Sukses

6 Film Terbaik Oscar dengan Jumlah Piala Paling Sedikit 20 Tahun Terakhir, Ada yang Hanya Menang 2

Liputan6.com, Jakarta Selalu ada catatan menarik dari pergelaran Piala Oscar. Dalam 20 tahun terakhir misalnya, ada beberapa film yang menang kategori utama bermodal segelintir piala. Ini berbanding terbalik dengan Titanic misalnya, yang jadi Film Terbaik bermodal 10 Oscar kategori lain.

Bahkan, Spotlight yang jadi film terbaik Academy Awards 2016 hanya punya satu piala lain di kategori Skenario Asli Terbaik. Ada sejumlah film terbaik Oscar dengan jumlah piala paling sedikit. Harus diakui, enam judul ini kurang familier pula di telinga awam.

Laporan khas kami akhir pekan ini menghimpun 6 film terbaik Oscar dengan koleksi piala minim. Kira-kira, apakah fenomena ini akan terulang di malam puncak Oscar 2021?

2 dari 7 halaman

1. Crash (2004)

Pada 2005, komite Academy Awards bikin huru-hara dengan memilih Crash sebagai film terbaik. Cukup bisa dipahami mengingat karya Paul Haggis ini menang Film dengan Ensambel Pemain Terbaik di SAG Awards. Namun tetap saja pencinta sinema dan kritikus mengecam.

Pasalnya, Brokeback Mountain karya Ang Lee dinilai jauh lebih layak. BAFTA, Golden Globes, dan puluhan festival film sejagat pun mengakuinya. Apa boleh buat. Hanya bermodal dua piala untuk Naskah Asli dan Penyunting Gambar, Crash digelari Film Terbaik.

 

3 dari 7 halaman

2. Argo (2012)

Dunia kaget saat Ben Affleck gagal masuk nominasi Sutradara Terbaik Oscar 2013. Padahal, ia menang di Golden Globes, BAFTA, dan Directors Guild Awards, yakni penghargaan dari paguyuban sutradara AS. Sang aktor legawa dengan “keangkuhan” komite Academy Awards.

Namun Ben Affleck tak pulang dengan tangan kosong mengingat kategori Film Terbaik jatuh ke tangan Argo, yang diproduserinya. Dua kategori lain yang juga dimenangkan Argo, Skenario Adaptasi dan Penyunting Gambar Terbaik.

 

4 dari 7 halaman

3. 12 Years A Slave (2013)

Oscars 2014 didominasi Gravity, yang memborong tujuh piala kategori teknis. Namun, karya sineas Alfonso Cuaron ini gagal jadi film terbaik gara-gara ditikung 12 Years A Slave hanya dengan modal Skenario Adaptasi dan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik untuk Lupita Nyong’o.

Sejarah mencatat 12 Years A Slave sebagai film terbaik Oscar pertama yang disutradarai sineas kulit hitam, Steven McQueen. Film ini juga jadi sejarah bagi Brad Pitt yang meraih Oscar pertama sebagai produser.

 

5 dari 7 halaman

4. Spotlight (2015)

Spotlight memecundangi Mad Max: Fury Road yang di malam puncak Oscar 2016 menyapu setengah lusin piala kategori teknis. Karya Tom McCharty ini jadi Film Terbaik Oscar hanya dengan modal sebuah piala kategori Skenario Asli Terbaik. Ini fenomena langka.

Dalam catatan Showbiz Liputan6.com, film terbaik Oscar yang bermodal satu piala dari kategori lain terjadi 64 tahun silam. Pada 1952, The Greatest Show on Earth karya Cecil B. DeMille menyabet piala utama berbekal kemenangan di kategori Naskah Terbaik.

6 dari 7 halaman

5. Moonlight (2016)

Hadirin syok saat pidato kemenangan para produser La La Land disela panitia dengan alasan, pemenang sebenarnya adalah Moonlight karya Barry Jenkins. Tragedi salah amplop ini jadi insiden paling memalukan dalam sejarah pergelaran Oscar.

Moonlight “mendadak” memenangi kategori utama setelah menyabet dua piala kategori Skenario Adaptasi dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik, Mahershala Ali. Sang aktor adalah bintang film Muslim pertama peraih Oscar.

 

7 dari 7 halaman

6. Green Book (2018)

Belakangan film terbaik Oscar kurang diminati publik dan melempem di tangga box office. Moonlight konon film terbaik Academy Awards dengan pendapatan terendah. Pada 2018, ajang bergengsi ini menjawab keresahan tersebut. Dua kandidat terkuatnya laris manis.

Bohemian Rhapsody menggasak 904 juta dolar AS dan dihadiahi empat Oscar. Green Book menenteng 321 juta dolar AS dari peredaran seluruh dunia. Karya Peter Farrelly ini meraih tiga Piala Oscar untuk Skenario Asli, Pemeran Pendukung Pria (Mahershala Ali), dan Film Terbaik.