Jurus Bos BGN Kejar Target Nol Orang Keracunan Makan Bergizi Gratis

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menuturkan, ada tiga fokus yang menjadi perhatiannya dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Diterbitkan 06 Desember 2025, 20:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menargetkan tidak ada orang lagi yang keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia pun telah menyusun sejumlah strategi untuk menjaga higienitas makanan sehingga tak berdampak buruk ke penerimanya.

Dadan tak menampik masih ada kasus keracunan MBG hingga saat ini. Namun, dia bertekad targetnya tidak akan ada lagi kasus keracunan MBG kedepannya.

"Memang masih ada yang mengalami kejadian dan itu jumlahnya harus kita tekan terus-menerus dan kita targetnya nol kejadian," kata Dadan dalam Indonesia Connect Outlook 2026, di The Hall Senayan City, SCTV Tower, Jakarta, dikutip Sabtu (6/12/2025).

Ada tiga hal utama yang menjadi perhatiannya. Pertama, mengurangi jumlah penerima dari satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG. Dengan begitu, diharapkan kualitas makanannya masih bisa terjaga.

"Sekarang kita kurangi, maksimal 3.000 itu pun kalau ada juru masak yang profesional. Kalau tidak ada juru masak yang profesional, kita minta mereka maksimal melayani 2.500 saja," jelas Dadan.

Kedua, setiap bahan baku MBG diuji dengan rapid test untuk melihat kandungan dalam makanan tersebut. Baik sebelum maupun setelah diolah. "Sehingga kita akan tahu bahan bakunya baik atau tidak, kemudian hasil masakannya apakah layak dikonsumsi atau tidak," ujarnya.

Sterilisasi Tempat Makan

Ketiga, Dadan mewajibkan setiap dapur MBG memiliki alat untuk sterilisasi food tray atau tempat makanan MBG tadi. Mengingat, jumlah food tray yang banyak dan digunakan oleh banyak orang.

Dadan menegaskan langkah sterilisasi harus dilakukan untuk memastikan foodtray lebih bersih, bahkan setelah dicuci sekalipun.

"Jadi ketika selesai digunakan mereka harus cuci dan kemudian disterilisasi dengan mekanisme penguapan udara panas dan dipanaskan dengan suhu 120 derajat selama 3 menit agar food tray itu kembali steril," kata dia.

Kualitas Air

Tidak ketinggalan, Dadan meminta seluruh Dapur MBG memasak dengan air berkualitas baik. Dia mewajibkan proses masak menggunakan air siap konsumsi atau air matang.

"Kemudian yang penting juga kualitas air dalam memasak ini penting, baik untuk masak maupun mencuci," kata dia.

"Karena di seluruh Indonesia ini kualitasnya berbeda-beda, sehingga kita memberikan instruksi agar mereka menggunakan air yang sudah tersertifikasi, baik itu air dalam kemasan maupun air isi ulang dengan peralatan-peralatan yang sudah tersertifikasi," jelas Dadan.

 

 

Badan Gizi Nasional: Pengurangan Penerima Manfaat MBG Tak Boleh Berdampak pada Relawan

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa pengurangan jumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh menjadi alasan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memecat para relawan dapur.  Pesan ini disampaikan langsung Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, dalam Koordinasi dan Evaluasi Program MBG di Cilacap, Jumat, 5 Desember 2025. 

Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan lembaga pemerintah non-kementerian yang dibentuk untuk melaksanakan pemenuhan gizi nasional di Indonesia. Program MBG sendiri merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat, mengurangi angka stunting, dan mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045. 

Program ini menargetkan siswa-siswi PAUD hingga SMA/SMK, serta ibu hamil dan menyusui. Dengan anggaran yang signifikan, BGN diharapkan mampu mengkoordinasikan program gizi secara komprehensif.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6