Rincian Lengkap Harga Emas di Pegadaian per 11 Januari 2021

Pada Senin, 11 Januari 2021, harga emas di Pegadaian terpantau sebagian besar stabil jika dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya.

Diterbitkan 11 Januari 2021, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Pegadaian (Persero) yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menawarkan jasa jual dan beli emas. Layanan ini melengkapi jasa gadai yang telah ditawarkan sebelumnya.

Ada beberapa jenis emas yang dijual oleh perusahaan yang berdiri sejak 1901 di Sukabumi Jawa Barat ini. Jenis emas yang terdaftar adalah emas Antam, emas Retro, emas Batik, dan emas UBS. Semua jenis emas itu hanya tersedia di outlet Pegadaian.

Setiap harinya harga emas yang dijual terus berubah. Pada Senin, 11 Januari 2021, harga emas di Pegadaian terpantau sebagian besar stabil jika dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya.

Berikut ini daftar lengkap dan terbaru harga emas PT Pegadaian (Persero) pada 11 Januari 2021:

Harga Emas Antam

- 0,2 gram = Rp1.960.000

- 3,0 gram = Rp2.915.000

- 5,0 gram = Rp4.822.000

- 10,0 gram = Rp9.586.000

- 25,0 gram = Rp23.832.000

- 50,0 gram = Rp47.581.000

- 100,0 gram = Rp95.079.000

- 250,0 gram = -

- 500,0 gram = -

- 1000,0 gram = -

 

Harga Emas Antam Retro

- 0,5 gram = Rp465.000

- 1,0 gram = Rp928.000

- 2,0 gram = Rp1.856.000

- 3,0 gram = Rp2.783.000

- 5,0 gram = Rp4.639.000

- 10,0 gram = Rp9.276.000

- 25,0 gram = Rp23.187.000

- 50,0 gram = Rp46.374.000

- 100,0 gram = Rp92.747.000

 

Harga Emas Antam Batik

- 0,5 gram = Rp632.000

- 1,0 gram = Rp1.169.000

 

Harga Emas UBS

- 0,5 gram = Rp511.000

- 1,0 gram = Rp956.000

- 2,0 gram = Rp1.897.000

- 5,0 gram = Rp4.687.000

- 10,0 gram = Rp9.323.000

- 25,0 gram = Rp23.260.000

- 50,0 gram = Rp46.423.000

- 100,0 gram = Rp92.808.000

- 250,0 gram = Rp231.951.000

- 500,0 gram = Rp463.355.000

 

Reporter: Aprilia Wahyu Melati

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Harga Emas Bakal Kembali Cetak Rekor Tertinggi, Ini Penyebabnya

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS pada 20 Januari 2021 akan mendorong kenaikan harga emas. Harga emas diprediksi akan mencapai level tertingginya pada kuartal I 2021, yaitu USD 2.045 per troy ounce (toz).

Pada kuartal I ini, katanya, AS akan mengeluarkan banyak kebijakan yang kemungkinan membawa indeks dolar melemah dan harga emas mengalami kenaikan.

"Penurunan besar indeks dolar AS akan terjadi ke 87, saat itu lah emas menyentuh level USD 2.045 per troy ounce. Kalau tidak, emas akan susah mencapai level tersebut, di angka USD 2.000 per troy ounce sudah cukup bagus," jelas Ibrahim saat dihubungi Liputan6.com pada Jumat (8/1/2021).

Kenaikan harga emas tidak akan berlangsung lama. Fluktuasi akan mencapai level terendah pada kuartal III 2021 dengan harga USD 1.600 per troy ounce. Hal ini disebabkan vaksinasi sudah merata, dan masyarakat sudah mulai bekerja seperti biasa.

Perekonomian sudah mulai menggeliat, lalu pilihan investasi pun akan beralih ke saham dan obligasi.

"Jika vaksinasi sudah berjalan dengan baik, maka perekonomian akan turut membaik," tutur Ibrahim.

Harga Emas Tergelincir Dolar AS yang Perkasa

Harga emas tergelincir terbebani Dolar AS yang menguat serta imbal hasil Treasury AS yang lebih tinggi. Meski demikian, kerugian harga emas sedikit tertutupi prediksi jika kucuran stimulus fiskal akan lebih besar di bawah pemerintahan yang dipimpin Demokrat.

Melansir laman CNBC, Jumat (8/1/2021), harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD 1.913,87 per ounce. Emas berjangka AS ditutup naik 0,3 persen menjadi USD 1.913,60.

Harga emas tergelincir sebanyak 2,5 persen usai mencapai level tertinggi sejak 9 November. Itu karena imbal hasil Treasury AS 10-tahun melonjak di atas 1 persen untuk pertama kalinya sejak Maret.

"Imbal hasil treasury yang lebih tinggi menarik beberapa "uang pelarian dari pasar emas," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.  Meski sayangnya, penguatan Dolar AS membebani emas.

Indeks dolar rebound dari level terendah multi-tahun, membuat bullion kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Kemenangan Demokrat dalam putaran kedua Senat AS memicu ekspektasi inflasi karena investor menaikkan taruhan akan stimulus fiskal yang lebih banyak. Sementara Kongres AS telah mengesahkan kemenangan Presiden terpilih Joe Biden.

"Kemenangan ganda Demokrat di Georgia meningkatkan ekspektasi dukungan stimulus yang lebih besar dan belanja infrastruktur yang lebih tinggi," kata Analis Standard Chartered Suki Cooper, menambahkan ekspektasi inflasi yang lebih tinggi yang dihasilkan akan mendukung momentum kenaikan emas. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6