Liputan6.com, Jakarta Memahami contoh paragraf induktif merupakan langkah penting dalam mempelajari struktur penulisan Bahasa Indonesia. Paragraf induktif adalah jenis paragraf yang menempatkan gagasan utama atau kesimpulan di bagian akhir, setelah diawali oleh kalimat-kalimat penjelas bersifat khusus.
Pola penulisan ini kerap digunakan dalam karya tulis ilmiah, esai, hingga artikel populer karena mampu membangun argumen secara bertahap. Dengan mempelajari contoh paragraf induktif, kamu akan lebih mudah mengenali letak kalimat utama serta memahami alur pikiran penulis.
Bukan hanya berguna untuk ujian di sekolah, keterampilan ini juga melatih kemampuan berpikir logis dan sistematis. Berikut pembahasan lengkap mulai dari pengertian, ciri-ciri, jenis, hingga ragam contoh paragraf induktif yang mudah dipahami.
Advertisement
Sebagaimana dikutip dari Purdue University Global Writing Center, penalaran induktif dalam penulisan bekerja dengan menyajikan bukti-bukti spesifik terlebih dahulu, lalu menghubungkannya menjadi sebuah kesimpulan di akhir. Gaya penulisan semacam ini mampu menjaga perhatian pembaca karena mereka harus menyusun setiap potongan informasi sebelum semuanya terhubung.
Berikut contoh paragraf induktif yang berhasil Liputan6.com rangkum, Jumat (26/6/2026).
Pengertian Paragraf Induktif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4645960/original/010299400_1699844580-pexels-vlada-karpovich-4050287.jpg)
Paragraf induktif adalah paragraf yang menempatkan kalimat topik atau gagasan pokok di bagian akhir paragraf. Pola penyajiannya dimulai dengan mengemukakan hal-hal bersifat khusus berupa fakta, data, atau uraian peristiwa terlebih dahulu, kemudian ditutup dengan kalimat umum yang berfungsi sebagai kesimpulan. Dalam konteks ini, kalimat penutup itulah yang menjadi inti atau ide utama dari keseluruhan paragraf. Pemahaman ini menjadi dasar penting sebelum menelaah berbagai contoh paragraf induktif yang akan dibahas selanjutnya.
Dilansir dari Humanities LibreTexts yang diterbitkan oleh City College of San Francisco, paragraf induktif dimulai secara umum dan diakhiri secara lebih spesifik dengan poin, kalimat topik, gagasan utama, atau tesis. Pola ini berkebalikan dengan paragraf deduktif yang justru menempatkan ide pokok di awal. Perbedaan letak gagasan utama inilah yang menjadi pembeda mendasar antara kedua jenis paragraf tersebut. Dengan kata lain, paragraf induktif menganut alur penalaran dari khusus ke umum.
Istilah "induktif" sendiri memiliki akar bahasa yang menarik untuk dipahami. Berdasarkan penjelasan dari St. Louis Community College, "induksi berasal dari dua kata Latin yang berarti 'menuntun ke dalam.'" Frasa ini menggambarkan peran penulis yang secara perlahan menuntun pembaca melalui serangkaian bukti sebelum tiba pada kesimpulan akhir. Konsep ini menjadikan paragraf induktif sebagai alat retorika yang efektif dalam membangun pemahaman secara bertahap.
Dalam praktik penulisan paragraf, pola induktif kerap dipilih ketika penulis ingin membangun argumen yang kuat sebelum menyampaikan poin utamanya. Sebagaimana disampaikan oleh Writing Commons, penulisan induktif sangat cocok untuk menyampaikan kabar buruk atau membahas topik kontroversial karena memungkinkan pembaca menyerap informasi sebelum menghadapi kesimpulan yang mungkin tidak mereka harapkan. Pendekatan ini juga membuat tulisan terasa lebih persuasif dan tidak terkesan memaksakan pendapat sejak awal.
Advertisement
Ciri-Ciri Paragraf Induktif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4606433/original/042954700_1696994881-top-view-adult-correcting-grammar-mistakes.jpg)
Mengenali ciri-ciri paragraf induktif akan memudahkan kamu dalam membedakannya dengan paragraf deduktif maupun jenis paragraf lainnya. Mengacu pada penjelasan dalam buku Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Paragraf oleh Suladi yang dipublikasikan Kemendikbud, paragraf induktif adalah paragraf yang dimulai dengan peristiwa-peristiwa khusus, baru kemudian ditarik sebuah kesimpulan di akhir. Berikut ciri-ciri utama yang perlu diperhatikan:
- Kalimat utama terletak di akhir paragraf. Ini adalah ciri paling mendasar. Berbeda dengan paragraf deduktif yang menempatkan ide pokok di awal, paragraf induktif justru menyimpan gagasan utama sebagai penutup yang merangkum seluruh isi paragraf.
- Diawali dengan penjelasan atau uraian bersifat khusus. Kalimat-kalimat pembuka dalam paragraf induktif berupa fakta, data, contoh spesifik, atau ilustrasi peristiwa yang berfungsi sebagai penjelas dan pendukung gagasan utama di akhir.
- Pola pengembangan dari khusus ke umum. Susunan kalimat bergerak dari hal-hal detail menuju pernyataan yang lebih luas dan menyeluruh. Pola ini menciptakan alur logis yang menggiring pembaca menuju kesimpulan secara natural.
- Kalimat utama merupakan kesimpulan. Gagasan pokok pada paragraf induktif bukan sekadar pernyataan biasa, melainkan simpulan yang ditarik dari fakta-fakta yang telah dipaparkan sebelumnya. Hal ini membuat kesimpulan terasa lebih meyakinkan karena sudah didukung oleh bukti.
- Menggunakan konjungsi kesimpulan. Untuk menandai peralihan menuju kalimat utama, paragraf induktif biasanya memakai kata penghubung seperti jadi, oleh karena itu, dengan demikian, maka dari itu, akhirnya, atau berdasarkan uraian di atas. Konjungsi ini menjadi penanda bahwa penulis sedang menarik kesimpulan.
- Kalimat penjelas berupa uraian dan fakta. Kalimat-kalimat sebelum kesimpulan berfungsi memberikan rincian yang membantu pembaca mendapat gambaran lengkap dari topik yang disampaikan penulis sebelum sampai pada intisarinya.
Dr. Tamara Fudge, profesor di Purdue University Global, dikutip dari Purdue Global Academic Success Center menyatakan, "Jika kamu ingin audiens menemukan hal-hal baru bersamamu, maka penulisan induktif mungkin tepat."
Koherensi dalam paragraf induktif memang bisa menjadi tantangan tersendiri karena pembaca belum mengetahui ke mana penulis mengarahkan mereka, sehingga penulis harus berhati-hati menuntun pembaca secara perlahan menuju intinya.
Jenis-Jenis Paragraf Induktif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4617230/original/018298900_1697754720-front-view-man-correcting-grammar-mistakes.jpg)
Paragraf induktif tidak hadir dalam satu bentuk saja. Secara umum, terdapat tiga jenis paragraf induktif yang dibedakan berdasarkan pola penalaran yang digunakan dalam menyusun kalimat-kalimat penjelasnya. Seperti yang diberitakan Lumen Learning dalam modul English Composition, penalaran induktif didasarkan pada kemampuan mengenali pola bermakna dan koneksi antarfakta. Berikut penjelasan ketiga jenis paragraf induktif tersebut:
- Paragraf Induktif Generalisasi. Jenis ini diawali dengan penyajian sejumlah fakta atau fenomena spesifik yang bersifat individual, lalu ditutup dengan menarik kesimpulan umum berdasarkan keseluruhan fakta tersebut. Misalnya, setelah menyebutkan beberapa data tentang dampak polusi di berbagai kota, penulis menyimpulkan bahwa polusi udara menjadi masalah global. Pola generalisasi paling sering ditemui dalam tulisan ilmiah dan jurnalistik.
- Paragraf Induktif Analogi. Paragraf analogi menyajikan perbandingan antara dua hal yang memiliki kesamaan tertentu. Penulis menjelaskan kemiripan dan perbedaan kedua objek secara detail, kemudian menutup paragraf dengan kesimpulan yang menghubungkan keduanya. Contohnya, membandingkan proses belajar dengan menanam pohon, lalu menyimpulkan bahwa keduanya membutuhkan kesabaran dan konsistensi.
- Paragraf Induktif Sebab-Akibat. Sesuai namanya, jenis ini diawali dengan menjelaskan serangkaian penyebab atau fakta khusus, kemudian diakhiri dengan akibat atau dampak yang menjadi kesimpulan paragraf. Pola kausalitas ini sangat efektif untuk menjelaskan hubungan logis antara suatu peristiwa dengan konsekuensinya. Kalimat utama yang berisi akibat ditempatkan sebagai penutup.
Mengacu pada riset yang dipublikasikan di jurnal Teaching English in the Two-Year College oleh National Council of Teachers of English (NCTE), terdapat beberapa tipe penalaran induktif yang umum dibahas, yaitu enumerasi sederhana, generalisasi induktif, analogi, silogisme statistik, dan argumen otoritas. Pemahaman tentang variasi ini membantu penulis memilih pendekatan paling sesuai untuk paragraf yang sedang disusun.
Advertisement
Contoh Paragraf Induktif Berbagai Tema
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4859860/original/018439200_1718088982-Ilustrasi_menulis_jurnal__diary.jpg)
Mempelajari contoh paragraf induktif dari berbagai tema akan mempermudah pemahaman tentang bagaimana pola khusus-ke-umum diterapkan secara konkret. Merujuk penjelasan dari University of Warwick, gagasan utama yang merangkum keseluruhan paragraf ditemukan di kalimat terakhir, sementara paragraf dimulai dengan contoh dan membangun dukungan ilustratif menuju poin utama. Berikut beberapa contoh paragraf induktif singkat dalam berbagai tema:
1. Contoh Paragraf Induktif Tema Lingkungan
Penggunaan plastik sekali pakai telah menyebabkan polusi lingkungan yang semakin parah. Banyak sampah plastik ditemukan di lautan, mencemari habitat laut dan membahayakan kehidupan satwa di dalamnya. Tak hanya itu, sampah plastik juga sulit terurai dan menumpuk di berbagai tempat. Oleh karena itu, perlu diambil tindakan nyata untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai demi menjaga kelestarian lingkungan.
Kalimat utama: Terletak di kalimat terakhir, ditandai dengan konjungsi "oleh karena itu." Kalimat-kalimat sebelumnya menyajikan fakta tentang dampak plastik, lalu ditarik kesimpulan berupa ajakan bertindak.
2. Contoh Paragraf Induktif Tema Pendidikan
Banyak siswa mengeluhkan sulitnya memahami materi pelajaran matematika. Hal ini diperparah dengan metode pengajaran yang kurang interaktif sehingga membuat mereka semakin bingung. Bahkan, beberapa siswa merasa cemas setiap kali menghadapi ujian matematika. Oleh karena itu, pembelajaran matematika perlu diperbaiki agar lebih mudah dipahami siswa.
Kalimat utama: Terletak di akhir paragraf sebagai simpulan dari berbagai permasalahan belajar yang telah diuraikan di kalimat-kalimat sebelumnya.
3. Contoh Paragraf Induktif Tema Kesehatan
Beberapa riset menunjukkan bahwa waktu tidur yang kurang dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang. Selain itu, orang yang sering begadang cenderung memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. Produktivitas juga menurun drastis saat seseorang tidak mendapatkan istirahat yang memadai. Maka dari itu, tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran.
Kalimat utama: Kalimat penutup menyimpulkan pentingnya tidur cukup berdasarkan tiga fakta kesehatan yang disampaikan lebih dulu.
4. Contoh Paragraf Induktif Tema Ekonomi
Bersamaan dengan naiknya tarif semua angkutan umum, harga sebagian besar bahan pangan turut naik. Harga kebutuhan pokok pun merayap mengikuti. Semua penjual di pasar melakukan penyesuaian dengan menaikkan harga jual terbaru. Bahkan, label harga pada hampir semua barang di toko mulai diubah. Demikianlah, dampak hebat pengurangan subsidi BBM yang sangat dirasakan oleh masyarakat.
Kalimat utama: Berada di akhir paragraf, menyimpulkan bahwa seluruh kenaikan harga yang dijelaskan di awal merupakan dampak dari kebijakan pengurangan subsidi BBM.
5. Contoh Paragraf Induktif Tema Teknologi
Internet sangat bermanfaat bagi manusia karena memungkinkan akses informasi dari seluruh penjuru dunia. Di samping itu, internet juga menjadi alat komunikasi utama bagi sebagian besar masyarakat melalui berbagai aplikasi media sosial. Banyak hal kini bisa dijangkau hanya dengan sekali klik. Dengan demikian, masyarakat sangat terbantu dengan kemudahan yang ditawarkan teknologi internet.
Kalimat utama: Ditandai konjungsi "dengan demikian," kalimat akhir merangkum seluruh manfaat internet yang telah dipaparkan.
6. Contoh Paragraf Induktif Tema Sosial
Manusia tidak bisa hidup sendiri di dunia ini dan selalu membutuhkan bantuan orang lain dalam segala aspek kehidupan. Untuk keperluan makan, bepergian, dan membangun tempat tinggal, manusia memerlukan kerja sama dengan sesamanya. Bahkan ketika meninggal pun, seseorang masih membutuhkan uluran tangan orang lain. Oleh karena itu, manusia disebut sebagai makhluk sosial.
Kalimat utama: Kalimat penutup menarik kesimpulan bahwa manusia adalah makhluk sosial, berdasarkan fakta-fakta ketergantungan yang disampaikan sebelumnya.
7. Contoh Paragraf Induktif Tema Transportasi
Di kota ini, kemacetan di jalan utama semakin sering terjadi, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Volume kendaraan yang terus meningkat membuat laju lalu lintas menjadi sangat lambat. Selain itu, kurangnya sarana transportasi umum yang memadai memperparah situasi. Dengan demikian, masalah transportasi di kota ini perlu segera ditangani dengan lebih serius.
Kalimat utama: Kalimat terakhir berisi kesimpulan dan ajakan untuk menangani masalah transportasi, setelah diawali penjelasan kondisi lalu lintas.
Baca juga: Contoh Paragraf Deduktif dan Jenis Paragraf Lainnya
Cara Menyusun Paragraf Induktif yang Baik dan Benar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3201126/original/098633700_1596707184-pexels-kaboompics-com-6469.jpg)
Menyusun paragraf induktif yang baik membutuhkan pemahaman tentang alur logis dari khusus ke umum. Kunci utamanya terletak pada kemampuan penulis menggiring pembaca secara perlahan menuju kesimpulan akhir tanpa mengungkapkan ide pokok terlalu dini. Sebagaimana diungkapkan dalam modul Paragraphing dari Cornell University (CHEC), pola induktif terfokus dimulai dengan pernyataan yang mengindikasikan arah paragraf, lalu bergerak dari detail menuju klaim atau pernyataan besar.
Langkah pertama dalam menyusun paragraf induktif adalah mengumpulkan fakta, data, atau contoh spesifik yang akan menjadi fondasi paragraf. Pilihlah dua hingga empat bukti konkret yang relevan dengan topik, lalu susun secara logis dari yang paling sederhana ke yang paling kuat dampaknya. Setelah seluruh bukti tersaji, barulah tulis kalimat kesimpulan yang merangkum semuanya sebagai penutup. Pastikan kalimat kesimpulan ini tidak memperkenalkan informasi baru, melainkan hanya menggeneralisasi bukti yang sudah ada.
Penggunaan kata transisi juga memegang peran vital dalam menjaga koherensi paragraf induktif. Kata-kata seperti selain itu, di samping itu, bahkan, dan tidak hanya itu membantu menghubungkan satu kalimat penjelas ke kalimat berikutnya. Sementara itu, konjungsi kesimpulan seperti jadi, oleh karena itu, atau dengan demikian berfungsi menandai transisi menuju kalimat utama di akhir. Tanpa kata transisi yang tepat, paragraf induktif bisa terasa terputus-putus dan sulit dipahami.
Terakhir, selalu lakukan revisi setelah selesai menulis. Baca ulang paragrafmu dan pastikan setiap kalimat penjelas mendukung ide pokok yang akan disimpulkan di akhir. Periksa juga apakah alur paragraf sudah mengalir secara logis dan apakah kesimpulan benar-benar mencerminkan seluruh fakta yang telah disajikan. Merujuk panduan dari Purdue University Global, paragraf induktif yang baik membuat pembaca merasa bahwa kesimpulan di akhir merupakan hasil alami dari bukti-bukti yang telah dibaca, bukan pernyataan yang datang tiba-tiba tanpa landasan.
Baca juga: Memahami Definisi, Jenis, dan Unsur Paragraf Lengkap
Advertisement
Perbedaan Paragraf Induktif dan Deduktif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4606463/original/068658200_1696995206-super-snapper-UFrd8csYr1w-unsplash.jpg)
Memahami perbedaan antara paragraf induktif dan paragraf deduktif menjadi bekal penting dalam menguasai keterampilan menulis. Berdasarkan penjelasan dari jurnal akademik yang dipublikasikan di ERIC (Education Resources Information Center), penalaran induktif paling bermanfaat dalam menentukan konten masing-masing paragraf, khususnya untuk memberikan dukungan yang tepat bagi kalimat topik. Berikut perbandingan utama keduanya:
| Aspek | Paragraf Induktif | Paragraf Deduktif |
|---|---|---|
| Letak kalimat utama | Di akhir paragraf | Di awal paragraf |
| Pola pengembangan | Khusus ke umum | Umum ke khusus |
| Kalimat pembuka | Fakta, data, atau contoh spesifik | Pernyataan umum atau gagasan utama |
| Kalimat penutup | Kesimpulan atau generalisasi | Kalimat penjelas terakhir |
| Efek pada pembaca | Membangun rasa penasaran secara bertahap | Langsung menyampaikan poin utama |
| Penggunaan konjungsi | Konjungsi kesimpulan di akhir (jadi, oleh karena itu) | Konjungsi penjelas (misalnya, selain itu) |
Menurut penelitian dari Oshima dan Hogue (2006) yang dikutip dalam jurnal The Patterns of Paragraph Writing, apabila kalimat topik berada di awal paragraf, paragraf tersebut bergaya deduktif, sedangkan jika kalimat topik ditempatkan di akhir paragraf maka bergaya induktif. Secara visual, paragraf deduktif menyerupai segitiga dengan kalimat topik di puncaknya, sementara paragraf induktif menyerupai segitiga terbalik dengan kalimat topik di bagian dasar.
Selain kedua jenis tersebut, ada juga paragraf campuran yang menggabungkan kedua pola. Pada paragraf campuran, gagasan utama ditempatkan di awal dan ditegaskan kembali di akhir paragraf. Jenis paragraf lainnya meliputi paragraf ineratif yang memiliki kalimat utama di tengah paragraf, serta paragraf menyebar yang gagasan utamanya tersirat di seluruh kalimat. Memahami ragam jenis paragraf ini membantu penulis memilih struktur paling sesuai dengan ide pokok yang ingin disampaikan.
Pemilihan antara paragraf induktif atau deduktif sangat bergantung pada tujuan penulisan dan karakteristik pembaca. Paragraf deduktif cocok ketika penulis ingin langsung menyampaikan pesan utama, misalnya dalam artikel berita atau tulisan akademik. Sementara itu, paragraf induktif lebih efektif untuk membangun argumen secara persuasif, menciptakan efek dramatis, atau membahas topik sensitif yang membutuhkan pengantar sebelum sampai pada kesimpulan.
Pertanyaan Seputar Paragraf Induktif
1. Bagaimana cara cepat mengenali paragraf induktif dalam sebuah teks?
Cara paling praktis adalah dengan memperhatikan kalimat pertama dan terakhir paragraf. Jika kalimat pertama berisi fakta atau penjelasan spesifik dan kalimat terakhir berisi kesimpulan yang merangkum keseluruhan paragraf, maka paragraf tersebut termasuk paragraf induktif. Perhatikan juga keberadaan konjungsi kesimpulan seperti jadi, oleh karena itu, dengan demikian, atau maka dari itu yang biasanya muncul di kalimat penutup paragraf induktif.
2. Apa perbedaan utama antara paragraf induktif generalisasi dan analogi?
Paragraf induktif generalisasi menyajikan sejumlah fakta atau fenomena individual, lalu menarik kesimpulan umum dari keseluruhan fakta tersebut. Sementara itu, paragraf induktif analogi bekerja dengan membandingkan dua hal yang memiliki kesamaan tertentu, kemudian menyimpulkan hubungan atau pelajaran dari perbandingan tersebut. Keduanya sama-sama menempatkan kesimpulan di akhir, tetapi berbeda dalam cara menyajikan kalimat-kalimat penjelasnya.
3. Kapan sebaiknya menggunakan paragraf induktif dalam tulisan?
Paragraf induktif paling tepat digunakan ketika kamu ingin membangun argumen secara bertahap dan persuasif. Jenis paragraf ini juga cocok untuk membahas topik yang mungkin kontroversial atau tidak langsung disetujui pembaca, karena fakta-fakta yang disajikan di awal akan memperkuat kesimpulan akhir. Selain itu, paragraf induktif efektif dipakai dalam penulisan naratif dan tulisan kreatif yang ingin menciptakan rasa penasaran bagi pembaca sebelum mengungkap poin utama.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8516271/original/024616500_1782441713-3W3JsXJgkEaC7Bq3hB6macYz3i86t44FpS763RLk.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260720/original/014464000_1781645481-HK9wcDqXAAAOMgO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476731/original/083749300_1768796381-000_936R8YN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258188/original/054428500_1781325475-AP26164102653511.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4891677/original/000043600_1721008752-10_AP24196756280349.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504143/original/019730100_1782424741-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/934935/original/034536700_1437647124-AP_173328494831.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8516210/original/059996400_1782441657-zRzhPw0w2Ar4eoTEwq7w4dPHhDLa8ATHyV13HwMD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472952/original/083002300_1782381647-DAXMbjPMa9gaMriKVpehjA3dykOuLZFy9vVCcB3q.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5502252/original/067153000_1770974707-upset-asian-couple-sit-couch-living-room.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4718309/original/030812500_1705464298-fresh-juicy-clementine-mandarins.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8516288/original/096933200_1782441719-FbdLq7RWFiaMjN6OLaOmJZ2pbNs8IiJk2QfdCq0S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8516192/original/037151000_1782441650-JvkjyJzaHrdD7xlQTzyTYIA1NTGz9BNViDnIJkFm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8474319/original/054258700_1782384035-OoCEK2Fr314wfYblDcdpDcDX6m9sQU18ZNEklLc1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3256175/original/092955900_1601630544-pexels-pixabay-54098.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8516195/original/009086200_1782441652-b3K311OzME5AMeesiixgVRrvztwvDiCq8paH58Vg.jpg)