Sukses

Pos Indonesia Gaet Microsoft, Erick Thohir: Bukti BUMN Bukan Menara Gading

Liputan6.com, Jakarta Menteri BUMN Erick Thohir sambut positif kerja sama antara PT Pos Indonesia dan perusahaan teknologi Microsoft. Menurutnya itu jadi bukti kalau BUMN bukanlan menara gading yang tak bisa digapai.

Bahkan, kolaborasi ini dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara kedua perusahaan. Yakni, mengenai penguatan transformasi bisnis, khususnya di sektor digital di PT Pos Indonesia yang didukung oleh Microsoft.

"Kerja sama Microsoft dan Pos Indonesia bukti BUMN bukan menara gading, tapi apa yang kita bangun, BUMN menjadi lokomotif dengan membangun kebersamaan, menjaga potensi pertumbuhan Indonesia secara ekonomi yang tidak mudah targetnya. Itulah kenapa perlu ada peran kerja sama BUMN, swasta, dan UMKM," bebernya dalam Satu Festival Indonesia, di Pos Bloc, Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2022).

Erick juga memuji proses Pos Indonesia yang mempercantik kawasan gedung filateli yang disulap jadi pusat tongkrongan ala milenial. Baginya, ini jadi bukti keberhasilan transformasi yang dilakukan.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur Microsoft Indonesia Dharma Sinorangkir mengungkap kalau kerja sama transformasi bisnis akan dilanjutkan kedepannya. Utamanya dalam sektor digital.

"Kita membantu Pos Indonesia dalam metode digital business-nya, semuanya digital, dan mengembangkan talenta digital di PT Pos," kata dia.

Kerja sama yang dibangun selama ini antara kedua perusahaan telah terbukti membawa Pos Indonesia menjadi lebih kompetitif dengan bantuan teknologi. Mengingat lagi PT Pos Indonesia yang kini sudah berusia 272 tahun.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Perbaiki Kinerja Keuangan

Direktur Utama PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi mengungkap kalau kerja sama transformasi membuahkan hasil. Bahkan bisa berkontribusi pada perbaikan kinerja keuangan yang meningkat.

Menurut catatannya, dalam 2 tahun terakhir transformasi bisnis, Pos Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan diatas 10 persen. Dia juga optimistis akhir tahun nanti bisa mencatatkan hal yang serupa.

"Tentang 2 tahun transformasi, ini kita lakukan transformasi dan inovasi, memang ujung-ujungnya duit, 2 tahun ini sudah membaik. Profit kita tumbuh double digit di 2021, dan kita harap hingga 2022 itu naik double digit juga," ujarnya.

 

3 dari 4 halaman

Erick Thohir Minta Pos Indonesia Bangun dari Tidurnya

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan kalau PT Pos Indonesia harus bangun dari tidurnya guna membidik potensi bisnis yang ada. Ini ada kaitannya dengan arah bisnis dari BUMN logistik ini.

Erick mengisahkan kalau transformasi BUMN, khususnya Pos Indonesia dimulai sejak 2 tahun lalu. Menurutnya, ini membuahkan hasil yang ciamik.

"Saya selalu bilang, PT Pos ini punya potensi yang luar biasa, cuman harus bangun dari tidurnya, seperti banyak BUMN-BUMN lain yang sbeelumnya pun tertidur," kata dia dalam Satu Festival Indonesia, di Pos Bloc, Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2022).

Untuk diketahui, Pos Bloc merupakan aset milik Pos Indonesia yang dipercantik sedemikian rupa untuk jadi wadah bagi pada UMKM. Sehingga bisa menarik minat anak muda untuk mengembangkan kreativitasnya di tempat ini.

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran daripada PT Pos yang penugasan 2 tahun yang lalu mungkin kebanyakan merasa ini jadi tempat buangan, padahal tidak," tegasnya.

Dia juga mengapresiasi langkah Pos Indonesia untuk mengarah pada penyediaan layanan logistik berbasis paltform. Di sisi lain, adanya pengoptimalan berbagai aset yang dimiliki.

"Saya yakin kalau ini dijadikan sebuah platform dan logistic base dimana Pos punya kekuatan dan bisa berisnergi dengan tadi, private sector dan Small Medium Enterprises (UMKM) ini menyeramkan (potensi kekuatannya)," ujar dia.

 

4 dari 4 halaman

Potensi Ekonomi Digital

Lebih lanjut, Erick Thohir juga kembali menekankan pada potensi ekonomi digital kedepannya. Misalnya, ada potensi ekonomi digital Indonesia menyebtuh Rp 4.500 triliun di 2030.

Bagi dia, waktu itu tidak lama. Hanya sekitar 8 tahun lagi menuju puncak potensi ekonomi digital di tanah air. Dengan angka itu, Indonesia bakal memiliki nilai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

"Tapi ini sekadar data, kalau bobo (tidur) ya hanya bobo, ini hanya lewat, itulah kenapa saya challenge BUMN-BUMN untuk bangkit dari tidur termaus PT POS," pungkasnya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS