Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham 1 Juli 2026

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan koreksi pada perdagangan saham, Rabu, (1/7/2026). Berikut strategi rekomendasi saham.

Diterbitkan 01 Juli 2026, 07:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Rabu, (1/7/2026). IHSG hari ini akan menguji 5.472-5.540. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG anjlok 3,05% menjadi 5.643, dan masih didominasi oleh tekanan jual pada perdagangan saham Selasa, 30 Juni 2026.

“Best case posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam, sehingga diperkirakan IHSG masih rawan koreksi menguji 5.472-5.540,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya.

Namun, ia mengingatkan untuk mencermati skenario merah di mana IHSG saat ini membentuk bagian awal dari wave [iv] dari wave 3. Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.486,5.317 dan level resistane 6.007,6.286 pada perdagangan saham Rabu pekan ini.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistane 5.370-5.735.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Buy on Weakness

Saham AADI terkoreksi 2,20% ke 7.775 dan didominasi oleh tekanan jual yang meningkat, pergerakannya pun berada di bawah MA20.

“Kami memperkirakan, posisi AADI saat ini berada pada bagian dari wave B dari wave (B) pada skenario hitam,” ujar dia.

Buy on Weakness: 7.300-7.675

Target Price: 8.325, 8.850

Stoploss: below 7.000

 

2.PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) - Buy on Weakness

Saham DSSA terkoreksi 3,64% ke 795 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakan DSSA pun masih berada di fase sidewaysnya. “Kami memperkirakan, posisi DSSA saat ini berada pada bagian dari wave B dari wave (4),” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 600-720

Target Price: 910, 1.140

Stoploss: below 560

 

3.PT Elnusa Tbk (ELSA) - Buy on Weakness

Saham ELSA terkoreksi 1,89% ke 520 dan masih didominasi oleh tekanan jual yang meningkat. Posisi ELSA saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave (5) dari wave [C].

Buy on Weakness: 486-510

Target Price: 545, 605

Stoploss: below 476

 

4.PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) - Buy on Weakness

Saham RAJA terkoreksi 1,10% ke 3.600 dan disertai dengan adanya peningkatan tekanan jual, pergerakan RAJA pun ditutup di MA20-nya.

“Kami perkirakan, posisi RAJA saat ini berada pada bagian dari wave B dari wave (A),” kata dia.

Buy on Weakness: 3.250-3.460

Target Price: 4.340, 4.750

Stoploss: below 2.950

 

 

Penutupan IHSG 30 Juni 2026

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin tertekan pada perdagangan saham Selasa, (30/6/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah seluruh sektor saham yang tertekan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah mencapai 17.883.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini anjlok 3,05% menjadi 5.643,19. Indeks LQ45 turun 3,47% menjadi 563,10. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.811,66 dan level terendah 5.638,57. Sebanyak 564 saham melemah sehingga bebani IHSG. 136 saham menguat dan 99 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.622.275 kali dengan volume perdagangan saham 22,3 miliar saham.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG hari ini terkoreksi 3,05%, seperti yang telah disampaikan secara teknikal, pergerakan IHSG masih berada di fase downtrendnya. Dari sisi sentimen sendiri, pergerakan IHSG diperkirakan masih dipengaruhi oleh outflow dari asing masih cukup besar dalam sepekan kemarin Rp 3,2 triliun, di sisi lain nilai tukar Rupiah juga masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat yang saat ini berada di level 17.953.

"Selain itu, diperkirakan investor masih menanti data pekerjaan AS dan inflasi Indonesia, kemudian masih terdapat kekhawatiran akan kajian lembaga pemeringkat asing terhadap Indonesia,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Nilai transaksi harian saham Rp 15,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.883. Di sisi lain, nilai transaksi harian mencapai Rp 15,2 triliun.

Seluruh sektor saham memerah. Sektor saham basic turun 5,54%, dan catat penurunan terbesar. Sektor saham energi merosot 3,51%, sektor saham industri terpangkas 1,71%, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 0,14%, sektor saham consumer siklikal susut 2,79%.

Kemudian sektor saham kesehatan merosot 1,79%, sektor saham keuangan turun 1,89%, sektor saham properti terpangkas 2,68%, sektor saham teknologi merosot 0,60%. Lalu sektor saham infrastruktur turun 2,22% dan sektor saham transportasi terpangkas 0,85%.