Sukses

Tingkatkan Literasi Keuangan Digital, ALAMI Gelar Webinar Trik Pilih Investasi Anti Bodong, Anti Bohong

Liputan6.com, Jakarta ALAMI menggelar webinar secara streaming di Vidio dengan tajuk, “Trik Pilih Investasi Anti Bodong, Anti Bohong” pada Senin (27/06/2022). Webinar ini dilakukan dalam rangka meningkatkan literasi keuangan digital dengan prinsip syariah sekaligus menghindarkan masyarakat supaya tidak terjebak dalam investasi bodong.

Webinar ini diikuti oleh berbagai macam kalangan, baik yang basic investor maupun yang sudah jadi sophisticated investor. Tampil sebagai narasumber, yaitu Muhammad Triarso CFP, WMI, selaku Head of Funding ALAMI Group dan Zee Zee Shahab, seorang public figure.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Triarso memaparkan secara lengkap mengenai investasi syariah, mulai dari konsep pengelolaan keuangan dan investasi, perbedaan antara investasi legal, bodong, dan spekulatif, tips menjadi investor yang handal, jenis investasi syariah, pilar islamic wealth management, hingga kebermanfaatan dan keunggulan pendanaan melalui peer to peer syariah.

Triarso mengungkapkan, secara prinsip, investasi syariah dan konvensional memiliki perbedaan yang cukup jelas. Karena pola investasi syariah memberikan manfaat dan rasa adil untuk semua pihak. Itu diperlihatkan dari sisi objek, proses, dan keuntungan yang didapatkan.

“Investasi syariah dan konvensional berbeda secara prinsip. Di investasi syariah, ada social  impact-nya, equity-nya jelas, bagi hasilnya adil, dan juga sistem yang dibangun transparan sedari awal. Tapi yang terpenting, ada keberkahan dan tidak riba di sana,” paparnya.

2 dari 4 halaman

Tidak Ada yang Untung Cepat

Ketika membicarakan investasi, hal yang harus digarisbawahi adalah proses. Ya, investasi bukan seperti masak mie instan yang hanya 3 menit langsung jadi, tapi butuh waktu lama dan harus menjalani proses trial and error.

Bagi Triarso, melek literasi investasi adalah satu hal yang penting untuk dipahami. Dengan memahami itu, calon investor akan lebih selektif lagi dalam memilih jenis investasi yang tepat. Ia pun memberikan tips dan trik jitu agar menjadi investor pintar menghindar dari jebakan investasi bodong.

“Investasi itu tidak ada yang untung cepat. Yang paling penting, kalau ada yang menawarkan investasi too good to be true, ini benar atau nggak. Orang itu bisa kaya, karena butuh proses dan waktu,” ujar Arso.

“Investasi yang oke, adalah imbal hasilnya itu wajar,” tambahnya.

3 dari 4 halaman

Raih Financial Freedom

Banyak keuntungan yang dapat diraih ketika kita menyisihkan sebagian aset untuk melakukan investasi. Mulai dari mendapatkan penghasilan tambahan hingga meraih financial freedom. Itu juga yang disampaikan oleh Zeze Shahab dalam webinar kali ini.

“Buat kalangan milenial dan Generasi Z, investasi itu untuk memperjuangkan financial freedom dan nggak jadi generasi sandwich,” ujarnya.

Ia juga menceritakan bagaimana dirinya hijrah dari investasi konvensional ke syariah karena keduanya memiliki perbedaan yang teramat nyata dalam prinsip investasi,.

“Kenapa hijrah? Karena biar lebih berkah, lebih tenang, menghindari riba, dan yang terpenting transparan dalam prosesnya. Biar lengkap untung dan pahala, karena dunianya dapat, akhiratnya juga,” ungkapnya.

Karena banyaknya investasi yang menekankan untung mudah dan cepat, Zeze Shahab pun mengingatkan kepada semuanya untuk lebih selektif dalam memilih instrumen investasi.

“Jangan gampang kehasut dengan hasil yang instan, kita harus lihat kredibilitasnya, apakah platform-nya terdaftar di OJK, dan yang pasti keberkahannya,” pungkas Zeze.

4 dari 4 halaman

Tips Selektif dalam Berinvestasi

Di tengah maraknya investasi yang menawarkan berbagai keuntungan, cermat dan pandai dalam memilih investasi sudah jadi keharusan. Itu dilakukan agar kamu nggak terjebak iming-iming dan mengalami kerugian akibat investasi bodong yang buat kamu jadi gagal cuan.

Salah satunya mendanai UMKM melalui ALAMI untuk menghindari investasi bodong. Dengan ragam keunggulan yang ditawarkan, pengelolaan keuangan akan jadi aman untuk dilakukan. Dalam hal ini, ALAMI fokus untuk menyalurkan pendanaan pada sektor logistik, kesehatan (alkes), pertambangan, energi, dan perikanan. Bagi ALAMI, social impact itu penting. 

“Dalam memilih proyek untuk didanai, ALAMI memiliki keunggulan dari digitalisasi end to end proses dan sangat selektif, yaitu menerapkan sistem scoring dan assesment untuk mengukur risiko pendanaan,” ungkap Arso.

“Selain projeknya jelas, investasi di ALAMI juga mudah, jika nanti ada project misalnya senilai Rp 2 miliar, dengan Rp1 juta pun bisa mendanai. Yang paling penting adalah ALAMI sangat transparan dan adil. Imbal hasil pun dapat diperoleh dalam jangka waktu 3 bulan, tergantung dari jangka waktu pembiayaan penerima pendanaan (beneficiaries),” tambahnya.

Terlepas dalam kerangka proses bisnisnya yang syariah, pengguna ALAMI universal, di mana semua kalangan bisa mendanai di sini. 

“Bahkan ada voice of customer, investor kita non muslim, menurutnya, dengan konsep syariah, investasinya adil dalam berbagi hasil dan transparan,” ujar Arso.

Dari sisi aplikasi, Zeze Shahab juga memberikan testimoninya saat pertama kali mengunggah aplikasi ALAMI. Baginya, aplikasi ALAMI sangat user friendly.

“Pertama kali download aplikasi ALAMI, user friendly, sangat user experience, dan mudah digunakan,” ujar Zeze.

Yuk, mulai mendalami instrumen investasi di lingkungan kita! Investasi itu harus dilakukan sejak dini lho. Eksplor dan coba mulai belajar investasi dengan pakai aplikasi ALAMI, unggah di App Store atau Play Store. Eits, masih ada promo lho! Program voucher senilai 250 ribu untuk investasi pertama di Alami Sharia hingga 31 Juli 2022. Tunggu apa lagi?

 

(*)