Sukses

Tren Positif, IHSG Diramal Bakal Menghijau

Liputan6.com, Jakarta - Pasar keuangan menunjukan kinerja bagus saat ini. Analis menilai, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali cerah pada perdagangan saham Selasa (20/8/2019).

"Kami melihat secara teknikal berhasilnya IHSG menguat di atas level 6.250 selama hampir kurang seminggu maka dapat dikatakan momentum penguatan yang terbangun dapat menuju level psikilogis 6.400," papar Senior Research KGI Sekuritas Yuganur Wijanarko.

Oleh karena itu, lanjut dia, potensi pelemahan indeks masih akan sangat kecil terjadi pada perdagangan saham hari ini.

"Risiko untuk koreksi ke 6.100-6.020 hilang untuk sementara waktu ini. Kami memproyeksi IHSG akan positif di 6.250-6.350," ujarnya.

Senada, Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya mengungkapkan IHSG berpeluang ditransaksikan di zona hijau dalam kisaran 6.123 - 6.372.

"Support level terlihat cukup kuat dapat dipertahankan untuk kembali dapat merangkak naik dan menembus resistance level terdekat," terangnya.

Dalam jalur uptrend ini, pihaknya merekomendasikan untuk mengoleksi saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Astra International Tbk (ASII), dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Di sisi lain, KGI Sekuritas menganjurkan saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), serta saham PT Semen Gresik Tbk (SMGR)

2 dari 3 halaman

Perdagangan Kemarin

IHSG ditutup menguat pada perdagangan senin kemarin. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.235.

Pada penutupan perdagangan saham Senin (19/8/2019), IHSG menguat 10,05 poin atau 0,16 persen ke level 6.296,71. Indeks saham LQ45 juga menguat 0,39 persen ke posisi 984,12.

Sebanyak 197 saham menghijau sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 209 saham melemah dan 151 saham diam di tempat. 

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 409.880 kali dengan volume perdagangan 15 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7 triliun.

Investor asing jual saham Rp 93,56 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.235.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, lima sektor mengalami menguat. Penguatan tersebut dipimpin oleh sektor industri dasar yang naik 1,32 persen. Disusul sektor infrastruktur naik 0,83 persen dan sektor konstruksi naik 0,62 persen.

Sementara sebanyak lima sektor melemah dipimpin oleh sektor perkebunan yang turun 1,32 persen, sektor aneka industri turun 1,15 persen dan sektor pertambangan turun 0,56 persen.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tragedi Kabut Asap
Loading
Artikel Selanjutnya
Jelang Akhir Pekan, IHSG Ditutup Melemah ke 6.231,47
Artikel Selanjutnya
9 Sektor di Zona Hijau, IHSG Dibuka Menguat ke 6.253,63