Sukses

155 Saham Menguat, IHSG Dibuka Naik ke 6.263,39

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada pembukaan perdagangan saham Rabu pekan ini. Nilai tukar rupiah di level 14.230 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pada pra pembukaan perdagangan, Rabu(14/8/2019), IHSG naik 44,54 poin atau 0,72 persen ke level 6.255,51. Pada pembukaan pukul 09.00 waktu JATS, IHSG naik 52,42 poin atau 0,84 persen ke posisi 6.263,39.

Sementara itu, indeks saham LQ45 juga naik 1,25 persen ke posisi 989,22. Seluruh indeks acuan berada di zona hijau.

Pada awal pembukaan perdagangan sebanyak 155 saham menguat. Selain itu 13 saham melemah dan 74 saham diam di tempat.

Pada awal perdagangan hari ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.266,24 dan terendah 6.255,03.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 11.488 kali dengan volume perdagangan 48,8 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 135,5 miliar.

Investor asing jual saham Rp 15,212 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.230.

Seluruh sektor saham menguat sehingga membawa IHSG ke zona hijau. Sektor saham yang lonjakannya paling tinggi yaitu sektor industri dasar yang naik 1,35 persen. Kemudian disusul sektor manufaktur menguat 0,96 persen dan sektor keuangan naik 0,93 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham EAST naik 8,82 persen ke posisi Rp 222 per saham, saham SKYB menguat 8 persen ke posisi Rp 135 per saham dan saham APEX naik 7,87 persen ke posisi Rp 685 per saham.

Sementara saham-saham yang melemah antara lain PAMG melemah 10,62 persen ke level Rp 286 per saham, MDIA melemah 7,14 persen ke level Rp 143 per saham dan WAPO turun 6,98 persen ke angka Rp 80 per saham.

 

2 dari 3 halaman

IHSG Diramal Masih Tertekan

Analis memproyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali tertekan pada perdagangan saham hari ini.

Pelemahan indeks hari ini, dari sentimen global, masih akan dipengaruhi fluktuitas tensi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok.

"Tekanan dari global diperkirakan masih akan mempengaruhi pergerakan IHSG. Selain itu, situasi yang kurang kondusif di Hongkong juga menjadi sentimen negatif pergerakan indeks," tutur Vice President Research PT Artha Sekuritas Frederik Rasali di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Karenanya, pihaknya memprediksi IHSG berpeluang terkonsolidasi melemah dalam rentang support dan resistance di 6.189-6.242.

Di sisi lain, dari segi teknikal, Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Nafan Gustama mengatakan, IHSG berpotensi untuk ditutup melemah tercermin dari pola long black maribozu.

"Kami memperkirakan indeks masih akan bergerak negatif dengan diperdagangkan 6.119-6.283," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
3 Sektor Saham Melemah, IHSG Dibuka Dua Arah
Artikel Selanjutnya
Top 3: Harga Emas Turun 1 Persen