menjadi marina bertaraf internasional. Sebagai bagian dari proyek tersebut, sekitar 700 kapal ikan akan direlokasi secara bertahap ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana.

Marina yang menjadi bagian dari Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) itu ditargetkan mulai beroperasi penuh pada akhir 2028.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, penataan Pelabuhan Benoa menjadi salah satu proyek strategis untuk memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia.

Saat meninjau kawasan pengembangan BMTH di Pelabuhan Benoa, Selasa, AHY menjelaskan relokasi kapal-kapal perikanan menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembangunan marina.

"Tadi saya mendapatkan penjelasan dari Pelindo yang saat ini mengawal proses pengembangan Pelabuhan Benoa, salah satu yang harus dilakukan adalah relokasi dan penataan kapal-kapal perikanan yang ada di sebelah sana," ujar AHY dikutip dari Antara, Selasa (21/7/2026).

Menurut dia, kapal-kapal tersebut nantinya akan dipindahkan ke PPN Pengambengan di Kabupaten Jembrana. Setelah proses relokasi selesai, kawasan Pelabuhan Benoa akan ditata menjadi marina modern yang mampu melayani kapal pesiar dan kapal layar mewah dari berbagai negara.

AHY menargetkan seluruh pengembangan marina dapat selesai dan beroperasi penuh pada akhir 2028.

"Direncanakan 2028, akhir 2028 akan benar-benar operasional secara keseluruhan, namun tahapan-tahapannya dimulai dari tempat kita berdiri ini, dan nanti akan terus dilakukan penataan secara profesional dan juga memenuhi asas-asas keberlanjutan," ujarnya pula.

 

Daya Tarik Baru

Meski Pelabuhan Benoa akan bertransformasi menjadi pusat wisata bahari internasional, AHY menegaskan pembangunan tersebut tidak boleh mengesampingkan aspek lingkungan maupun budaya Bali.

Menurutnya, pengembangan kawasan harus tetap mengacu pada prinsip keberlanjutan, termasuk mematuhi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

"Kita ingin menjaga alam Bali, menjaga budaya Bali, jadi pengembangan ini juga harus benar-benar memenuhi standar keberlanjutan, kita juga harus terus mendengar apa yang menjadi aspirasi masyarakat yang ada di sini," ujar dia.

AHY optimistis Bali Maritime Tourism Hub akan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan internasional, khususnya penggemar kapal pesiar dan yacht.

"Dan mengapa tidak kalau visinya ini menjadi salah satu yang terbesar dan terbaik di Asia Tenggara, karena Indonesia sudah sepatutnya sebagai negara maritim dan negara kepulauan terbesar menjadi hub, menjadi daya tarik wisata bahari yang mendunia," kata AHY lagi.

 

Groundbreaking Agustus

Sementara itu, Kepala PPN Pengambengan, Kartono, mengatakan proses relokasi lebih dari 700 kapal ikan akan dilakukan secara bertahap mengikuti kesiapan fasilitas pelabuhan baru di Jembrana.

"Sesuai dengan rencana di akhir bulan ini kontraknya, kemudian groundbreaking ini nanti di minggu ketiga bulan Agustus, kemudian untuk memindahkan kapal yang ada di sini sesuai dengan rencana juga nanti di 2027, seiring dengan fasilitas yang terbangun sudah siap," kata dia.

Dengan jadwal tersebut, saat marina mulai beroperasi pada 2028 seluruh kapal ikan beserta kantor perusahaan perikanan ditargetkan sudah berpindah ke PPN Pengambengan.

Kartono memastikan proses sosialisasi kepada pemilik perusahaan dan nelayan telah dilakukan sejak lama. Menurutnya, para pelaku usaha perikanan menyatakan siap mengikuti relokasi karena yang dipindahkan hanya fasilitas pelabuhan, sedangkan wilayah penangkapan ikan tetap tidak berubah.

Langkah ini diharapkan menjaga keberlangsungan aktivitas perikanan sekaligus mendukung pengembangan Pelabuhan Benoa sebagai pusat wisata bahari bertaraf internasional.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6