Kalender Jawa Bulan Juli 2026 Lengkap dengan Weton, Neptu, dan Penanggalan Hijriah

Kalender Jawa bulan Juli 2026 lengkap dengan weton, neptu, pasaran, dan penanggalan Hijriah. Mencakup transisi bulan Sura ke Sapar 1960.

Diterbitkan 03 Juli 2026, 08:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Awal pergantian bulan ke Juli 2026, informasi kalender Jawa kembali banyak dicari masyarakat, terutama untuk mengetahui weton, pasaran, dan nilai neptu setiap harinya. Kalender Jawa bulan Juli menjadi panduan penting bagi mereka yang masih memegang tradisi leluhur dalam merencanakan berbagai kegiatan.

Dalam kalender Jawa, Juli 2026 mencakup dua bulan, yakni akhir bulan Sura 1960 Jawa dan awal bulan Sapar 1960 Jawa. Transisi ini membawa makna tersendiri bagi masyarakat yang memahami warisan penanggalan tradisional Jawa secara mendalam.

Mengacu pada Islamic Finder yang dikeluarkan oleh kemenag.go.id, kalender Jawa bulan Juli 2026 dimulai dari 15 Sura dan berakhir pada 15 Sapar 1960. Memahami rincian weton, neptu, dan padanan Hijriah setiap tanggal akan sangat membantu dalam merencanakan acara penting sepanjang bulan. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Jumat (3/7/2026). 

Pengertian Kalender Jawa dan Sistem Penanggalannya

Kalender Jawa atau Pananggalan Jawa merupakan sistem penanggalan yang digunakan masyarakat Jawa untuk keperluan budaya, spiritual, dan ritual. Sistem kalender Jawa yang digunakan saat ini diresmikan oleh Sultan Agung dari Mataram pada tahun 1633 Masehi. Sebelumnya, masyarakat Jawa menggunakan kalender Saka yang berasal dari tahun 78 Masehi dan menggunakan siklus lunisolar. Sultan Agung mempertahankan sistem penghitungan tahun kalender Saka, tetapi mengubahnya dengan menggunakan sistem pengukuran tahun lunar seperti kalender Islam.

Keunikan utama kalender ini terletak pada penggunaan beberapa siklus waktu yang saling tumpang tindih. Sistem asli Jawa mengelompokkan hari ke dalam siklus lima hari yang disebut pasaran. Nama pasaran berasal dari kata dasar "pasar." Secara historis, dan masih berlangsung hingga kini, masyarakat desa Jawa berkumpul di pasar lokal untuk bersosialisasi, berdagang, serta menjual hasil tani dan kerajinan rumah tangga.

Sebagaimana dikutip dari Gateway of Java, Sultan Agung menginginkan sebuah sistem yang menghormati keyakinan Islam sekaligus menjunjung tradisi Jawa, mendorong masyarakat untuk hidup harmonis satu sama lain, dengan alam, dan alam semesta. Sistem penanggalan ini kemudian menjadi pedoman dalam upacara keagamaan, pertanian, hingga perhitungan hari kelahiran dalam budaya Jawa.

Berdasarkan laporan akademik dari jurnal.umsu.ac.id, kalender baru ini mempertahankan elemen-elemen tradisional seperti siklus neptu dan windu, sambil menyelaraskannya dengan sistem lunar Islam. Kalender ini memperkenalkan nama-nama bulan Arab yang diadaptasi ke dalam istilah Jawa seperti Suro, Mulud, dan Rejeb. Adaptasi inilah yang menjadikan kalender Jawa berbeda dari kalender Hijriah murni maupun kalender Masehi.

Daftar Kalender Jawa Bulan Juli 2026 Lengkap

Berikut daftar lengkap kalender Jawa bulan Juli 2026 yang memuat weton, pasaran, tanggal Jawa, padanan Hijriah, dan nilai neptu. Data ini disusun berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

  1. 1 Juli 2026: Rabu Wage - 15 Sura 1960 - 16 Muharram 1448 H - neptu 11
  2. 2 Juli 2026: Kamis Kliwon - 16 Sura 1960 - 17 Muharram 1448 H - neptu 16
  3. 3 Juli 2026: Jumat Legi - 17 Sura 1960 - 18 Muharram 1448 H - neptu 11
  4. 4 Juli 2026: Sabtu Pahing - 18 Sura 1960 - 19 Muharram 1448 H - neptu 18
  5. 5 Juli 2026: Minggu Pon - 19 Sura 1960 - 20 Muharram 1448 H - neptu 12
  6. 6 Juli 2026: Senin Wage - 20 Sura 1960 - 21 Muharram 1448 H - neptu 8
  7. 7 Juli 2026: Selasa Kliwon - 21 Sura 1960 - 22 Muharram 1448 H - neptu 11
  8. 8 Juli 2026: Rabu Legi - 22 Sura 1960 - 23 Muharram 1448 H - neptu 12
  9. 9 Juli 2026: Kamis Pahing - 23 Sura 1960 - 24 Muharram 1448 H - neptu 17
  10. 10 Juli 2026: Jumat Pon - 24 Sura 1960 - 25 Muharram 1448 H - neptu 13
  11. 11 Juli 2026: Sabtu Wage - 25 Sura 1960 - 26 Muharram 1448 H - neptu 13
  12. 12 Juli 2026: Minggu Kliwon - 26 Sura 1960 - 27 Muharram 1448 H - neptu 13
  13. 13 Juli 2026: Senin Legi - 27 Sura 1960 - 28 Muharram 1448 H - neptu 9
  14. 14 Juli 2026: Selasa Pahing - 28 Sura 1960 - 29 Muharram 1448 H - neptu 12
  15. 15 Juli 2026: Rabu Pon - 29 Sura 1960 - 30 Muharram 1448 H - neptu 14
  16. 16 Juli 2026: Kamis Wage - 30 Sura 1960 - 1 Safar 1448 H - neptu 12
  17. 17 Juli 2026: Jumat Kliwon - 1 Sapar 1960 - 2 Safar 1448 H - neptu 14
  18. 18 Juli 2026: Sabtu Legi - 2 Sapar 1960 - 3 Safar 1448 H - neptu 14
  19. 19 Juli 2026: Minggu Pahing - 3 Sapar 1960 - 4 Safar 1448 H - neptu 14
  20. 20 Juli 2026: Senin Pon - 4 Sapar 1960 - 5 Safar 1448 H - neptu 11
  21. 21 Juli 2026: Selasa Wage - 5 Sapar 1960 - 6 Safar 1448 H - neptu 7
  22. 22 Juli 2026: Rabu Kliwon - 6 Sapar 1960 - 7 Safar 1448 H - neptu 15
  23. 23 Juli 2026: Kamis Legi - 7 Sapar 1960 - 8 Safar 1448 H - neptu 13
  24. 24 Juli 2026: Jumat Pahing - 8 Sapar 1960 - 9 Safar 1448 H - neptu 15
  25. 25 Juli 2026: Sabtu Pon - 9 Sapar 1960 - 10 Safar 1448 H - neptu 16
  26. 26 Juli 2026: Minggu Wage - 10 Sapar 1960 - 11 Safar 1448 H - neptu 9
  27. 27 Juli 2026: Senin Kliwon - 11 Sapar 1960 - 12 Safar 1448 H - neptu 12
  28. 28 Juli 2026: Selasa Legi - 12 Sapar 1960 - 13 Safar 1448 H - neptu 8
  29. 29 Juli 2026: Rabu Pahing - 13 Sapar 1960 - 14 Safar 1448 H - neptu 16
  30. 30 Juli 2026: Kamis Pon - 14 Sapar 1960 - 15 Safar 1448 H - neptu 15
  31. 31 Juli 2026: Jumat Wage - 15 Sapar 1960 - 16 Safar 1448 H - neptu 10

Baca juga: Kalender Jawa Bulan Juni 2026: Weton, Neptu, dan Hari Baik Untukmu

Transisi Bulan Sura ke Sapar pada Juli 2026

Dengan acuan bahwa 1 Sura 1960 Jawa jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026, maka bulan Sura berlangsung selama 30 hari dan berakhir pada Kamis, 16 Juli 2026 yang bertepatan dengan 30 Sura 1960 Jawa. Artinya, paruh pertama Juli 2026 masih berada dalam suasana bulan Sura yang dikenal sakral dalam tradisi Jawa.

Selanjutnya, 1 Sapar 1960 Jawa jatuh pada Jumat, 17 Juli 2026 dengan weton Jumat Kliwon dan neptu 14. Pergantian bulan ini membawa pergeseran makna spiritual bagi masyarakat yang masih memegang tradisi. Sementara bulan Sura identik dengan introspeksi dan keheningan, bulan Sapar membawa nuansa yang berbeda terkait dengan doa keselamatan.

Sura sering dikaitkan dengan refleksi dan pengendalian batin. Sapar sering dikaitkan dengan doa-doa keselamatan, termasuk dalam komunitas yang mengenal tradisi Rebo Wekasan. Dalam pembacaan kultural, Sapar mengingatkan manusia untuk tetap waspada, menjaga diri, dan memperkuat kebersamaan. Tradisi Rebo Wekasan sendiri merupakan ritual tolak bala yang dilaksanakan pada Rabu terakhir di bulan Sapar.

Secara rinci, transisi bulan Sura ke Sapar dalam kalender Jawa bulan Juli 2026 dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Rabu, 1 Juli 2026 = 15 Sura 1960 Jawa (pertengahan bulan Sura)
  • Kamis, 16 Juli 2026 = 30 Sura 1960 Jawa (akhir bulan Sura)
  • Jumat, 17 Juli 2026 = 1 Sapar 1960 Jawa (awal bulan Sapar)
  • Jumat, 31 Juli 2026 = 15 Sapar 1960 Jawa (pertengahan bulan Sapar)

Baca juga: Kapan Malam 1 Suro 2026, Cek Tanggal dan Mengenal Tradisinya

Cara Menghitung Weton dan Neptu dalam Kalender Jawa

Weton dan neptu merupakan dua elemen kunci yang tidak terpisahkan dari sistem perhitungan tradisional Jawa. Mengutip laman resmi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), weton merupakan gabungan antara hari lahir dan pasaran Jawa, di mana masing-masing hari dan pasaran memiliki nilai neptu tersendiri.

Sebagaimana disampaikan Facts and Details, kebetulan hari pasaran dengan hari biasa pada hari kelahiran dianggap oleh masyarakat Jawa sebagai indikator karakteristik pribadi seseorang, serupa dengan zodiak Barat dan penempatan planet dalam astrologi Barat. Dari sinilah pentingnya memahami cara menghitung weton dalam kalender Jawa bulan Juli maupun bulan lainnya.

Berikut nilai neptu untuk setiap hari dan pasaran:

Neptu Hari:

  • Senin = 4
  • Selasa = 3
  • Rabu = 7
  • Kamis = 8
  • Jumat = 6
  • Sabtu = 9
  • Minggu = 5

Neptu Pasaran:

  • Legi = 5
  • Pahing = 9
  • Pon = 7
  • Wage = 4
  • Kliwon = 8

Neptu weton = nilai hari + nilai pasaran. Sebagai contoh, jika seseorang lahir pada Senin Legi, Senin bernilai 4 dan Legi bernilai 5. Neptu Senin Legi adalah 9. Senin Legi = 4 + 5 = 9.

Merujuk Calendar Wiki, siklus pasaran, siklus mingguan, dan perpaduannya dalam siklus wetonan, masing-masing secara tradisional diyakini memberikan karakteristik tertentu kepada orang yang lahir pada hari tersebut, serupa dengan posisi planet dalam astrologi Barat. Kombinasi tujuh hari dan lima pasaran menghasilkan 35 kombinasi weton yang masing-masing memiliki makna tersendiri.

Baca juga: 7 Hari Baik untuk Mulai Bekerja Menurut Primbon Jawa

Makna Bulan Sura dan Sapar dalam Tradisi Jawa

Kalender Jawa bulan Juli 2026 mencakup dua bulan Jawa yang masing-masing memiliki makna spiritual tersendiri. Banyak masyarakat Jawa memandang Sura sebagai bulan yang harus dijalani dengan lebih banyak keheningan. Sebagian melakukan tirakat, doa, pembersihan pusaka, atau menahan diri dari perayaan tertentu. Tradisi ini tercermin dalam berbagai pantangan bulan Suro yang masih dipegang teguh hingga kini.

Dalam perspektif akademis, tradisi Saparan juga memiliki sejarah panjang. Merujuk tulisan dari blog akademik Budi N.D. Dharmawan, dalam kepercayaan kuno Jawa, Sapar dianggap sebagai bulan sial karena dulu banyak terjadi malapetaka dan kecelakaan pada bulan tersebut. Kepercayaan ini membuat masyarakat Jawa menghindari pernikahan atau perjalanan jauh, terutama pada hari Rabu terakhir - satu hari yang dianggap paling sial dalam seluruh bulan sial itu. Ritual tolak bala pun dilakukan sebagai bentuk permohonan keselamatan kepada Tuhan.

Menariknya, siklus 12 bulan dalam kalender Jawa juga mengandung filosofi yang mendalam. Siklus bulan terkadang dianggap secara metaforis merepresentasikan siklus kehidupan manusia. Sembilan bulan pertama melambangkan masa kehamilan sebelum kelahiran, bulan kesepuluh melambangkan manusia di dunia, bulan kesebelas akhir keberadaannya, dan bulan kedua belas kembalinya ke tempat asal. Siklus ini berlangsung dari satu percikan atau pembuahan (rijal) ke yang lain, melewati kekosongan (suwung).

Sementara itu, tradisi Suran dan malam 1 Suro yang berlangsung di bulan Juni 2026 masih meninggalkan jejak spiritual hingga paruh pertama Juli. Banyak larangan malam 1 Suro yang masih dipercaya masyarakat, seperti menghindari hajatan besar sepanjang bulan Sura. Pemilik weton tulang wangi bahkan disebut perlu lebih berhati-hati selama periode ini.

Hari Penting dan Tanggal Merah di Bulan Juli 2026

Bulan ini tidak memiliki banyak tanggal merah seperti beberapa bulan lainnya. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, tidak ada libur nasional maupun cuti bersama selama bulan Juli 2026. Dengan begitu, tanggal merah pada bulan ini hanya jatuh pada hari Minggu sebagai libur akhir pekan.

Tanggal merah yang tersedia di Juli 2026 hanya akhir pekan berikut:

  • Minggu, 5 Juli 2026
  • Minggu, 12 Juli 2026
  • Minggu, 19 Juli 2026
  • Minggu, 26 Juli 2026

Meski tanpa hari libur nasional, Juli 2026 tetap memiliki sejumlah hari peringatan penting, baik nasional maupun internasional:

  1. 1 Juli - Hari Bhayangkara
  2. 2 Juli - Hari Kelautan Nasional
  3. 5 Juli - Hari Bank Indonesia
  4. 7 Juli - Hari Pustakawan dan Hari Cokelat Sedunia
  5. 9 Juli - Hari Satelit Palapa
  6. 11 Juli - Hari Populasi Sedunia
  7. 12 Juli - Hari Koperasi Indonesia
  8. 14 Juli - Hari Pajak Nasional
  9. 17 Juli - Hari Keadilan Internasional dan Hari Integrasi Timor Timur
  10. 22 Juli - Hari Bhakti Adhyaksa dan Hari Otak Sedunia
  11. 23 Juli - Hari Anak Nasional
  12. 29 Juli - Hari Bhakti TNI Angkatan Udara dan Hari Harimau Internasional
  13. 30 Juli - Hari Ikrar Gerakan Pramuka dan Hari Persahabatan Internasional

Bulan Juli, September, Oktober, dan November 2026 tidak memiliki hari libur nasional maupun cuti bersama. Bagi yang ingin menikmati libur panjang, perlu memanfaatkan hak cuti tahunan. Informasi lengkap mengenai kalender 2026 beserta tanggal merah dan cuti bersama dapat menjadi referensi untuk perencanaan jangka panjang.

Baca juga: Kalender Juni 2026 Lengkap Tanggal Merah dan Hari Penting

Hingga kini, weton dan neptu masih digunakan sebagian masyarakat Jawa sebagai pertimbangan dalam merencanakan berbagai kegiatan penting. Selain menjadi penanda waktu, kalender Jawa juga dianggap sebagai bagian dari kearifan lokal dan tradisi budaya yang terus dijaga turun-temurun. Selama bulan Juli 2026, masyarakat yang ingin menyelenggarakan acara adat atau hajatan dapat memanfaatkan data weton dan neptu di atas sebagai bahan pertimbangan. Meskipun tradisi spiritual Jawa terus berkembang seiring waktu, nilai-nilai keselarasan dengan alam dan waktu tetap menjadi inti dari penanggalan Jawa yang penuh makna.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kalender Jawa Bulan Juli

Apa saja bulan Jawa yang tercakup dalam Juli 2026?

Juli 2026 mencakup dua bulan dalam penanggalan Jawa, yaitu akhir bulan Sura 1960 dan awal bulan Sapar 1960. Bulan Sura berakhir pada 16 Juli 2026 (30 Sura), sementara bulan Sapar dimulai pada 17 Juli 2026 (1 Sapar). Transisi ini menjadikan Juli sebagai bulan yang unik karena memuat peralihan antara dua periode dengan nuansa spiritual berbeda.

Bagaimana cara mengetahui weton pada kalender Jawa bulan Juli 2026?

Weton pada kalender Jawa bulan Juli 2026 dapat diketahui dengan menggabungkan hari Masehi (Senin-Minggu) dengan hari pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Misalnya, 1 Juli 2026 jatuh pada Rabu Wage dengan neptu 11. Nilai neptu diperoleh dari penjumlahan neptu hari Rabu (7) dan neptu pasaran Wage (4), sehingga totalnya menjadi 11.

Apakah ada hari libur nasional di bulan Juli 2026?

Berdasarkan SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, tidak ada hari libur nasional maupun cuti bersama yang ditetapkan selama bulan Juli 2026. Tanggal merah hanya jatuh pada empat hari Minggu, yaitu tanggal 5, 12, 19, dan 26 Juli 2026. Masyarakat yang ingin berlibur lebih panjang perlu memanfaatkan hak cuti pribadi.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6