Danareksa Dorong Implementasi Karbon Biru di Kawasan Industri Hijau

Danareksa bersinergi dengan KKP mengembangkan kawasan industri berkelanjutan berbasis karbon biru guna capai target Net Zero Emission.

Diterbitkan 16 Oktober 2025, 21:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Danareksa (Persero) atau Holding BUMN Danareksa menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem karbon biru melalui pengelolaan kawasan industri hijau yang berkelanjutan. Inisiatif yang diusung bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini diharapkan tidak hanya mendukung mitigasi perubahan iklim, tetapi juga memberikan nilai ekonomi serta manfaat sosial bagi masyarakat sekitar kawasan industri.

Komitmen ini disampaikan Direktur Utama Holding BUMN Danareksa, Yadi Jaya Ruchandi, dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Karbon Biru dan Land Value Capture for Sustainable Coastal Development: Global Best Practices and Challenges” yang digelar KKP di Bandung, Rabu (16/10).

Forum tersebut merupakan tindak lanjut kemitraan strategis antara KKP dan Holding BUMN Danareksa dalam penyusunan kebijakan pengembangan kawasan di wilayah Pantai Utara Jawa.

Yadi menjelaskan, integrasi konsep karbon biru menjadi bagian penting dari strategi pengembangan kawasan industri berorientasi keberlanjutan, khususnya di area pesisir.

 

Konservasi dan Rehabilitasi

Holding BUMN Danareksa akan mengimplementasikan konservasi dan rehabilitasi pesisir di kawasan industri sebagai langkah konkret kolaborasi dengan KKP.

Tiga anggota holding — PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), dan PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) — akan berperan aktif dalam pelaksanaan inisiatif karbon biru di lapangan.

“Pendekatan ini diharapkan dapat mempertegas komitmen Holding BUMN Danareksa dalam mewujudkan Net Zero Emission, meningkatkan daya tarik investasi global, membuka akses green funding, serta memberdayakan masyarakat sekitar dalam kegiatan konservasi,” ungkap Yadi.

Ia juga menambahkan bahwa inisiatif ini berpotensi menjadi sumber pendapatan baru melalui carbon credit, sejalan dengan tren ekonomi hijau dunia.

 

 

Ekonomi Sirkular dan Integrasi Proyek Karbon Biru

Sebagai informasi, karbon biru adalah karbon yang tersimpan dalam ekosistem pesisir dan laut, seperti mangrove, padang lamun, dan rawa payau. Ekosistem tersebut mampu menyerap serta menyimpan karbon dioksida dalam jumlah besar, baik dari biomassa tanaman maupun sedimen laut, sehingga berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim.

Yadi menegaskan, strategi pengembangan kawasan industri Holding BUMN Danareksa ke depan akan diarahkan pada penerapan ekonomi sirkular, pemanfaatan energi terbarukan, dan integrasi proyek karbon biru dalam tata kelola kawasan.

“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi mewujudkan inisiatif karbon biru di kawasan industri, yang tak hanya ramah lingkungan tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, selaras dengan Asta Cita,” tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6