Resep Sarabba Santan Gula Merah, Minuman Rempah Khas Makassar yang Hangat dan Legit

Sarabba, minuman tradisional Makassar, menawarkan kehangatan jahe, manisnya gula merah, dan gurihnya santan. Cocok dinikmati saat cuaca dingin.

Diterbitkan 30 September 2026, 16:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Resep sarabba santan gula merah bisa menjadi pilihan bagi pencinta minuman tradisional dengan rasa manis, gurih, dan hangat. Minuman khas Makassar, Sulawesi Selatan, ini dikenal menggunakan jahe sebagai salah satu bahan utamanya, kemudian dipadukan dengan santan dan gula merah sehingga menghasilkan rasa yang lebih kaya daripada wedang jahe biasa.

Sarabba umumnya disajikan dalam keadaan hangat. Aroma jahe yang pedas berpadu dengan santan yang gurih, sementara gula merah memberikan rasa manis sekaligus warna kecokelatan yang khas. Sejumlah rempah seperti serai, pandan, kayu manis, dan cengkih juga dapat digunakan untuk memperkaya aromanya.

Selain diminum begitu saja, sarabba cocok disandingkan dengan camilan tradisional seperti pisang goreng, singkong rebus, atau ubi goreng. Jika ingin teksturnya lebih kaya, kuning telur juga dapat ditambahkan secara opsional sehingga minuman terasa lebih kental dan gurih. Berikut ulasan Liputan6.com, Rabu (20/9/2026).

Bahan Resep Sarabba Santan Gula Merah

Resep berikut menghasilkan sekitar 3–4 porsi, tergantung ukuran gelas yang digunakan. Takaran rempah dapat disesuaikan dengan selera, terutama jika ingin rasa jahe yang lebih kuat atau aroma rempah yang lebih dominan.

Bahan utama

  • 500 ml santan

  • 500 ml air

  • 120 gram gula merah, sisir halus

  • 100 gram jahe

  • 2 batang serai

  • 2 lembar daun pandan

  • 1 batang kayu manis

  • 2 butir cengkih

  • 1/2 sendok teh merica bubuk

  • 1/4 sendok teh garam

  • 1 kuning telur, opsional

Penggunaan air dalam jumlah cukup membantu mengekstrak rasa dan aroma dari jahe serta rempah sebelum santan dimasukkan. Sementara itu, gula merah sebaiknya disisir terlebih dahulu agar lebih cepat larut ketika dimasak.

Jahe menjadi salah satu penentu karakter sarabba. Pilih jahe yang aromanya segar dan tidak lembek. Untuk rasa yang lebih hangat dan pedas, jahe dapat digunakan dalam jumlah sedikit lebih banyak.

Cara Membuat Sarabba Santan Gula Merah

1. Siapkan jahe dan rempah

Kupas jahe, kemudian cuci hingga bersih. Memarkan jahe menggunakan ulekan atau bagian belakang pisau agar aromanya lebih mudah keluar ketika direbus.

Memarkan pula serai. Ikat daun pandan menjadi simpul agar lebih mudah diangkat setelah proses memasak selesai.

2. Rebus rempah

Masukkan air ke dalam panci, lalu tambahkan jahe, serai, daun pandan, kayu manis, dan cengkih. Rebus menggunakan api kecil hingga sedang selama kurang lebih 10–15 menit.

Proses ini penting untuk mengeluarkan aroma rempah secara perlahan. Air rebusan akan berubah menjadi lebih harum dan rasa jahe mulai terasa.

Jika menyukai sarabba dengan karakter jahe yang lebih kuat, jahe dapat dimemarkan lebih banyak atau direbus sedikit lebih lama. Namun, hindari penggunaan api terlalu besar karena air dapat menyusut terlalu cepat.

3. Masukkan gula merah

Setelah rempah cukup harum, masukkan gula merah yang sudah disisir. Aduk hingga gula benar-benar larut.

Tambahkan garam dan merica bubuk. Garam berfungsi menyeimbangkan rasa manis dari gula merah sekaligus memperkuat cita rasa gurih, sedangkan merica memberikan sensasi hangat tambahan.

Pada tahap ini, cicipi kuahnya. Jika rasa jahe sudah cukup kuat tetapi manisnya belum sesuai selera, tambahkan gula merah sedikit demi sedikit.

4. Masukkan santan

Tuangkan santan secara perlahan sambil terus mengaduk. Gunakan api kecil agar santan tidak pecah.

Aduk secara teratur sampai seluruh bahan tercampur rata dan sarabba mulai panas. Santan tidak perlu dibiarkan mendidih terlalu lama. Begitu minuman panas dan hampir mendidih, kecilkan api kembali.

Pengadukan menjadi bagian penting ketika membuat sarabba karena santan mudah membentuk lapisan atau pecah jika dipanaskan tanpa kontrol. Masak perlahan sampai warna minuman tampak merata dan aromanya semakin harum.

5. Tambahkan kuning telur jika suka

Kuning telur merupakan bahan tambahan yang sifatnya opsional. Jika ingin sarabba yang lebih gurih dan sedikit lebih kental, gunakan satu kuning telur.

Kocok kuning telur dalam mangkuk kecil. Ambil sedikit sarabba panas, lalu tuangkan secara perlahan ke dalam kocokan telur sambil terus diaduk. Cara ini membantu menyesuaikan suhu telur agar tidak langsung menggumpal.

Setelah tercampur, masukkan kembali campuran telur ke dalam panci sambil terus diaduk. Masak sebentar menggunakan api kecil hingga sarabba kembali panas dan teksturnya sedikit lebih pekat.

Jika tidak menggunakan telur, langkah ini dapat dilewati. Sarabba tetap memiliki rasa gurih dan tekstur yang nikmat berkat perpaduan santan dan rempah.

6. Sajikan selagi hangat

Matikan api setelah sarabba matang. Jika ingin mendapatkan minuman yang lebih halus, saring terlebih dahulu untuk memisahkan jahe dan rempah lainnya.

Tuangkan sarabba ke dalam gelas atau cangkir berukuran cukup besar. Sajikan segera dalam keadaan hangat.

Rasa manis gula merah, gurih santan, pedas hangat jahe, serta aroma serai dan rempah akan terasa lebih seimbang ketika sarabba masih hangat.

Tips Membuat Sarabba yang Gurih dan Harum

Kunci membuat sarabba yang nikmat bukan hanya terletak pada banyaknya bahan, tetapi juga pada cara mengolah setiap komponennya. Beberapa hal berikut dapat diperhatikan agar hasilnya lebih konsisten.

Gunakan santan yang masih segar. Santan dengan aroma dan rasa yang bersih akan membuat cita rasa sarabba lebih gurih. Hindari santan yang sudah berbau asam karena dapat mengganggu rasa minuman.

Sesuaikan gula merah dengan jenis yang digunakan. Tingkat kemanisan dan karakter rasa gula merah dapat berbeda. Ada gula merah yang terasa manis ringan, sementara jenis lainnya memiliki rasa karamel yang lebih kuat. Karena itu, sebaiknya masukkan gula secara bertahap.

Jangan memasak santan dengan api besar. Panas berlebihan dapat membuat santan pecah sehingga tampilan sarabba kurang halus. Gunakan api kecil dan aduk secara berkala selama proses pemanasan.

Memarkan jahe dan serai. Bahan rempah yang dimemarkan akan lebih mudah mengeluarkan aroma dan rasa. Jahe juga sebaiknya tidak hanya dipotong tipis jika ingin mendapatkan rasa yang lebih kuat.

Gunakan telur secukupnya. Satu kuning telur sudah cukup untuk memberikan tambahan rasa gurih dan tekstur yang lebih kental. Terlalu banyak telur justru dapat membuat karakter minuman berubah.

Seimbangkan rasa manis, gurih, dan pedas. Sarabba yang nikmat tidak harus terasa sangat manis. Gula merah, santan, jahe, garam, dan rempah sebaiknya berada dalam proporsi yang saling melengkapi.

Sarabba Cocok Diminum Bersama Camilan

Sarabba memiliki karakter rasa yang cukup pekat sehingga cocok dipadukan dengan makanan ringan yang sederhana. Pisang goreng menjadi salah satu pilihan yang mudah dibuat dan memberikan perpaduan rasa manis serta gurih.

Ubi goreng, singkong rebus, atau singkong goreng juga dapat disajikan sebagai teman minum. Tekstur makanan yang padat akan terasa seimbang ketika disantap bersama sarabba yang hangat dan lembut.

Untuk suasana santai di rumah, sarabba dapat disajikan dalam cangkir berukuran besar. Aroma jahe dan rempah yang keluar dari minuman hangat akan membuat waktu menikmati camilan terasa lebih istimewa.

Resep ini juga cukup fleksibel. Jika tidak menyukai rasa rempah yang terlalu kuat, kayu manis dan cengkih dapat dikurangi. Sebaliknya, jika menyukai minuman yang lebih pedas dan hangat, jumlah jahe dapat ditambah sesuai selera.

Mengenal Sarabba sebagai Minuman Tradisional

Sarabba dikenal sebagai minuman tradisional yang lekat dengan kuliner Makassar. Ciri utamanya adalah penggunaan jahe yang berpadu dengan santan dan gula merah. Kombinasi tersebut menghasilkan minuman dengan karakter berbeda dari wedang jahe yang umumnya berbasis air dan rempah.

Dalam sejumlah racikan, sarabba juga menggunakan rempah tambahan seperti serai, kayu manis, cengkih, daun pandan, merica, serta kuning telur. Komposisinya dapat berbeda antara satu resep dan resep lainnya sehingga rasa sarabba yang ditemukan di rumah maupun tempat makan bisa memiliki karakter yang tidak persis sama.

Bahan-bahan tersebut juga membuat sarabba memiliki aroma yang kompleks. Jahe memberikan sensasi hangat, santan menghadirkan rasa gurih, gula merah memberikan manis dan warna, sedangkan rempah membantu memperkaya aromanya.

Karena itulah, sarabba bukan sekadar minuman manis. Perpaduan berbagai bahan tersebut membuatnya cocok dinikmati perlahan, terutama ketika menginginkan minuman tradisional dengan cita rasa rempah yang kuat.

Tanya Jawab Seputar Sarabba

1. Apa itu sarabba?

Sarabba adalah minuman tradisional yang dikenal sebagai salah satu minuman khas Makassar. Racikan dasarnya menggunakan jahe, gula merah, dan santan, kemudian dapat diperkaya dengan berbagai rempah seperti serai, pandan, kayu manis, dan cengkih.

2. Apakah sarabba harus menggunakan kuning telur?

Tidak harus. Kuning telur merupakan bahan tambahan yang dapat digunakan jika ingin mendapatkan tekstur lebih kental dan rasa yang lebih gurih. Tanpa telur, sarabba tetap dapat dibuat menggunakan santan, jahe, gula merah, dan rempah.

3. Bagaimana agar santan tidak pecah saat membuat sarabba?

Gunakan api kecil hingga sedang dan aduk secara teratur selama santan dipanaskan. Hindari membiarkan santan mendidih terlalu lama dengan api besar.

4. Apakah jahe pada sarabba bisa ditambah?

Bisa. Jumlah jahe dapat disesuaikan dengan selera. Jika menyukai rasa yang lebih pedas dan hangat, jumlah jahe dapat ditambah. Sebaiknya jahe dimemarkan terlebih dahulu agar rasa dan aromanya lebih mudah keluar.

5. Sarabba enaknya diminum dengan apa?

Sarabba cocok disajikan bersama berbagai camilan seperti pisang goreng, ubi goreng, singkong goreng, atau singkong rebus. Rasa gurih dan hangat dari sarabba dapat menjadi pasangan yang pas untuk makanan ringan tersebut.

Â