CLSA Ltd Beli 41,40 Juta Saham HERO

Salah satu pemegang saham PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO), yakni CLSA Ltd kini memiliki 26,70% saham HERO.

Diterbitkan 01 Juli 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu pemegang saham PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO), pengelola gerai IKEA yakni CLSA Ltd menambah kepemilikan saham HERO. Langkah ini dilakukan untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu, (1/7/2026), CLSA Ltd membeli saham HERO sebanyak 41.405.000 saham dengan harga Rp 303 per saham. Nilai pembelian saham HERO itu sekitar Rp 12,54 miliar.

"Tujuan transaksi investasi, dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi pembelian saham HERO, CLSA Ltd mengenggam 1,11 miliar saham HERO atau setara 26,70%. Sebelumnya CLSA Ltd memiliki 1,07 miliar saham HERO atau setara 25,71%. Adapun CLSA Ltd merupakan salah satu pengendali saham perseroan.

Mengutip data RTI, harga saham HERO ditutup stagnan di posisi Rp 298 per saham pada perdagangan saham Selasa, 30 Juni 2026. Harga saham HERO berada di level tertinggi Rp 300 dan terendah Rp 294 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 68 kali dengan volume perdagangan 890 saham. Nilai transaksi Rp 26,4 juta.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 3,05% menjadi 5.643,19. Indeks saham LQ45 merosot 3,47% menjadi 553,10. Seluruh indeks saham acuan tertekan. Pada Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.811,66 dan level terendah 5.638,57. Sebanyak 564 saham melemah sehingga bebani IHSG. 136 saham menguat dan 99 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.623.526 kali dengan volume perdagangan saham 22,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 15,3 triliun.

Sektor Saham

Seluruh sektor saham memerah. Sektor saham basic turun 5,54%, dan catat penurunan terbesar. Sektor saham energi merosot 3,51%, sektor saham industri terpangkas 1,71%, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 0,14%, sektor saham consumer siklikal susut 2,79%.

Kemudian sektor saham kesehatan merosot 1,79%, sektor saham keuangan turun 1,89%, sektor saham properti terpangkas 2,68%, sektor saham teknologi merosot 0,60%. Lalu sektor saham infrastruktur turun 2,22% dan sektor saham transportasi terpangkas 0,85%.