Sukses

Daftar Harga Jual Emas Antam per 13 April 2021

Liputan6.com, Jakarta Harga emas Antam atau produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun pada hari ini. Harga emas Antam yang dibeli masyarakat tercatat turun Rp 2.000 menjadi Rp 924 ribu per gram, pada Selasa, 13 April 2021.

Demikian pula harga emas Antam buyback juga susut Rp 2.000 menjadi Rp 814 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 814 ribu per gram.

Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.28 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.

Antam juga menyediakan emas dalam bentuk lain, seperti koin dinar, dirham maupun emas koleksi lainnya.

Sementara harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 9.590.000, dan ukuran 20 gram dijual Rp 18.540.000.

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

Daftar Harga Emas Antam:

* Pecahan 0,5 gram Rp 512.000

* Pecahan 1 gram Rp 924.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.788.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.657.000

* Pecahan 5 gram Rp 4.395.000

* Pecahan 10 gram Rp 8.735.000

* Pecahan 25 gram Rp 21.712.000

* Pecahan 50 gram Rp 43.345.000

* Pecahan 100 gram Rp 86.612.000

* Pecahan 250 gram Rp 216.265.000

* Pecahan 500 gram Rp 432.320.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 864.600.000

2 dari 3 halaman

Harga Emas Merosot karena Surat Utang AS Lebih Menarik

Harga emas turun pada penutupan perdagangan hari Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Pendorong pelemahan harga emas ini karena kenaikan imbal hasil surat utang AS yang membebani daya tarik emas.

Sementara itu, investor masih menunggu pengumuman inflasi AS dan data penjualan ritel untuk mengukur kecepatan pertumbuhan ekonomi AS.

Mengutip CNBC, Selasa (13/4/2021), harga emas di pasar spot turun 0,6 persen menjadi USD 1.732,14 per ounce pada pukul 01.57 malam. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,7 persen menjadi USD 1.732 per ounce.

Analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff menjelaskan, kenaikan imbal hasil obligasi AS memberikan tekanan untuk pasar logam yang tidak menghasilkan dividen atau imbal hasil.

"Kenaikan obligasi membuat emas sedikit kehilangan momentum dan itu mendorong pelaku pasar secara teknis atau jangka pendek untuk melakukan aksi jual, menempatkan harga emas di bawah tekanan." kata dia.

Saat ini, pelaku pasar tengah menunggu data penjualan ritel yang akan diumumkan pada hari Kamis. Jika data tersebut membaik maka akan mengancam daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai.

Gubernur Federal Reserve (the Fed) Jerome Powell mengatakan, ekonomi AS berada pada titik perubahan, dengan harapan lebih banyak pertumbuhan dalam beberapa bulan mendatang.

Namun, Jerome tetap melihat risiko lonjakan kasus Covid-19 jika ada pembukaan kembali yang tergesa-gesa.

The Fed melihat inflasi akan berjalan di atas target 2 persen untuk sementara waktu. Hal ini terjadi meskipun tanpa campur tangan the Fed untuk mengendalikannya.

Analis StoneX Rhona O'Connell mengatakan, harga emas kemungkinan mendapat keuntungan jika inflasi naik jauh lebih tinggi dari target. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: