Cara Membuat Hiasan DIY Sendiri di Rumah, Mudah dan Hemat untuk Pemula

Pelajari cara membuat hiasan DIY sendiri di rumah dengan bahan murah dan langkah mudah. Dilengkapi tips ahli agar hasilnya rapi dan awet. Simak selengkapnya.

Diterbitkan 03 Juli 2026, 09:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dinding kamar yang polos bisa berubah menjadi galeri personal hanya dengan segulung tali katun, beberapa lembar kertas origami, atau kardus bekas paket belanja. Di sinilah letak daya tarik hiasan DIY, yaitu modal kecil, hasil memuaskan, dan sepenuhnya sesuai selera. Salah memilih teknik atau bahan memang bisa membuat hasilnya terlihat asal jadi. Karena itu, memahami cara membuat hiasan DIY yang benar penting agar ruangan tampil rapi sekaligus berkarakter.

Lebih dari sekadar mengisi waktu luang, kegiatan ini menyimpan manfaat nyata untuk kesehatan mental hingga isi dompet. Mengacu pada riset yang dipublikasikan Frontiers in Public Health, studi terhadap lebih dari 7.000 orang dewasa menemukan bahwa partisipasi dalam kerajinan tangan berkorelasi dengan kebahagiaan dan perasaan bahwa hidup itu berharga. Jadi, sebelum menyerah pada tembok kosong yang membosankan, ada baiknya menyimak panduan berikut. Sebagai pemantik ide, Anda juga bisa membaca kumpulan hiasan DIY rumah modal Rp 50 ribu yang bahkan bisa dijual ratusan ribu.

Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Jumat (3/7/2026). 

Mengenal Hiasan DIY dan Ragam Bentuknya

DIY adalah singkatan dari Do It Yourself, yang secara harfiah berarti swakarya atau membuat sesuatu dengan tangan sendiri. Hiasan DIY berarti segala bentuk dekorasi yang dibuat atau dimodifikasi sendiri, mulai dari bahan baru hingga barang bekas di sekitar rumah.

Cakupannya sangat luas dan tidak melulu soal dinding. Ada gantungan dinding macrame, bingkai foto, bunga kertas, lukisan kanvas, cermin berbingkai unik, hingga lilin hias untuk penyegar ruangan. Semua bisa disesuaikan dengan tema warna dan luas ruangan Anda.

Karena dibuat sendiri, setiap karya punya kesan eksklusif yang sulit ditemukan di produk massal. Inilah yang membuat hiasan buatan tangan terasa lebih personal dan bermakna, sekaligus jadi cara hemat untuk mempercantik hunian.

Mengapa Tren Hiasan DIY Makin Digemari

Tren dekorasi buatan tangan terus menanjak di Indonesia. Konten bertema room makeover dan DIY dekorasi membanjiri TikTok, Instagram, hingga Lemon8, dengan ribuan simpanan di setiap unggahan. Harga bahan seperti lem tembak, cat akrilik, dan tali katun pun kian terjangkau di marketplace lokal.

Tak hanya menenangkan, hobi ini punya nilai ekonomi. Sebagaimana dilaporkan Shopify, kategori Home and Living merupakan salah satu kategori terbesar berdasarkan volume penjualan di Etsy dan terus tumbuh. Artinya, keterampilan membuat hiasan dinding dari barang rumahan bisa jadi pintu masuk penghasilan tambahan.

Jenis-Jenis Hiasan DIY Berdasarkan Bahan

Sebelum mulai, kenali dulu kelompok bahan yang paling umum. Memilih bahan sesuai kemampuan akan menekan risiko gagal dan bikin proses lebih menyenangkan.

Berbahan Kertas

Paling ramah pemula dan super murah. Kertas origami, karton warna, hingga kertas krep bisa disulap menjadi kupu-kupu 3D, bintang, atau bunga. Bahan ini juga aman dikerjakan bersama anak. Butuh referensi teknik? Simak kreasi DIY hiasan dinding dari kertas yang hasilnya bisa dijual.

Berbahan Kain dan Tali

Kain flanel cocok untuk gantungan karakter lucu di kamar anak, sedangkan tali katun jadi bahan utama macrame. Sifat repetitif saat menyimpul tali bahkan dikenal menenangkan, sehingga pas untuk melepas penat.

Berbahan Kayu dan Barang Bekas

Stik es krim, ranting, kardus, botol kaca, hingga koran bekas termasuk paling ekonomis sekaligus ramah lingkungan. Dari sini Anda bisa membuat rak fungsional atau bingkai. Salah satu favorit adalah kreasi hiasan dinding dari stik es krim yang kokoh dan estetik.

Cara Membuat Hiasan DIY untuk Pemula, Langkah demi Langkah

Berikut enam teknik yang bisa langsung Anda praktikkan. Mulai dari yang termudah, lalu tingkatkan seiring bertambahnya kepercayaan diri.

Teknik paling cepat untuk mengisi dinding kosong. Cetak foto favorit berukuran polaroid, lalu gantung memakai tali rami dan jepitan kayu mini. Sebelum menempel, buat mock-up dari potongan kertas seukuran bingkai di dinding untuk menakar komposisi. Ide penataan lengkap bisa Anda tiru dari panduan DIY hiasan kamar modal Rp 50 ribu.

2. Kupu-Kupu dan Bunga Kertas

Satu pak kertas origami seharga sekitar Rp 10.000 bisa diubah menjadi puluhan kupu-kupu. Gunting polanya, lipat agar bervolume, lalu tempel dalam formasi gradasi warna dari gelap ke terang untuk efek dramatis. Untuk iklim tropis, semprot dengan sealant akrilik bening agar tahan lembap.

3. Macrame Wall Hanging

Salah satu teknik hiasan dinding paling populer saat ini. Untuk pemula, mulailah dengan simpul dasar square knot memakai tali katun 3 mm. Potong 8 sampai 12 helai tali sepanjang 2 meter, ikatkan ke tongkat kayu, lalu susun polanya perlahan. Pelajari variasi simpul lain lewat tujuh teknik DIY hiasan dinding untuk pemula.

4. Lukisan Kanvas Abstrak

Tidak bisa menggambar bukan halangan. Teknik squeegee painting dirancang agar siapa pun bisa berhasil, cukup tuang 3 sampai 4 warna cat akrilik di kanvas, lalu ratakan dengan spatula atau kartu bekas. Setiap tarikan menghasilkan gradasi unik. Cara Woodhouse, desainer interior dari Cara Woodhouse Interiors, dikutip dari Livingetc, menyatakan, "Saya suka memadukan tekstur, cahaya, dan kontras agar tampilannya terasa elegan namun tetap hangat dan mengundang."

5. Rak dan Hiasan dari Stik Es Krim

Selain dekoratif, hiasan bisa fungsional. Susun stik es krim membentuk heksagon, rekatkan berlapis dengan lem tembak hingga kokoh, lalu cat sesuai selera. Gabungkan beberapa heksagon untuk instalasi dinding yang lebih besar. Pastikan lem benar-benar kering dan penyangga sudah kuat sebelum digantung, apalagi jika akan menahan beban.

6. Cermin dan Lilin Hias dari Barang Bekas

Cermin polos bisa disulap jadi dekorasi butik dengan bingkai gulungan koran atau air dry clay. Toples kaca bekas pun bisa dijadikan tempat penerangan cantik seperti pada aneka toples kaca ide penghias ruangan. Ingin sekalian menghadirkan aroma? Ikuti cara membuat lilin hias sendiri di rumah lengkap dengan tips keamanannya.

Tips agar Hasil Hiasan DIY Rapi dan Tahan Lama

Perbedaan antara hiasan yang terlihat "buatan tangan" dan "asal jadi" sering kali ada pada tahap akhir. Perhatikan beberapa hal berikut agar hasilnya lebih profesional dan tahan banting.

  • Pilih 2 sampai 3 warna utama yang selaras dengan interior agar hiasan terlihat menyatu, bukan mencolok.
  • Jangan langsung beli bahan mahal. Mulai dari kardus, koran, atau kain perca yang sudah ada di rumah.
  • Selalu buat tata letak percobaan dengan kertas di dinding sebelum memasang karya asli.
  • Oleskan lem tipis dan merata, bukan menumpuk, lalu tunggu kering sempurna sebelum dipasang.
  • Untuk daya tahan ekstra di cuaca lembap, tambahkan lapisan clear coat akrilik pada produk berbahan kertas atau kayu.

Kesalahan paling umum pemula adalah mengabaikan keamanan dan finishing. Gunakan alas potong saat memakai cutter, dan pastikan sirkulasi udara baik ketika cat atau lem sedang mengering. Prinsip ini juga berlaku saat membuat dekorasi Ramadan DIY maupun dekorasi Natal ramah lingkungan yang butuh banyak sentuhan cat.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Hiasan DIY Sendiri

Apa bahan hiasan DIY termurah untuk pemula total?

Kertas origami dan kain flanel adalah dua bahan paling ramah pemula karena mudah dipotong dan langsung menghasilkan karya cantik. Selain itu, kardus bekas paket belanja online sangat serbaguna. Mulailah dari proyek yang hanya butuh 2 sampai 3 langkah.

Apakah hiasan DIY bisa terlihat profesional tanpa bisa menggambar?

Tentu bisa. Teknik seperti macrame, origami, dan rak stik es krim tidak memerlukan kemampuan menggambar sama sekali. Bahkan teknik squeegee painting dirancang agar setiap orang menghasilkan karya unik. Kuncinya ada pada pemilihan warna yang harmonis dan finishing yang rapi.

Berapa modal untuk mulai membuat hiasan DIY?

Untuk tingkat hemat, Anda cukup menyiapkan sekitar Rp 30.000 sampai Rp 75.000 untuk bahan dasar seperti kertas, lem tembak, dan cat. Modal ini bisa lebih murah lagi jika memaksimalkan barang bekas di rumah. Referensi lengkap ada di panduan DIY dekorasi kamar modal Rp 100 ribu.

Bagaimana agar hiasan DIY awet di iklim tropis?

Simpan hiasan berbahan kertas dan kain di tempat kering serta berventilasi baik agar tidak berjamur. Untuk perlindungan ekstra, semprotkan sealant atau clear spray akrilik pada permukaan karya. Cara ini membuat hasil DIY lebih tahan lama meski udara lembap.

Apakah hiasan DIY bisa dijual?

Sangat bisa, dan pasarnya terus berkembang. Macrame, lukisan kanvas, dan bingkai kreatif punya permintaan stabil di marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan TikTok Shop. Terapkan juga saat momen tertentu, misalnya lewat ide hadiah Natal DIY atau dekorasi Paskah buatan tangan.

Membuat hiasan DIY pada dasarnya adalah keterampilan sederhana yang bisa dimulai tanpa pengalaman, dari memilih bahan termurah, menguasai satu teknik dasar, hingga merapikan finishing agar tahan lama. Manfaatnya pun berlapis, mulai dari ruangan yang lebih berkarakter, pikiran yang lebih tenang, sampai peluang cuan.

Ambil satu bahan yang ada di rumah hari ini, entah kertas bekas, kardus, atau tali yang menganggur, lalu coba satu teknik dari panduan ini. Untuk inspirasi musiman lain, intip juga DIY hiasan pohon Natal dan dekorasi hari raya DIY. Yuk, baca artikel seputar hobi dan gaya hidup menarik lainnya di Kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6