Transformasi BUMN Mulai Terlihat, Pelindo Cetak Laba Rp 2 Triliun

Pelindo membukukan laba Rp 2,01 triliun hingga Mei 2026. Dony Oskaria menilai penguatan tata kelola menjadi kunci peningkatan kinerja BUMN.

Diterbitkan 17 Juni 2026, 21:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menilai penguatan tata kelola perusahaan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kinerja badan usaha milik negara (BUMN). PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menjadi salah satu contoh transformasi yang menunjukkan hasil positif.

Menurut Dony, hingga Mei 2026 Pelindo membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 2,01 triliun. Angka tersebut meningkat 94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi pendapatan, Pelindo mencatatkan kinerja yang juga tumbuh positif. Pada periode Januari-Mei 2026, pendapatan perusahaan mencapai Rp 15,21 triliun atau naik 11 persen secara tahunan.

“Penguatan tata kelola dan model bisnis menjadi fondasi penting agar Pelindo semakin kompetitif dan mampu mendukung konektivitas logistik nasional,” ujar Dony dalam keterangan resminya, Rabu (17/6/2026).

Untuk membahas perkembangan perusahaan, Dony memanggil Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar dan Wakil Direktur Utama Pelindo Drajat Sulistyo. Pertemuan tersebut membahas capaian kinerja perusahaan sekaligus strategi memperkuat struktur korporasi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan bisnis kepelabuhanan.

Dalam kesempatan itu, Dony juga menyoroti pengembangan model korporasi berbasis regional dan lini bisnis atau hybrid model. Pendekatan tersebut dirancang untuk menyeimbangkan kebutuhan pasar lokal dengan layanan logistik yang terintegrasi lintas wilayah.

"Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi operasional, meningkatkan kualitas layanan, mengoptimalkan pemanfaatan aset, serta menciptakan pengelolaan pelabuhan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pelanggan dan perkembangan industri logistik," ujarnya.

 

Danantara Pangkas Jumlah BUMN, Tanpa PHK Massal

Sebelumnya, Danantara mengungkapkan tengah menjalankan program transformasi besar-besaran di lingkungan BUMN melalui konsolidasi dan penyederhanaan jumlah entitas usaha.

Jumlah perusahaan yang saat ini mencapai sekitar 1.077 entitas ditargetkan menyusut menjadi sekitar 200 hingga 300 perusahaan pada 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat daya saing perusahaan pelat merah, serta mengurangi jumlah perusahaan yang terus mencatatkan kerugian.

Meski demikian, Dony memastikan proses perampingan tersebut tidak akan berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar transformasi BUMN tetap melindungi tenaga kerja yang ada.

“Pastinya Bapak Presiden tidak ingin ada PHK,” tegas Dony.

Ia menjelaskan, dari total 1.077 entitas BUMN saat ini, sekitar 52 persen perusahaan masih mencatatkan kerugian. Bahkan, total kerugian perusahaan-perusahaan tersebut mencapai sekitar Rp 20 triliun.

Karena itu, Danantara memilih strategi konsolidasi dengan menggabungkan perusahaan-perusahaan yang memiliki rantai bisnis serupa agar lebih fokus dan efisien.

Dony menegaskan seluruh pekerja akan tetap dipertahankan dan dialihkan ke entitas hasil penggabungan sehingga proses transformasi dapat berjalan tanpa mengorbankan tenaga kerja.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6