Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan anak dan remaja. Kondisi ini membuat peran orang tua menjadi penting untuk membatasi penggunaan teknologi dan mendampingi anak saat mulai mengenalnya.
Communications Lead untuk OpenAI di Indonesia, Cipluk Carlita, menilai orang tua tidak perlu mengetahui semua hal tentang AI untuk mendampingi anak. Menurutnya, yang lebih penting adalah memahami kapan harus mengingatkan dan kapan perlu duduk bersama anak untuk mengeksplorasi AI.
"Sebagai orang tua tuh mungkin nggak perlu harus tahu semuanya," ucap Cipluk dalam acara Media Gathering dan Workshop PandAI bersama OpenAI di Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Advertisement
Menurutnya, perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat sehingga wajar jika orang tua belum memahami seluruh kemampuannya.
Meski begitu, keluarga tetap perlu beradaptasi agar orang tua mengetahui bagaimana anak menggunakan teknologi di rumah maupun sekolah.
Pada kesempatan sama, psikolog klinis dan keluarga, Pritta Tyas Mangestuti, berpendapat bahwa penggunaan AI tidak harus selalu dipandang sebagai sesuatu yang perlu dihindari. Orang tua justru perlu membantu anak mengembangkan kemampuan agar mereka dapat menggunakan teknologi secara bijak.
"Ada tiga keterampilan yang penting untuk dikembangkan, yakni critical thinking, curiosity, dan communication. Ketiganya membantu anak menganalisis informasi, mencari cara lain saat menghadapi masalah, serta menyampaikan pikirannya secara lebih terstruktur," ia menjelaskan.
Â
Jangan Hanya Melarang Anak Menggunakan AI
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9361883/original/001582900_1790752788-IMG_0087.jpg)
AI bisa menjadi alat bantu untuk melatih kemampuan itu selama orang tua tetap terlibat. Salah satu contohnya ketika anak mengerjakan soal matematika, lalu berdiskusi bersama orang tua dengan bantuan ChatGPT untuk memahami cara penyelesaiannya.
"AI bukan alat instan yang menggantikan proses berpikir. Anak tetap perlu memahami apa yang ingin dicari, menyusun pertanyaan dengan baik, lalu menggunakan AI untuk membantu menemukan jawaban,"Â Pritta menambahkan.
Edukator Parenting & Co-Founder Good Enough Parents, Damar Wijayanti, mengatakan pendekatan berupa larangan dan ceramah terus-menerus justru berisiko membuat remaja tidak benar-benar mendengarkan orang tua.
"Anak lebih baik dilibatkan secara langsung saat menggunakan AI," ucapnya.
Â
Advertisement
Apa yang Perlu Dilakukan Orang Tua?
Dalam praktiknya, orang tua bisa mengajak anak membedah ide yang diberikan AI dan menilai apakah saran itu sesuai dengan kebutuhan mereka.
Dengan cara ini, AI ditempatkan sebagai alat untuk mencari ide, sementara keputusan tetap dibuat oleh anak dengan pendampingan orang tua.
"Setiap keluarga memiliki kondisi dan aturan yang berbeda. Karenanya, percakapan antara orang tua dan anak penting untuk menentukan cara penggunaan AI yang sesuai,"Â Head of Policy Southeast Asia OpenAI, Sandy Kunvatanagarn, menimpalkan.
Pada akhirnya, mengenalkan AI kepada anak tidak berarti orang tua harus memahami seluruh teknologinya. Kehadiran dalam proses pengenalan, mengajak berdiskusi, serta membantu mereka memahami kapan AI bisa digunakan sebagai alat bantu dan kapan informasi yang diberikan perlu diperiksa kembali.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3912867/original/070770300_1643009764-20220124-Kapolri-raker-dengan-komisi-III-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334325/original/020353700_1787832097-cek_fakta_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326567/original/092602700_1787027929-Screenshot_2026-08-18_110108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4769280/original/060584600_1710211493-cek_fakta_tahanan.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9361882/original/003311900_1790752787-IMG_0076.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362044/original/062058400_1790756160-IMG_0096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479316/original/092641900_1768974228-OpenAI_ChatGPT_01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5158605/original/081004400_1741665463-kata-kata-konten-kreator.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4613966/original/012898100_1697536047-levart_photographer-drwpcjkvxuU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258488/original/003206800_1781348315-ChatGPT_Tercepat_Tembus_1_Miliar_Pengguna__Rival_OpenAI_Ini_Tumbuh_10x_Lebih_Cepat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3617239/original/089374800_1635501781-Meta_Sign_AP_Photo_-_Tony_Avelar.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558066/original/060334000_1776405320-anthropic-claude-opus.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5442152/original/049315200_1765528917-chatgpt-openai-gpt.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5203121/original/030804000_1745916207-solen-feyissa-75EbgtnrVfw-unsplash.jpg)