Liputan6.com, Jakarta - Kebiasaan doom scrolling semakin lekat dengan keseharian masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital. Seseorang dapat berpindah dari satu konten ke konten lain hanya dengan menggeser layar, mulai dari berita, hiburan, hingga kehidupan orang lain di media sosial.
Aktivitas tersebut sering berlangsung tanpa tujuan yang jelas dan membuat waktu berlalu tanpa terasa. Paparan informasi yang terus menerus juga dapat memengaruhi cara seseorang memandang kehidupan.
Konten yang memicu kekhawatiran, perbandingan sosial, atau emosi tertentu bisa membuat pikiran semakin penuh. Kebiasaan melihat kehidupan orang lain melalui layar kemudian berpotensi mengalihkan perhatian dari pengalaman yang sedang dijalani sendiri.
Advertisement
Penulis Maman Suherman alias Kang Maman menilai kebiasaan tersebut tidak serta-merta membawa seseorang menemukan kebahagiaan. "Scrolling hanya semata-mata untuk mencari tahu tentang hidup orang lain, dia tidak akan ketemu bahagia," katanya saat ditemui dalam peluncuran buku Pengantar Kebahagiaan bersama Mice Cartoon di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
"Kebahagiaan itu bukan dengan melihat kebahagiaannya orang lain atau melihat penderitaannya orang lain, tapi justru datang dari dirinya sendiri," imbuhnya. Kehadiran buku Pengantar Kebahagiaan menjadi relevan di tengah kebiasaan konsumsi informasi yang serba cepat.
Buku tersebut menghadirkan cerita dan ilustrasi yang mengajak pembaca melihat pengalaman manusia secara lebih dekat. Proses membaca membutuhkan perhatian yang lebih utuh karena seseorang perlu mengikuti alur, memahami gagasan, serta memberikan waktu untuk mencerna pesan yang disampaikan.
Â
Pilah Pilih Informasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322662/original/043696200_1786550907-WhatsApp_Image_2026-08-12_at_9.02.13_PM.jpeg)
Kang Maman melihat pilihan terhadap informasi yang dikonsumsi sebagai bagian penting dalam perjalanan seseorang menemukan kebahagiaan. Media sosial tetap dapat memberikan manfaat ketika pengguna memanfaatkannya untuk memperoleh pengetahuan, inspirasi, atau hiburan yang sesuai kebutuhan.
Penggunaan platform digital menjadi persoalan ketika seseorang hanya mengejar perbandingan dengan kehidupan orang lain. "Kalau tidak bermanfaat buat dia, hanya sekadar memenuhi emosi, sekadar membuat dirinya merasa, 'Oh, ternyata saya lebih bagus daripada orang lain.' Dia nggak akan ketemu bahagia," jelas Kang Maman.
Kebiasaan membandingkan diri dapat membuat seseorang menilai kehidupannya berdasarkan apa yang terlihat di layar. Media sosial sering menampilkan potongan pengalaman yang sudah dipilih dan dikemas oleh pemilik akun.
Kondisi tersebut membuat seseorang berisiko membangun penilaian berdasarkan gambaran kehidupan orang lain yang belum tentu menggambarkan keadaan sebenarnya. Membaca buku menawarkan pengalaman yang berbeda.
Advertisement
Membaca Buku Jadi Cari Berefleksi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322663/original/042139100_1786550987-WhatsApp_Image_2026-08-12_at_9.02.11_PM.jpeg)
Pembaca tidak hanya menerima informasi secara singkat, tapi mengikuti gagasan dalam rangkaian yang lebih panjang. Aktivitas tersebut dapat memberi kesempatan untuk memahami sudut pandang yang berbeda dan mempertanyakan kembali pemikiran yang selama ini dianggap benar.
Kang Maman menilai keterbukaan terhadap perspektif lain memiliki hubungan dengan cara seseorang menjalani kehidupan.
"Karena yang paling tidak bikin bahagia orang itu kan adalah merasa pendapat dia paling benar dan orang lain semuanya salah. Akibatnya apa? Dia hidup dalam khayalannya dia, hidup dalam kepalsuan imajinasi-imajinasi dia tok tanpa melihat orang sekelilingnya," ujarnya.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak hanya berkaitan dengan perasaan nyaman secara pribadi. Hubungan dengan orang lain turut memengaruhi cara seseorang memahami kebahagiaan.
Kemampuan melihat pengalaman dari sudut pandang berbeda dapat membantu seseorang keluar dari pemikiran yang terlalu berpusat pada diri sendiri. "Kebahagiaan sejati adalah kita melihat orang lain bahagia, kita ikut bahagia. Ketika orang lain bersedih, kita ikut berempati," tutur Kang Maman.
Â
Bahagia Bukan Hanya tentang Diri Sendiri
![[Fimela] Buku](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/zRJ73zl4e9Suo20BraTAefc9d10=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2987806/original/091365400_1575547101-fabiola-penalba--kl_XvEOqMU-unsplash.jpg)
Pesan tersebut menempatkan empati sebagai bagian dari kebahagiaan. Seseorang tidak hanya mencari kepuasan dari apa yang dimiliki atau dicapai, tapi juga belajar merespons keadaan orang-orang di sekitarnya. Cara pandang ini membuat kebahagiaan memiliki dimensi sosial yang lebih luas.
Proses pembuatan Pengantar Kebahagiaan juga menunjukkan pentingnya keterlibatan banyak pihak dalam menghasilkan karya. Kang Maman mengembangkan gagasan melalui tulisan, sementara Mice Cartoon menghadirkan ilustrasi yang membantu menerjemahkan pesan ke dalam bentuk visual.
Proses tersebut turut melibatkan riset, survei, dan dukungan dari berbagai pihak. Kolaborasi menjadi salah satu pesan yang ingin disampaikan Kang Maman pada generasi muda.
"Jadi, buat anak muda cuma satu. Jangan merasa diri sendiri dan bisa menyelesaikan semua sendiri. Kata kunci untuk menghadapi kondisi hari ini adalah yuk, kolaborasi," tutupnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324489/original/034633400_1786708826-cek_fakta_balik_nama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322269/original/035290200_1786523414-cek_fakta_-_ombudsman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7261845/original/041809000_1780048281-Tugas__22_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5432608/original/039355600_1764817183-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-04T072013.095.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3640306/original/060541700_1637557308-photo-1491309055486-24ae511c15c7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4126733/original/096835200_1660717819-Warga_Ikuti_Upacara_HUT_RI_dari_Luar_Istana-IQBAL_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2552585/original/015563400_1545281856-063_492406132.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325635/original/008311800_1786887224-d4279e74-c02f-4e88-9549-fed11c1d7a04.jpg)