Tulang Wangi di Bulan Suro: Antara Mitos, Tradisi, dan Spiritualitas Jawa

Kenali mitos tulang wangi di bulan Suro, kepercayaan Jawa tentang weton yang memiliki energi spiritual kuat dan pantangan yang perlu dihindari.

Diterbitkan 25 Juni 2025, 11:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pergantian tahun baru Jawa yang ditandai dengan bulan Suro kerap memunculkan kembali berbagai tradisi, keyakinan, dan mitos yang turun-temurun dipercaya oleh masyarakat Jawa. Salah satu hal yang mencuat menjelang malam 1 Suro adalah pembicaraan seputar weton tulang wangi, yang konon memiliki daya tarik spiritual yang khas dan rentan terhadap pengaruh energi gaib.

Mereka yang lahir pada hari dan pasaran tertentu dianggap memiliki tulang wangi, yakni aura mistis yang harum dan kuat. Fenomena ini tak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tapi juga mencerminkan relasi kosmologis orang Jawa dengan semesta dan spiritualitas yang dijalankan secara turun-temurun.

Dalam konteks Islam Jawa, perpaduan antara kepercayaan lokal dan ajaran Islam melahirkan bentuk sinkretisme unik, di mana weton menjadi acuan spiritual sekaligus refleksi atas kesadaran diri dalam menghadapi siklus hidup dan perubahan waktu. Berikut ulasan Liputan6.com tentang tulang wangi di bulan suro yang dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (25/6/2025).

Apa Itu Weton Tulang Wangi dalam Primbon Jawa

Weton dalam masyarakat Jawa adalah sistem penanggalan yang menggabungkan hari dalam kalender Masehi (Senin–Minggu) dengan lima hari pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Dijelaskan dalam jurnal A Philosophical Study of the Weton Tradition Calculation in Javanese Marriage yang ditulis Ratnasari (2023), setiap kombinasi menghasilkan karakter unik yang dipercaya mencerminkan watak, nasib, dan energi seseorang.

Istilah tulang wangi muncul sebagai bagian dari kepercayaan terhadap weton yang dianggap memiliki aura yang harum secara spiritual. Orang dengan weton tulang wangi diyakini memiliki daya tarik tinggi baik terhadap manusia maupun makhluk halus. Ada 11 kombinasi weton yang termasuk dalam kategori ini.

Menurut Sahid Teguh Widodo, Kepala Pusat Unggulan Iptek Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS), weton tulang wangi adalah bentuk keyakinan kosmologis masyarakat Jawa yang menempatkan dirinya sebagai bagian dari semesta. Pemilik weton ini biasanya memiliki sensitivitas tinggi terhadap energi gaib dan menunjukkan gejala seperti mudah gelisah, sakit-sakitan, atau merasa panas menjelang malam 1 Suro.

Bulan Suro dalam Tradisi Jawa-Islam

Bulan Suro adalah bulan pertama dalam penanggalan Jawa, yang bertepatan dengan Muharram dalam kalender Hijriyah. Bulan ini dianggap sebagai waktu sakral, penuh spiritualitas, sekaligus berbalut mitos dan pantangan. Dalam tradisi Jawa-Islam, bulan Suro menjadi simbol refleksi diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Menurut Muhammad Solikhin dalam Misteri Bulan Suro dalam Perspektif Islam Jawa, malam 1 Suro diyakini sebagai saat di mana “gerbang dunia gaib” terbuka. Karena itu, masyarakat melangsungkan ritual tirakat, puasa mutih, meditasi, hingga pembersihan pusaka sebagai bentuk penyucian diri dan penghormatan terhadap leluhur.

Tak hanya itu, berdasarkan kajian Muhamad Takrip dan Dafis Heriansyah berjudul Relevansi Akulturasi Tradisi Weton Terhadap Strategi Konstruksi Pendidikan Islam (2023)(2022) dari UIN Raden Fatah Palembang, tradisi weton, termasuk tulang wangi, adalah bentuk akulturasi antara budaya lokal dan ajaran Islam yang mengedepankan spiritualitas. Tradisi ini mencerminkan integrasi nilai-nilai lokal ke dalam praktik keagamaan untuk menciptakan harmoni dalam kehidupan sosial.

Mitos Weton Tulang Wangi dan Malam 1 Suro

Weton tulang wangi diyakini memiliki sensitivitas tinggi terhadap energi alam dan makhluk astral. Dalam banyak literatur dan wawancara tokoh budaya, disebutkan bahwa pemilik weton ini kerap mengalami gejala aneh menjelang malam 1 Suro: pegal-pegal, gelisah, sakit mendadak, hingga mendengar suara-suara tak kasat mata.

Sahid Teguh Widodo dari Pusat Unggulan Iptek Javanologi UNS menjelaskan bahwa fenomena ini dapat dilihat sebagai bentuk self-cultivation atau penyucian diri dalam menyambut tahun baru Jawa. Dengan kata lain, gejala-gejala yang dirasakan merupakan tanda bahwa seseorang harus lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, menjaga energi spiritual, dan menyelaraskan diri dengan alam semesta.

Berbagai mitos mengiringi weton tulang wangi di malam 1 Suro. Orang-orang dengan weton ini dianggap lebih disukai makhluk halus karena aura spiritual mereka yang kuat. Berikut beberapa pantangan bagi mereka yang lahir dengan weton tulang wangi saat malam 1 Suro:

  1. Menikah atau Menggelar Hajatan: Dikhawatirkan akan “bersaing” dengan hajat spiritual keraton atau para leluhur. Diyakini membawa sial atau tidak berkah.
  2. Keluar Rumah di Malam 1 Suro: Mereka lebih rentan terhadap gangguan gaib. Disarankan untuk tetap di rumah, merenung, atau berdzikir.
  3. Berbicara Kotor: Dianggap dapat memicu energi negatif dan membuka celah gangguan spiritual.
  4. Menggigit Bibir: Memiliki simbol kesusahan dan tangis. Tindakan ini dipercaya dapat mengundang kesedihan di masa mendatang.
  5. Pindah Rumah atau Renovasi: Rentan celaka karena malam 1 Suro dianggap sebagai malam padat aktivitas spiritual.

Masyarakat Jawa meyakini bahwa malam Suro adalah saat di mana gerbang alam gaib terbuka, dan para leluhur turun ke bumi untuk menilik keturunan mereka. Maka, penting bagi mereka dengan weton tulang wangi untuk memperbanyak doa, melakukan puasa atau tirakat, dan menghindari kegiatan yang bisa menimbulkan gangguan energi.

Daftar Weton Tulang Wangi 

Berikut daftar weton yang termasuk kategori tulang wangi:

  1. Senin Kliwon
  2. Senin Wage
  3. Senin Pahing
  4. Selasa Legi
  5. Rabu Pahing
  6. Rabu Kliwon
  7. Kamis Wage
  8. Sabtu Wage
  9. Sabtu Legi
  10. Minggu Pon
  11. Minggu Kliwon

Namun, penting untuk dipahami bahwa tidak semua orang yang lahir pada weton di atas otomatis memiliki tulang wangi. Watak ini dinilai sangat individual dan terkait erat dengan pengalaman spiritual serta kedekatan seseorang terhadap dunia kasat mata maupun tak kasat mata.

5 FAQ tentang Weton

1. Apa itu weton?

Weton adalah sistem penanggalan tradisional Jawa yang menggabungkan hari dan pasaran (misalnya: Selasa Legi) untuk menentukan karakter, nasib, dan energi seseorang.

2. Apa itu weton tulang wangi?

Weton tulang wangi adalah kombinasi hari dan pasaran tertentu yang diyakini memiliki energi spiritual kuat dan daya tarik bagi makhluk halus. Mereka dianggap peka terhadap dunia gaib.

3. Mengapa malam 1 Suro dianggap sakral dalam budaya Jawa?

Karena diyakini sebagai malam terbukanya gerbang alam gaib, saat roh leluhur turun ke bumi. Tradisi seperti pembersihan pusaka dan tirakat dilakukan untuk menyucikan diri.

4. Apa saja ciri orang dengan weton tulang wangi?

Biasanya berpenampilan menarik, sensitif terhadap energi sekitar, dan mudah menarik perhatian orang maupun makhluk gaib.

5. Apa yang harus dilakukan oleh pemilik weton tulang wangi saat malam 1 Suro?

Disarankan berdiam di rumah, memperbanyak dzikir dan doa, tidak berbicara kotor, dan menghindari aktivitas besar seperti pindah rumah atau menikah.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6