Liputan6.com, Jakarta Bulan Juli dalam tradisi Gereja Katolik didedikasikan untuk menghormati Darah Mulia Yesus Kristus. Kalender liturgi bulan Juli menjadi panduan utama bagi umat Katolik dalam menjalani kehidupan iman sepanjang bulan ini, memuat jadwal perayaan, bacaan Kitab Suci, serta warna liturgi yang digunakan dalam setiap misa.
Seluruh bulan Juli berada dalam musim liturgi Masa Biasa, yang diwakili oleh warna liturgi hijau. Meski demikian, kalender liturgi bulan Juli juga dipenuhi sejumlah pesta dan peringatan wajib santo-santa penting yang menghadirkan variasi warna merah dan putih di altar gereja.
Gereja Kudus merayakan karya penyelamatan Kristus pada hari-hari yang ditetapkan sepanjang tahun dengan pengenangan suci, dan setiap pekan pada hari yang disebut Hari Tuhan, Gereja memperingati Kebangkitan Tuhan. Bulan Juli sendiri dipenuhi berbagai hari raya Katolik dan santo-santa yang layak dirayakan, mulai dari para rasul hingga para mistikus.
Advertisement
Apa Itu Kalender Liturgi dan Perannya bagi Umat Katolik
Kalender Umum Romawi (General Roman Calendar) adalah kalender liturgi dalam Ritus Romawi Gereja Katolik yang menunjukkan tanggal perayaan para santo dan misteri Yesus Kristus. Kalender ini menjadi acuan resmi yang mengatur seluruh siklus perayaan iman sepanjang tahun, sehingga umat di seluruh dunia merayakan hari-hari kudus secara seragam dan terstruktur.
Tahun liturgi Gereja Katolik menggabungkan dua siklus perayaan. Siklus pertama disebut Proper of Time atau Temporale, yang berkaitan dengan tanggal Paskah yang bergerak dan tanggal Natal yang tetap. Siklus kedua dikaitkan dengan tanggal kalender tetap dan disebut Proper of Saints atau Sanctorale. Kedua siklus ini saling melengkapi untuk membentuk tahun liturgi yang utuh dan bermakna bagi umat beriman.
Tahun liturgi terdiri dari siklus musiman dan siklus para kudus, yang masing-masing disebut Proper of Time dan Proper of Saints. Para santo dan perayaan lainnya dibedakan berdasarkan tingkat kepentingannya: masing-masing merupakan Hari Raya (Solemnity), Pesta (Feast), atau Peringatan (Memorial). Pemahaman ini penting agar umat mengetahui bobot setiap perayaan yang tercantum dalam kalender liturgi bulan Juli maupun bulan-bulan lainnya.
Baca juga: Kalender Liturgi Juni 2026 Lengkap, Hari Raya, Bacaan Misa, dan Maknanya dalam Katolik
Advertisement
Kalender Liturgi Bulan Juli 2026: Daftar Perayaan Lengkap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110978/original/040972700_1783048697-grant-whitty-nbSTmhtg7p0-unsplash.jpg)
Berikut adalah susunan lengkap kalender liturgi bulan Juli 2026 yang disusun berdasarkan referensi dari situs imankatolik.or.id dan GCatholic. Tahun liturgi 2026 mengikuti Tahun A/II, dengan bacaan Injil hari Minggu diambil dari Injil Matius.
- 1 Juli - Hari Biasa Pekan XIII. Bacaan: Am 5:14-15.21-24; Mzm 50:7.8-9.10-11.12-13.16bc-17; Mat 8:28-34. Warna Liturgi: Hijau.
- 2 Juli - Hari Biasa Pekan XIII. Bacaan: Am 7:10-17; Mzm. 19:8,9,10,11; Mat 9:1-8. Warna Liturgi: Hijau.
- 3 Juli - Pesta Santo Thomas, Rasul. Bacaan: Ef 2:19-22; Mzm 117:1,2; Yoh 20:24-29. Warna Liturgi: Merah.
- 4 Juli - Santa Elisabeth dari Portugal. Bacaan: Am 9:11-15; Mzm. 85:9,11-12,13-14; Mat 9:14-17. Warna Liturgi: Hijau.
- 5 Juli - Hari Minggu Biasa XIV. Bacaan: Za 9:9-10; Mazmur Tanggapan Mzm. 145:1-2.8-9.10-11.13cd-14; Rm 8:9,11-13; Mat 11:25-30. Warna Liturgi: Hijau.
- 6 Juli - Santa Maria Goretti. Bacaan: Hos 2:13.14b-15.18-19; Mzm. 145:2-3,4-5,6-7,8-9; Mat 9:18-26. Warna Liturgi: Hijau.
- 7-10 Juli - Hari Biasa Pekan XIV. Warna Liturgi: Hijau.
- 11 Juli - Perayaan Wajib Santo Benediktus. Bacaan: Hos 11:1-4.8c-9; Mzm 80:2ac.3b.15-16; Mat 10:7-15. Warna Liturgi: Putih.
- 12 Juli - Hari Minggu Biasa XV. Bacaan: Yes 55:10-11; Mzm. 65:10abcd,10e-11,12-13,14; Rm 8:18-23; Mat 13:1-23. Warna Liturgi: Hijau.
- 15 Juli - Perayaan Wajib Santo Bonaventura. Bacaan: Yes 10:5-7.13-16; Mzm 94:5-6.7-8.9-10.14-15; Mat 11:25-27 Warna Liturgi: Putih.
- 16 Juli - Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel. Bacaan: Yes 26:7-9.12.16-19; Mzm 102:13-14ab.15.16-18.19-21; Mat 11:28-30. Warna Liturgi: Hijau.
- 19 Juli - Hari Minggu Biasa XVI. Bacaan: Keb 12:13,16-19; Mzm. 86:5-6,9-10,15-16a; Rm 8:26-27; Mat 13:24-43. Warna Liturgi: Hijau.
- 22 Juli - Pesta Santa Maria Magdalena. Bacaan: Kid. 3:1-4a atau 2Kor 5:14-17; Mzm. 63:2,3-4,5-6,8-9; Yoh. 20:1,11-18. Warna Liturgi: Putih.
- 25 Juli - Pesta Santo Yakobus, Rasul. Bacaan: 2Kor. 4:7-15; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6; Mat. 20:20-28. Warna Liturgi: Merah.
- 26 Juli - Hari Minggu Biasa XVII. Bacaan: 1Raj. 3:5,7-12; Mzm. 119:57,72,76-77,127-128,129-130; Rm 8:28-30; Mat 13:44-52. Warna Liturgi: Hijau.
- 29 Juli - Perayaan Wajib Santa Marta, Maria dan Lazarus. Bacaan: 1Yoh 4:7-16; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7, 8-9,10-11; Yoh 11:19-27 atau Luk 10:38-42. Warna Liturgi: Putih.
- 31 Juli - Perayaan Wajib Santo Ignasius dari Loyola. Bacaan: Yer 26:1-9; Mzm 69:5.8-10.14; Mat 13:54-58; Mat 13:54-58. Warna Liturgi: Putih.
Baca juga: Warna Liturgi Katolik dan Makna Mendalam di Baliknya
Bulan Juli sebagai Bulan Devosi Darah Mulia Yesus Kristus
Bulan Juli dalam kalender liturgi Katolik didedikasikan untuk Darah Mulia Yesus. Pesta Darah Mulia Tuhan ditetapkan pada tahun 1849 oleh Paus Pius IX, meskipun devosi ini telah ada sejak awal kekristenan. Penghormatan terhadap Darah Kristus yang tercurah di kayu salib menjadi tema spiritual yang meresapi seluruh bulan ini bagi umat beriman di seluruh dunia.
Meskipun umat Katolik selalu menghormati pengorbanan Kristus, fokus khusus terhadap Darah Mulia semakin menguat pada abad ke-19. Paus Pius IX secara resmi menyetujui devosi ini pada tahun 1849, dan kemudian Paus Pius X menetapkan Juli sebagai bulan khusus untuk devosi tersebut. Paus Pius X menetapkan tanggal 1 Juli sebagai tanggal tetap perayaan ini.
Darah yang mengalir melalui pembuluh darah Kristus merupakan bagian dari Kemanusiaan Kudus yang dimungkinkan oleh keibuan Maria, yang orang tuanya - Santo Yoakim dan Santa Anna - dihormati pada bulan ini (26 Juli). Devosi terhadap Darah Mulia menyebar luas melalui doa, khotbah, dan karya Beato Gaspar del Bufalo, seorang imam Roma abad ke-19 dan pendiri Misionaris Darah Mulia.
Setelah Konsili Vatikan II, pesta ini dihapus dari kalender universal, tetapi Misa votif untuk menghormati Darah Mulia tetap ditetapkan dan dapat dirayakan pada bulan Juli. Beberapa keuskupan, terutama di Eropa, masih merayakan hari pesta 1 Juli. Karena alasan-alasan inilah seluruh bulan Juli secara tradisional didedikasikan untuk Darah Mulia.
Baca juga: Vigili Paskah Artinya Ibadah Malam Paskah untuk Menantikan Kebangkitan Yesus
Advertisement
Pesta dan Peringatan Penting dalam Kalender Liturgi Juli 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110979/original/073435200_1783048698-pexels-mart-production-7219530.jpg)
Bulan Juli dipenuhi dengan pesta-pesta penting yang mewarnai perjalanan iman umat Katolik. Setiap perayaan memiliki tingkatan berbeda dalam hierarki liturgi, dan memahami hal ini membantu umat lebih menghayati makna setiap misa yang diikuti. Para santo dan perayaan lainnya dibedakan sesuai tingkat kepentingannya: masing-masing merupakan Hari Raya, Pesta, atau Peringatan.
- Pesta Santo Thomas Rasul (3 Juli). Dikenal sebagai "Thomas yang Meragukan" karena ia tidak percaya akan kebangkitan dan meminta bukti fisik. Pesta ini menghormati murid yang menaruh tangannya ke luka Yesus lalu menyatakan-Nya sebagai Tuhan dan Allah. Warna liturgi merah digunakan karena ia adalah seorang rasul dan martir.
- Santa Maria Goretti (6 Juli). Pesta ini memperingati kehidupan singkat Maria Goretti, yang menderita kemartiran dan menumpahkan darahnya demi iman pada usia 11 tahun.
- Perayaan Wajib Santo Benediktus (11 Juli). Santo Benediktus dikenal sebagai pendiri Ordo Benediktin dan pelindung para pelajar dan Eropa. Perayaan ini menggunakan warna liturgi putih karena ia adalah seorang pengaku iman, bukan martir.
- Perayaan Wajib Santo Bonaventura (15 Juli). Santo Bonaventura berasal dari Latium, seorang Fransiskan, filsuf, dan penulis. Ia dikenal sebagai Pujangga Gereja yang memberikan sumbangan besar bagi teologi Katolik.
- Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel (16 Juli). Bunda Maria yang Terberkati menampakkan diri kepada Santo Simon Stock, menggenggam skapulir di tangan, dan mengarahkannya untuk mendirikan suatu Persaudaraan yang anggotanya mengenakan skapulir ini.
- Pesta Santa Maria Magdalena (22 Juli). Perayaan ini ditingkatkan pada tahun 2016 menjadi Pesta, mengakui perannya yang kunci dalam sejarah keselamatan. Pesta ini menghormati wanita yang cintanya kepada Kristus begitu besar sehingga ia meninggalkan segalanya untuk mengikuti-Nya dalam sengsara-Nya.
- Pesta Santo Yakobus Rasul (25 Juli). Salah satu sahabat terdekat Yesus, Santo Yakobus merupakan bagian dari lingkaran dalam bersama Petrus dan Yohanes. Ia adalah rasul pertama yang menjadi martir, dan jenazahnya dikatakan bersemayam di Santiago de Compostela, Spanyol.
- Peringatan Wajib Santo Yoakim dan Santa Anna (26 Juli). Sebagai orang tua Santa Perawan Maria, keduanya memiliki peran istimewa dalam rencana keselamatan Allah. Peringatan ini juga bertepatan dengan Hari Orangtua, Kakek dan Nenek Sedunia pada tahun 2026.
- Perayaan Wajib Santo Ignasius dari Loyola (31 Juli). Pendiri Serikat Yesus (Yesuit), Santo Ignasius adalah seorang tentara yang bertobat menjadi santo dan membawa disiplin militer ke dalam kehidupan spiritual. Latihan Rohani-nya terus membimbing orang melalui retret, penegasan panggilan, dan doa. Motonya: "Ad Majorem Dei Gloriam" - Demi Kemuliaan Allah yang Lebih Besar.
Baca juga: Kamis Putih Jadi Pengingat Umat Kristen tentang Pengorbanan Yesus
Baca juga: Jadwal Misa Kenaikan Yesus Kristus 2026 di Surabaya Lengkap
Warna Liturgi yang Digunakan di Bulan Juli dan Maknanya
Warna liturgi memainkan peran yang sangat penting dalam Gereja Katolik, berfungsi bukan hanya sebagai elemen estetika tetapi terutama sebagai pembawa simbolisme yang mendalam. Setiap warna berkaitan erat dengan periode tertentu dalam tahun liturgi, hari raya, atau para santo yang diperingati. Memahami makna warna busana liturgi memungkinkan penghayatan Misa Kudus dan ibadat-ibadat lainnya secara lebih penuh.
Dalam kalender liturgi bulan Juli 2026, terdapat empat warna utama yang muncul. Berikut penjelasan masing-masing warna beserta waktu penggunaannya selama bulan Juli:
- Hijau - Warna dominan sepanjang bulan Juli. Warna hijau melambangkan harapan, ketekunan, kedamaian, dan kehidupan kekal. Ini adalah warna Masa Biasa, yang merupakan bagian terpanjang dari tahun liturgi. Busana hijau merupakan simbol pertumbuhan spiritual, harapan keselamatan, dan kehidupan dalam Kristus.
- Merah - Digunakan pada Pesta Santo Thomas Rasul (3 Juli) dan Pesta Santo Yakobus Rasul (25 Juli). Warna merah merujuk pada darah yang ditumpahkan para martir demi iman, serta api Roh Kudus. Warna ini melambangkan cinta, pengorbanan, dan semangat.
- Putih - Digunakan pada perayaan Santo Benediktus (11 Juli), Pesta Santa Maria Magdalena (22 Juli), Peringatan Santo Yoakim dan Anna (26 Juli), Perayaan Santa Marta, Maria dan Lazarus (29 Juli), serta Perayaan Santo Ignasius dari Loyola (31 Juli). Warna putih adalah simbol kemurnian, kepolosan, sukacita, terang, dan kemuliaan.
- Ungu - Jarang muncul di bulan Juli, tetapi mungkin digunakan pada misa-misa tertentu. Ungu melambangkan pertobatan dan penebusan dosa, biasanya digunakan pada musim Adven dan Prapaskah.
Orang pertama yang menyistematiskan skema warna Katolik Roma adalah Paus Innosensius III, paus dari tahun 1198 hingga 1216, yang menetapkan empat warna liturgi: putih, merah, hitam, dan hijau. Enam warna liturgi yang berlaku saat ini, termasuk merah muda dan ungu, dikodifikasi pada tahun 1570 dengan dikeluarkannya Misale Romawi setelah Konsili Trente.
Baca juga: Contoh Jadwal Misa Kenaikan Yesus Kristus 2026: Estimasi Waktu dan Tips Persiapannya
Baca juga: Jadwal Misa Kenaikan Yesus Kristus 2026 di Katedral Jakarta
Advertisement
Cara Mengikuti dan Menghayati Kalender Liturgi Juli dengan Bermakna
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110980/original/061627700_1783048699-pexels-masbet-1529344.jpg)
Menghayati kalender liturgi bulan Juli bukan sekadar membaca jadwal perayaan, tetapi juga menjadikan setiap perayaan sebagai sarana pendalaman iman. Tahun liturgi Katolik dimulai dengan hari pertama Masa Adven setiap tahun. Di bulan Juli, umat sudah berada di pertengahan Masa Biasa yang merupakan kesempatan emas untuk pertumbuhan rohani secara konsisten.
Pengaturan setiap tahun liturgi diatur oleh Gereja dan pada akhirnya diintegrasikan ke dalam suatu kalender liturgi. Untuk mengikuti kalender liturgi Juli dengan tepat, umat dapat mengunduh atau mencetak kalender resmi dari Komisi Liturgi KWI, mengakses situs imankatolik.or.id, atau memanfaatkan aplikasi kalender liturgi digital yang tersedia untuk berbagai perangkat. Mereka yang merayakan liturgi harus berkonsultasi dengan publikasi tahunan terkini, yang dikenal sebagai "Ordo", untuk negara atau kongregasi religius mereka.
Saat kita menikmati sinar matahari Juli ini, mari kita juga menyerap inspirasi dari para pria dan wanita kudus ini. Mereka datang dari zaman, budaya, dan latar kehidupan yang berbeda, namun mereka semua mengarahkan hidup mereka kepada Kristus. Umat dapat memilih satu santo dari bulan Juli untuk dipelajari lebih dalam, memohon syafaat mereka, atau membagikan kisah hidup mereka kepada sesama.
Menetapkan Juli sebagai bulan yang didedikasikan untuk Darah Mulia memberi umat beriman suatu periode khusus untuk memperdalam devosi terhadap pengorbanan Yesus dan merenungkan kuasa keselamatan dari Darah-Nya. Ini menawarkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam doa-doa khusus, liturgi, dan praktik devosional yang berpusat pada Darah Mulia.
Baca juga: Jadwal Misa Kenaikan Yesus Kristus 2026 di Yogyakarta, Panduan Lengkap
Baca juga: Jadwal Misa Kenaikan Yesus Kristus 2026 di Kupang dan Flores
Baca juga: Jadwal Misa Kenaikan Yesus Kristus 2026 di Yogyakarta
Baca juga: Jadwal Misa Kenaikan Yesus Kristus 2026 di Pontianak
Baca juga: Misa Malam Natal Jam Berapa? Ini Jadwal Lengkap di Beberapa Kota
Baca juga: Jadwal Misa Kenaikan Yesus Kristus 2026 di Makassar
Kalender liturgi bulan Juli 2026 merupakan panduan spiritual yang kaya bagi setiap umat Katolik. Dengan memahami setiap perayaan, bacaan, dan warna liturgi yang menyertainya, umat dapat menghayati iman secara lebih mendalam dan bermakna sepanjang bulan ini. Momen-momen kudus dalam kalender liturgi Juli - dari devosi Darah Mulia Yesus hingga teladan hidup para santo dan santa - menjadi undangan bagi umat untuk terus bertumbuh dalam kasih dan pengharapan akan keselamatan kekal.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kalender Liturgi Bulan Juli
Apa devosi khusus yang ditetapkan Gereja Katolik untuk bulan Juli?
Bulan Juli didedikasikan untuk Darah Mulia Yesus Kristus. Devosi ini mengajak umat untuk merenungkan pengorbanan Kristus yang mencurahkan darah-Nya di kayu salib demi penebusan dosa seluruh umat manusia. Umat dapat menghayati devosi ini melalui doa Litani Darah Mulia, adorasi Ekaristi, dan refleksi pribadi tentang sengsara Kristus.
Mengapa warna liturgi yang dominan di bulan Juli adalah hijau?
Seluruh bulan Juli berada dalam musim liturgi Masa Biasa, yang diwakili oleh warna liturgi hijau. Simbol harapan ini adalah warna benih yang bertunas dan membangkitkan dalam diri umat beriman harapan untuk menuai panen abadi di surga, terutama harapan akan kebangkitan yang mulia. Meski hijau mendominasi, warna merah dan putih tetap digunakan pada pesta-pesta tertentu seperti perayaan para rasul dan para kudus.
Apa saja pesta penting yang dirayakan dalam kalender liturgi bulan Juli?
Beberapa pesta penting di bulan Juli antara lain Pesta Santo Thomas Rasul (3 Juli), Perayaan Wajib Santo Benediktus (11 Juli), Perayaan Wajib Santo Bonaventura (15 Juli), Pesta Santa Maria Magdalena (22 Juli), Pesta Santo Yakobus Rasul (25 Juli), Peringatan Santo Yoakim dan Santa Anna (26 Juli), serta Perayaan Wajib Santo Ignasius dari Loyola (31 Juli). Bulan Juli dipenuhi dengan berbagai hari raya Katolik dan santo-santa yang luar biasa untuk dirayakan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110977/original/002609100_1783048696-josh-applegate-g0WjhnQRTa8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111027/original/077801500_1783052609-AP26183730218725.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111051/original/091108400_1783054834-063_2284419230.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8706226/original/084990600_1782782102-mahrez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342603/original/068582000_1757396190-AP25248015186096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102315/original/016806000_1783041300-063_2284404120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102311/original/030973200_1783041297-063_2284405483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8719476/original/083226800_1782813097-anMI8sx6a3A6XWuOJAIxGQZ5cqo2Nl9D92iU3Jyd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110943/original/021565400_1783046870-Cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9109764/original/002932100_1783045390-Inspirasi_Dapur_Belakang_dengan_Ventilasi_Roster_Sepanjang_Dinding_sebagai_Solusi_Tanpa_Bau_dan_Lembap.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110668/original/082277800_1783046018-HL_kebun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9109538/original/005392500_1783045244-1272387300218187208.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5514956/original/070238300_1772136827-unnamed__87_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9105403/original/035359600_1783042738-r.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9104396/original/064232800_1783042254-Model_Pergola_Bambu_yang_Cocok_untuk_Rumah_Pedesaan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8930382/original/023415900_1782960114-Gemini_Generated_Image_kpeau8kpeau8kpea.jpg)