Liputan6.com, Jakarta - Saat membahas parfum Timur Tengah, apapun brand-nya, oud selalu jadi yang pertama di benak. Sejarah minyak aromatik yang dijuluki emas cair itu ternyata berkaitan dengan sejarah perdagangan selama berabad-abad.
"Semenangjung Arab adalah pusat perdagangan, terutama bagi pedagang dari India yang menuju Levant, berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan Timur dan Barat," kata Mariam Kandeel, seorang penikmat dan kolektor parfum yang berbasis di Dubai, mengutip Gulf News, Jumat (3/7/2026).
"Oud dan sutra eksklusif untuk keluarga kerajaan dan orang kaya. Kedua barang itu juga memiliki referensi spiritual karena menjadi bagian dari ritual salat Jumat," imbuhnya.
Advertisement
Identiknya oud dengan wewangian Timur Tengah juga dipengaruhi iklim. Dengan kondisi Teluk yang bersuhu tinggi, wewangian yang lebih ringan lebih cepat menguap.
"Aroma ringan, jeruk, atau bunga menguap hampir seketika pada suhu 40°C ke atas. Oud adalah aroma dasar yang berat dan berbobot molekul tinggi," kata Chandrashekhar, pendiri merek parfum Homegrown Willbance.
Preferensi akan kedalaman dan ketahanan aroma itu pula yang menjadi salah satu perbedaan utama antara parfum Arab dan Barat. "Parfum Arab umumnya berbeda dalam hal kekayaan dan kedalaman aromanya," kata Ammar Nabeel Adam Ali, Asisten CEO Swiss Arabian Perfumes.
"Parfum-parfum ini cenderung menggunakan bahan-bahan tradisional tertentu sebagai dasar, seperti oud, amber, musk, dan saffron."
Â
Perjalanan Oud Si Emas Cair Industri Parfum
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539457/original/077944500_1774600955-79973.jpg)
Adam Ali menerangkan bahwa oud berasal dari pohon Agarwood. Proses penemuannya dimulai dengan kerusakan. Resin terbentuk ketika pohon Aquilaria terinfeksi jamur atau kapang, memaksa pohon untuk mempertahankan diri dengan menghasilkan resin aromatik berwarna gelap.
Kayu yang terendam resin itulah yang akhirnya menjadi minyak oud. Jenisnya beragam, termasuk oud Malaysia, India, dan Kamboja. Minyak oud didapat melalui proses ekstraksi yang kompleks. "Oud murni cukup mahal. Harganya lebih tinggi dari emas per gram," ucap Adam Ali.Â
Pohon Agarwood juga tak bisa selalu menghasilkan oud. Kualitasnya berbeda tergantung pada usia dan infeksi pohon. Hal itu semakin menambah bobot harga oud.
"Pembentukan Agarwood alami adalah proses lambat yang dapat memakan waktu hingga 10 tahun atau lebih untuk mencapai kualitas dan kepadatan resin yang diinginkan," imbuh Chandrashekar. Untuk memanen resin oud, kata dia, petani melukai pohon dengan menggoresnya menggunakan paku, sekrup, atau kapak.Â
Advertisement
Proses Panjang Pembuatan Minyak Oud
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110986/original/082548900_1783049760-000_Nic200933.jpg)
Kayu resin yang rusak atau terinfeksi ini dipisahkan dari kayu putih yang sehat. Serpihan kayu kemudian digiling, direndam selama beberapa hari, terkadang berminggu-minggu, dan difermentasi sebelum ekstraksi dimulai.Â
Prosesnya bahkan lebih lama jika alam dibiarkan tidak terganggu. Kandeel menyebut durasinya antara 20--50 tahun sehingga tak heran jenisnya langka dan mahal dengan aroma hewani di dalamnya. Sementara, oud yang melalui campur tangan manusia pembentukannya membutuhkan waktu 7--12 tahun.Â
Namun, kelangkaan ini memperdalam misterinya. Kandeel menjelaskan bahwa oud buatan manusia membutuhkan 200 kg untuk menghasilkan 1 kg minyak oud, sedangkan oud yang terbentuk secara alami hanya membutuhkan 50 kg untuk menghasilkan 1 kg minyak oud.
Oud juga dimanfaatkan jenama asal Uni Emirat Arab, Swiss Arabian, untuk parfum andalannya, Shagaf Oud Tonka. Parfum tersebut dikenal dengan karakter gourmand orientalnya yang memadukan tonka bean, vanila, dan sentuhan hangat khas oriental. Aromanya pun dominan manis meski tetap berkesan ringan dan nyaman digunakan sehari-hari.
Aroma Sitrus dan Vanila untuk Pasar Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110987/original/099248900_1783049760-WhatsApp_Image_2026-07-03_at_10.31.58.jpeg)
Swiss Arabian yang didirikan pada 1974 itu juga menghadirkan Soul of Bali yang menjadi bagian Cities Collection. Sesuai namanya, wewangian itu terinspirasi dari keindahan dan suasana tropis Pulau Bali yang memadukan aroma jahe dan lada merah muda yang menyegarkan di top notes. Memperkaya aroma, perfumer memasukkan kapulaga, olibanum, saffron, kayu mawar, pala, dan aroma akuatik yang lembut sebagai middle notes.
Terakhir, untuk base notes, mereka memasukkan musk, sandalwood, cypriol, dan ambergris yang lebih tahan lama. Dengan aroma keseluruhan yang segar, Swiss Arabian menyebut parfum tersebut 'relevan' untuk digunakan di iklim tropis seperti Indonesia.
Â
Terakhir, ada Vanilla 01 dari Heritage Collection yang menghadirkan interpretasi vanilla yang lebih modern dan sophisticated. Aroma ini dibuka dengan sentuhan white floral yang lembut sebelum perlahan berkembang menjadi karakter vanilla yang hangat dan elegan. Perpaduan tersebut menciptakan komposisi yang unik, berlapis, dan memberikan kesan yang berkelas.
"Kami ingin memperkenalkan Swiss Arabian kepada lebih banyak konsumen Indonesia. Setiap koleksi yang kami highlight di Jakarta X Beauty 2026 memiliki karakter yang berbeda, mulai dari aroma yang fresh sampai aroma yang lebih kaya dan berkarakter,"Â jelas Kamal Bhojwani, Direktur Utama PT Kharisma Sukses Persada, distributor resmi Swiss Arabian di Indonesia.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9109797/original/013208000_1783045417-WhatsApp_Image_2026-07-03_at_08.29.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111027/original/077801500_1783052609-AP26183730218725.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111051/original/091108400_1783054834-063_2284419230.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8706226/original/084990600_1782782102-mahrez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342603/original/068582000_1757396190-AP25248015186096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102315/original/016806000_1783041300-063_2284404120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102311/original/030973200_1783041297-063_2284405483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7229293/original/076488500_1780013894-WhatsApp_Image_2026-05-29_at_7.17.03_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7007432/original/053312300_1779779088-Depositphotos_190279792_L.jpg)