IHSG Berbalik Arah Menghijau, Mayoritas Sektor Saham Menguat

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat dibuka melemah tipis. Kemudian IHSG berbalik arah menguat pada Rabu, (1/7/2026).

Diterbitkan 01 Juli 2026, 09:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) fluktuatif pada awal sesi perdagangan saham Rabu, (1/7/2026). Pergerakan IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham menghijau dan bursa saham Asia Pasifik bervariasi.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka melemah tipis 0,05% menjadi 5.640. Pada pantauan pukul 09.05 WIB, IHSG naik 0,41% menjadi 5.666. Indeks saham LQ45 menanjak 0,52% menjadi 556,49. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 5.705,35 dan level terendah 5.638,52. Sebanyak 324 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 157 saham melemah. 167 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 115.926 kali dengan volume perdagangan saham 1,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.958.

Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham basic naik 1,58%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi menanjak 0,88%, sektor saham industri menguat 0,77%, sektor saham consumer siklikal mendaki 0,96%.

Kemudian sektor saham kesehatan melambung 0,14%, sektor saham keuangan bertambah 0,23%, dan sektor saham properti melompat 0,10%. Lalu sektor saham teknologi naik 0,26%, sektor saham infrastruktur bertambah 0,92% dan sektor saham transportasi melonjak 0,39%. Sementara itu, sektor saham consumer nonsiklikal turun 0,30%.

Awal sesi perdagangan, saham ASII dibuka naik 10 poin menjadi Rp 4.530 per saham. Harga saham ASII berada di level tertinggi Rp 4.600 dan terendah Rp 4.510 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.427 kali dengan volume perdagangan saham 34.421 saham. Nilai transaksi Rp 15,7 miliar. Saat ini, saham ASII turun 0,22% menjadi Rp 4.510 per saham.

Harga saham BBNI melemah 0,32% menjadi Rp 3.150 per saham. Saham BBNI dibuka stagnan di Rp 3.160 per saham. Harga saham BBNI berada di level tertinggi Rp 3.180 dan terendah Rp 3.130 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.881 kali dengan volume perdagangan saham 51.758 saham. Nilai transaksi Rp 16,4 miliar.

Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Rabu, (1/7/2026). IHSG hari ini akan menguji 5.472-5.540. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG anjlok 3,05% menjadi 5.643, dan masih didominasi oleh tekanan jual pada perdagangan saham Selasa, 30 Juni 2026.

“Best case posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam, sehingga diperkirakan IHSG masih rawan koreksi menguji 5.472-5.540,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya.

Namun, ia mengingatkan untuk mencermati skenario merah di mana IHSG saat ini membentuk bagian awal dari wave [iv] dari wave 3. Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.486,5.317 dan level resistane 6.007,6.286 pada perdagangan saham Rabu pekan ini.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistane 5.370-5.735.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Buy on Weakness

Saham AADI terkoreksi 2,20% ke 7.775 dan didominasi oleh tekanan jual yang meningkat, pergerakannya pun berada di bawah MA20.

“Kami memperkirakan, posisi AADI saat ini berada pada bagian dari wave B dari wave (B) pada skenario hitam,” ujar dia.

Buy on Weakness: 7.300-7.675

Target Price: 8.325, 8.850

Stoploss: below 7.000

 

2.PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) - Buy on Weakness

Saham DSSA terkoreksi 3,64% ke 795 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakan DSSA pun masih berada di fase sidewaysnya. “Kami memperkirakan, posisi DSSA saat ini berada pada bagian dari wave B dari wave (4),” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 600-720

Target Price: 910, 1.140

Stoploss: below 560

 

3.PT Elnusa Tbk (ELSA) - Buy on Weakness

Saham ELSA terkoreksi 1,89% ke 520 dan masih didominasi oleh tekanan jual yang meningkat. Posisi ELSA saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave (5) dari wave [C].

Buy on Weakness: 486-510

Target Price: 545, 605

Stoploss: below 476

 

4.PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) - Buy on Weakness

Saham RAJA terkoreksi 1,10% ke 3.600 dan disertai dengan adanya peningkatan tekanan jual, pergerakan RAJA pun ditutup di MA20-nya.

“Kami perkirakan, posisi RAJA saat ini berada pada bagian dari wave B dari wave (A),” kata dia.

Buy on Weakness: 3.250-3.460

Target Price: 4.340, 4.750

Stoploss: below 2.950

 

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • IHSG Hari Ini
  • Sektor Saham
  • Perdagangan Saham