Liputan6.com, Jakarta - Mengelola data siswa pada awal tahun ajaran baru menjadi tugas yang perlu perhatian bagi operator madrasah. Proses cara menaikkan siswa di EMIS tahun ajaran baru merupakan langkah yang sangat diperlukan untuk memastikan kelancaran administrasi pendidikan. Pemahaman yang sesuai mengenai prosedur ini membantu operator menghindari kesalahan data. Kesalahan tersebut dapat berdampak pada berbagai program pendidikan yang berjalan.
Setiap tahun, operator madrasah menghadapi tantangan dalam pembaruan data siswa. Ketepatan dalam melakukan kenaikan kelas di EMIS menentukan validitas informasi yang dilaporkan kepada Kementerian Agama. Data yang sesuai mendukung perencanaan program dan alokasi bantuan pendidikan. Oleh karena itu, operator perlu memahami setiap langkah dengan seksama.
Berikut cara menaikkan siswa di EMIS tahun ajaran baru 2026, yang dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (3/7/2026).
Advertisement
Apa Itu EMIS?
Education Management Information System (EMIS) adalah aplikasi yang dikelola oleh Kementerian Agama (Kemenag) untuk pendataan lembaga pendidikan Islam. Sistem ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, seperti madrasah, pondok pesantren, hingga perguruan tinggi keagamaan. EMIS mengelola data penting seperti data lembaga pendidikan, data tenaga pendidik dan kependidikan, data peserta didik, serta data sarana dan prasarana yang tersedia.
EMIS telah mengalami pembaruan dan pengembangan menjadi EMIS 4.0. Pembaruan ini bertujuan menghadirkan sistem yang dapat memberikan layanan yang lebih baik dan dapat diandalkan dengan dukungan teknologi terbaru. EMIS 4.0 dirancang ulang dengan teknologi modern berbasis cloud dan arsitektur microservices. Hal ini memastikan pendataan pendidikan keagamaan dikelola secara sesuai, terbuka, dan dalam waktu nyata.
Sebagai gerbang data pendidikan Kementerian Agama, EMIS menjadi landasan penting dalam pengambilan keputusan. Sistem ini mengintegrasikan informasi dari semua layanan pendidikan di setiap unit eselon 1 Kemenag ke dalam satu sistem informasi tunggal. Integrasi ini mendukung kebutuhan perencanaan dan pengambilan kebijakan di bidang pendidikan yang ada.
Advertisement
Cara Menaikkan Siswa di EMIS Tahun Ajaran Baru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111006/original/016600300_1783051075-luke-lung-bRRAbp7SoD8-unsplash.jpg)
Proses menaikkan siswa di EMIS merupakan tahapan yang perlu dilakukan operator madrasah setiap tahun ajaran baru. Kenaikan kelas ini memastikan data akademik siswa tetap terbarui. Jika proses ini belum dilakukan, status siswa pada sistem akan tetap tertulis "Belum Teridentifikasi". Hal ini membuat data tingkat dan rombongan belajar tidak dapat diperbarui.
Berikut langkah-langkah untuk menaikkan siswa di EMIS 4.0:
- Login ke Dashboard EMIS. Gunakan akun lembaga masing-masing untuk mengakses sistem EMIS.
- Akses Menu Kenaikan Kelas. Setelah berhasil login, navigasikan ke menu "Siswa", lalu pilih "Akademik", dan klik "Kenaikan Kelas".
- Pilih Status "Belum Diproses". Klik tombol "Belum Diproses" untuk menampilkan daftar siswa yang belum dinaikkan kelasnya.
- Pilih Rombongan Belajar. Klik "Rombel" untuk memilih rombongan belajar dari siswa yang akan dinaikkan kelasnya.
- Centang Siswa yang Akan Dinaikkan. Klik kotak "Select All" untuk memilih semua siswa dalam rombongan belajar tersebut. Pastikan semua nama siswa tercentang.
- Kecualikan Siswa yang Tidak Naik Kelas. Jika ada siswa yang tidak naik kelas, hilangkan tanda centang di depan nama siswa tersebut.
- Konfirmasi Kenaikan Kelas. Klik tombol "Naik Kelas". Akan muncul kotak notifikasi konfirmasi jumlah siswa yang naik kelas dan siswa yang mengulang. Klik "Ya" untuk melanjutkan.
- Verifikasi Proses Kenaikan Kelas. Setelah proses selesai, akan muncul notifikasi "Data kenaikan kelas berhasil disimpan". Klik "Tutup".
- Periksa Hasil Kenaikan Kelas. Hasil kenaikan kelas dapat diperiksa pada bagian "Sudah Diproses". Di bagian ini, operator juga dapat membatalkan kenaikan kelas siswa jika diperlukan dengan mengklik tombol "Batalkan".
- Ulangi Proses untuk Rombongan Belajar Lain. Ulangi langkah-langkah ini untuk menaikkan siswa di rombongan belajar lainnya.
Penting untuk diingat bahwa proses menaikkan kelas siswa sebaiknya dilaksanakan setelah meluluskan siswa tingkat akhir dan sebelum memasukkan siswa baru. Setelah kenaikan kelas berhasil, tahapan berikutnya adalah memasukkan siswa ke rombongan belajar masing-masing.
Fungsi dan Tujuan EMIS
EMIS memiliki fungsi utama sebagai sistem manajemen data pendidikan Islam yang menunjang proses perencanaan dan pengambilan kebijakan program pendidikan. Sistem ini dirancang untuk mengatur data dan informasi skala besar agar dapat dibaca, dikelola, dianalisis, dan disajikan. Data-data tersebut akan menjadi bahan pertimbangan Kemenag untuk mengambil keputusan, menyusun aturan baru, dan membuat layanan yang dibutuhkan.
Tujuan pengembangan EMIS di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam adalah menyediakan data dan informasi yang diperlukan dalam perumusan kebijakan. Ini mencakup perencanaan penyelenggaraan pendidikan, pengembangan proyek, penyusunan anggaran, dan pengambilan keputusan. EMIS memperkuat kemampuan untuk merencanakan, mengatur, dan mengawasi alur informasi antar instansi yang saling berhubungan.
Selain itu, EMIS digunakan sebagai penunjang kegiatan fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Sistem ini mendukung tercapainya tujuan dan fungsi operasional dalam organisasi pendidikan. Dengan demikian, organisasi pendidikan menjadi terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Advertisement
Apa Manfaat EMIS?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111007/original/030404800_1783051075-michael-dolejs-FRdEUCB3DEU-unsplash.jpg)
EMIS memberikan berbagai manfaat bagi lembaga pendidikan dan Kementerian Agama. Salah satu manfaat utama adalah penyediaan data yang sesuai dan terbaru. Data ini menjadi dasar penting untuk perencanaan program dan alokasi sumber daya yang ada. Pelaporan EMIS yang tepat menciptakan sistem pengelolaan data yang maksimal dan terstruktur.
Bagi peserta didik, data EMIS menjadi acuan penyaluran bantuan pemerintah, seperti Program Indonesia Pintar (PIP). Selain itu, data siswa yang terdaftar di EMIS dapat digunakan untuk menunjang proses seleksi jenjang pendidikan berikutnya melalui jalur prestasi dalam program PPDB atau SNBP. Ini memberikan kesempatan lebih luas bagi siswa.
Pertanyaan dan Jawaban seputar Cara Menaikkan Siswa di EMIS
1. Apa itu EMIS Kemenag?Â
EMIS Kemenag adalah singkatan dari Education Management Information System, yaitu sistem pendataan pendidikan yang dikelola oleh Kementerian Agama untuk mendukung perencanaan dan pengambilan kebijakan di bidang pendidikan Islam.
2. Mengapa penting menaikkan siswa di EMIS setiap tahun ajaran baru?Â
Penting untuk menaikkan siswa di EMIS agar data akademik siswa tetap terbarui dan valid. Jika tidak dilakukan, status siswa akan "Belum Teridentifikasi", menghambat pembaruan data tingkat dan rombongan belajar.
3. Apa yang harus dilakukan jika ada siswa yang tidak naik kelas di EMIS?
Jika ada siswa yang tidak naik kelas, operator cukup menghilangkan tanda centang di depan nama siswa tersebut saat proses kenaikan kelas di EMIS.
4. Bisakah membatalkan proses kenaikan kelas siswa di EMIS?Â
Ya, setelah proses kenaikan kelas selesai, operator dapat membatalkan status kenaikan kelas siswa tertentu melalui bagian "Sudah Diproses" di menu kenaikan kelas.
5. Apa dampak jika data siswa di EMIS tidak akurat atau tidak diperbarui?Â
Data siswa yang tidak akurat atau tidak diperbarui dapat berdampak pada validitas data lembaga, menghambat proses administrasi, dan memengaruhi penyaluran bantuan pemerintah seperti Program Indonesia Pintar (PIP).
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111005/original/005129600_1783051075-burst-kUqqaRjJuw0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8706226/original/084990600_1782782102-mahrez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342603/original/068582000_1757396190-AP25248015186096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102315/original/016806000_1783041300-063_2284404120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102311/original/030973200_1783041297-063_2284405483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8719469/original/057084600_1782813091-wARz8UddbJpu0ysXfvWri8uPZ4KW26Y9Bmvx8oqp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8719468/original/007096900_1782813089-Gti7cXuG9Xkv2bTfX2hVAyWzHK05HXrYn5DYFYJq.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8719476/original/083226800_1782813097-anMI8sx6a3A6XWuOJAIxGQZ5cqo2Nl9D92iU3Jyd.jpg)