Liputan6.com, Jakarta - Tempe bacem khas Jawa dikenal dengan cita rasa manis, gurih, dan aroma rempah yang khas. Tempe dimasak perlahan bersama gula merah dan berbagai bumbu hingga rasanya meresap sebelum digoreng sebentar.
Hidangan ini cukup mudah dibuat menggunakan bahan yang sederhana dan mudah ditemukan. Agar hasilnya tetap lezat, proses mengungkep dan menggoreng tempe perlu dilakukan dengan tepat supaya bumbu meresap tanpa membuat tempe mudah hancur atau gosong.
Penasaran bagaimana cara bikinnya? Begini resep tempe bacem khas Jawa yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (30/9).
Advertisement
Resep Tempe Bacem Khas Jawa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5426592/original/079842900_1764310895-Gemini_Generated_Image_ojw24hojw24hojw2.png)
Bahan-bahan:
-
2 papan tempe berkualitas baik, potong sesuai selera
-
500 ml air kelapa atau air biasa
-
75 gram gula merah, sisir halus
-
1 sendok makan air asam jawa
-
2 lembar daun salam
-
2 cm lengkuas, memarkan
-
2 sendok makan kecap manis
-
6 siung bawang merah
-
3 siung bawang putih
-
1 sendok makan ketumbar sangrai
-
1 sendok teh garam
-
Minyak secukupnya untuk menggoreng
-
Cabai rawit hijau sebagai pelengkap
Cara membuat:
1. Haluskan bumbu dan siapkan bahan ungkep
Haluskan bawang merah, bawang putih, dan ketumbar sangrai hingga menjadi bumbu. Setelah itu, masukkan bumbu halus ke dalam wajan atau panci bersama gula merah, daun salam, lengkuas, air asam jawa, kecap manis, garam, dan air kelapa.
Aduk seluruh bahan hingga tercampur rata dan gula merah mulai larut. Jika tidak menggunakan air kelapa, air biasa tetap dapat digunakan untuk proses pengungkepan.
2. Masukkan dan tata tempe
Susun potongan tempe di dalam panci hingga sebagian besar atau seluruh bagiannya terendam cairan bumbu. Pastikan potongan tempe tidak ditumpuk secara berlebihan agar bumbu dapat mengenai setiap bagian dengan lebih merata.
3. Ungkep tempe hingga bumbu meresap
Masak tempe menggunakan api kecil hingga sedang. Tutup panci, tetapi sisakan sedikit celah agar uap dapat keluar, kemudian biarkan tempe dimasak perlahan sampai cairan bumbu berkurang.
Balik tempe sesekali dengan hati-hati agar bumbu merata tanpa membuat potongannya hancur. Lanjutkan proses memasak sampai warna tempe menjadi lebih gelap, bumbu meresap, dan permukaannya terlihat lebih mengilap.
4. Goreng tempe bacem
Setelah proses ungkep selesai, panaskan minyak secukupnya dalam wajan. Goreng tempe dengan api sedang dalam waktu singkat hingga bagian luarnya berubah menjadi kecokelatan dan tampak mengilap.
Tempe bacem tidak perlu digoreng terlalu lama. Kandungan gula merah dalam bumbu membuat permukaannya lebih cepat berubah warna sehingga dapat mudah gosong jika dibiarkan terlalu lama di dalam minyak.
5. Tiriskan dan sajikan
Angkat tempe bacem yang sudah matang, kemudian tiriskan untuk mengurangi sisa minyak. Sajikan selagi hangat bersama cabai rawit hijau atau pelengkap lain sesuai selera.
Advertisement
Tips Membuat Tempe Bacem agar Bumbu Meresap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319343/original/055081500_1786243536-tempe_bacem_1.jpeg)
-
Gunakan air kelapa atau air biasa. Air kelapa dapat memberikan rasa gurih dan manis yang lebih kaya, tetapi air biasa juga tetap bisa digunakan.
-
Ungkep dengan api kecil hingga sedang. Masak tempe secara perlahan agar bumbu lebih meresap sekaligus menjaga teksturnya tetap utuh.
-
Jangan terlalu sering membolak-balik tempe. Balik tempe seperlunya menggunakan spatula agar bumbu merata tanpa membuat potongannya mudah hancur.
-
Masak hingga cairan menyusut. Pastikan bumbu sudah melekat pada tempe, tetapi jangan membiarkan kuah benar-benar habis terlalu lama karena bumbu dapat menempel di dasar panci dan mudah gosong.
-
Goreng tempe sebentar. Gunakan minyak yang sudah cukup panas dan goreng hingga permukaannya kecokelatan. Tempe bacem tidak perlu digoreng terlalu lama karena kandungan gula merah membuatnya lebih cepat gosong.
Tempe Bacem Sebagai Lauk Rumahan yang Praktis
Tempe bacem khas Jawa cocok disajikan sebagai lauk untuk makan siang maupun makan malam. Perpaduan rasa gurih, manis, dan aroma rempah membuat hidangan sederhana ini memiliki cita rasa yang khas.
Dengan bahan yang mudah diperoleh dan langkah pembuatan yang praktis, tempe bacem dapat menjadi pilihan menu rumahan. Tempe yang sudah diungkep juga dapat disiapkan terlebih dahulu, kemudian digoreng menjelang waktu makan agar lebih praktis saat disajikan.
Tempe bacem juga dapat dinikmati bersama nasi hangat dan pelengkap sederhana seperti sambal atau sayuran. Dengan begitu, hidangan ini bisa menjadi lauk yang mudah dipadukan dengan menu rumahan sehari-hari.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Resep Tempe Bacem Khas Jawa
1. Apakah tempe bacem harus menggunakan air kelapa?
Tidak harus. Air biasa tetap dapat digunakan, tetapi air kelapa dapat memberikan cita rasa gurih dan manis yang lebih kaya.
2. Berapa lama tempe bacem perlu diungkep?
Tempe diungkep hingga cairan bumbu menyusut dan bumbu meresap ke dalam tempe. Lama memasak dapat berbeda tergantung jumlah tempe dan banyaknya cairan yang digunakan.
3. Mengapa tempe bacem tidak boleh terlalu lama digoreng?
Bumbu tempe bacem mengandung gula merah yang membuat permukaannya lebih cepat berubah warna. Jika digoreng terlalu lama, tempe dapat mudah gosong dan terasa pahit.
4. Bagaimana agar tempe bacem tidak mudah hancur saat diungkep?
Gunakan api kecil hingga sedang dan hindari terlalu sering membolak-balik tempe. Balik seperlunya dengan spatula secara perlahan agar bentuknya tetap utuh.
5. Tempe bacem bisa disimpan sebelum digoreng?
Bisa. Tempe yang sudah selesai diungkep dapat disiapkan terlebih dahulu, kemudian digoreng menjelang waktu makan agar lebih praktis disajikan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361587/original/019138200_1790739278-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-30T103330.320.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539434/original/056891000_1774600557-SPPI_koperasi_desa_merah_putih.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361783/original/038852100_1790747476-89e4b5ec-dd58-4801-bf3b-71f24b4d9e4e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361792/original/016159700_1790747734-3a9b09a4-cb89-4fae-9683-2d056d01b98a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339349/original/074610400_1788413011-steve-a-johnson-L2xhGmPmMNs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296539/original/006351500_1784017022-Ilustrasi_Kopi__Minum_Kopi_oleh_Aditya_Eka_Prawira__3_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1003847/original/088430900_1443509026-museum-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361699/original/082631400_1790745153-julia-florczak-Y6O6PHJRQms-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5246862/original/025297400_1749472367-Cincin_Emas_Tunangan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361728/original/017176700_1790746025-7aace7c5-3156-4123-9b9f-9753790a87ff.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4844119/original/093269300_1716804919-Ilustrasi_ayah_ibu__kakek_nenek__lansia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328978/original/006891100_1787215906-pexels-israelzin-20156337.jpg)