Chandra Asri Umumkan Kondisi Kahar Imbas Perang AS-Israel vs Iran

Imbas memanasnya konflik AS-Israel-Iran di Selat Hormuz, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) resmi umumkan status force majeure.

Diterbitkan 04 Maret 2026, 18:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Chandra Asri Pasific Tbk (TPIA) telah mengumumkan kondisi kahar (force majeure) imbas perang Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran. Pengumuman kahar itu telah disampaikan kepada mita usaha TPIA.

Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporat Chandra Asri Group, Suryandi menjelaskan konflik militer di kawasan Selat Hormuz, Timur Tengah, berdampak pada kelancaran distribusi bahan baku dalam rantai pasok.

"Perusahaan telah menyampaikan pemberitahuan force majeure kepada mitra usaha sesuai ketentuan kontraktual yang berlaku," kata Suryandi dalam keterangan yang diterima Liputan6.com, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, penyampaian ini merupakan langkah administratif yang dilakukan secara terukur, berdasarkan kajian menyeluruh atas potensi implikasi terhadap pemenuhan kewajiban kepada pelanggan. Serta sebagai bentuk transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan.

"Kami secara aktif memantau perkembangan situasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang terus berkembang, dan mengambil langkah antisipatif untuk memastikan ketahanan operasional di seluruh unit bisnis kami," ucapnya.

 

Kurangi Operasional

Chandra Asri Grouo juga mengambil langkah mitigasi dengan mengurangi tingkat operasional (rum rates) di pabriknya. Langkah ini juga dikoordinasikan kepada para pelanggan perusahaan.

"Sebagai mitigasi, kami akan mengurangi tingkat operasional (run rates) di pabrik kami. Kami saat ini melakukan koordinasi dengan pelanggan untuk memitigasi dampak dari hal ini," kata Suryandi.

"Dalam kondisi global yang dinamis ini, kami berkomitmen menjaga kesinambungan operasional, ketahanan bisnis serta terus mengevaluasi potensi dampak terhadap kegiatan usaha kami," imbuh dia.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6