Kampus Ini Beri Gelar Profesor Kehormatan ke Purbaya

Universitas Nankai Tiongkok memberikan gelar Profesor Kehormatan bidang ekonomi kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Diterbitkan 24 Juni 2026, 16:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menerima gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) di bidang Ekonomi dari Universitas Nankai, Tiongkok.

Gelar tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi dan kepemimpinan Menkeu dalam pengelolaan keuangan publik, pembangunan ekonomi, serta penguatan stabilitas sektor keuangan di kawasan Asia Tenggara.

Gelar Profesor Kehormatan tersebut diberikan secara langsung oleh Presiden (Rektor) Universitas Nankai, Prof. Chen Yulu. Dalam keputusan yang disampaikan, penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi Menkeu dalam mendorong kemajuan ekonomi dan keuangan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Menkeu menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan oleh Universitas Nankai. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan hanya merupakan pengakuan atas kontribusi dan capaian individu, tetapi juga mencerminkan semakin eratnya hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok, termasuk di bidang ekonomi, keuangan, dan pendidikan.

"Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh rakyat Indonesia dan insan pengelola keuangan negara yang terus bekerja menjaga stabilitas ekonomi nasional. Saya meyakini bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan para pembuat kebijakan menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks," ujar Purbaya.

Purbaya Diundang Sampaikan Kuliah Kehormatan

Dalam surat resminya, Presiden Universitas Nankai juga mengundang Menkeu untuk menyampaikan kuliah kehormatan, berdialog dengan para peneliti dan akademisi, serta menghadiri seremoni penganugerahan gelar Profesor Kehormatan yang akan diselenggarakan di kampus Universitas Nankai, Tianjin, Tiongkok.

Menkeu berharap penganugerahan tersebut dapat semakin memperkuat hubungan akademik dan kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan riset, pendidikan, dan kebijakan ekonomi yang mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6