Sukses

6 Pidato Terbaik Piala Oscar: Julianne Moore Bahas Suami Berondong, Leonardo DiCaprio Ungkit Perubahan Iklim

Liputan6.com, Jakarta Yang dinanti pencinta sinema dari pergelaran Piala Oscar bukan hanya siapa pemenangnya. Pidato kemenangan para pekerja seni dunia di atas panggung Oscars tak kalah menarik. Dua tahun lalu, Olivia Coleman memetik kemenangan dramatis berkat The Favourite.

Sang aktris mengalahkan idolanya sendiri, Glenn Close, yang tujuh kali dinominasikan tapi tak kunjung menang. “Glenn Close, Anda telah menjadi idola saya sejak lama dan (kemenangan) ini bukan yang saya inginkan,” ujarnya kala menang Oscar pada 2019.

Tujuh tahun sebelumnya, Meryl Streep menggenggam Piala Oscar ketiga sambil berujar, “Saat nama saya disebut sebagai pemenang saya kayak mendengar setengah dari populasi Amerika bilang: Oh tidak, ayolah, kenapa dia menang lagi? Tapi masa bodoh.”

Laporan khas Showbiz Liputan6.com kali ini menampilkan 6 pidato kemenangan terbaik di Piala Oscar selama 20 tahun terakhir. Adakah salah satu pemenang berikut ini favorit Anda? Simak kuy, sambil menanti malam puncak Oscar 2021.

2 dari 7 halaman

1. Halle Berry (2002)

Monster’s Ball mengantar Halle Berry menjadi aktris kulit hitam pertama dalam sejarah yang menang Oscar Pemeran Utama Wanita Terbaik. Halle syok berat kala namanya di sebut. Air matanya berlinang kala menggenggam Oscar dan berujar, “Momen ini lebih besar dari saya.”

Kemenangan itu didedikasikan untuk Dorothy Dandridge, Lena Horne, Diahann Carroll, Jada Pinkett, Angela Bassett, dan Vivica Fox. “Untuk wanita kulit berwarna yang tak bernama dan tak terpandang, sekarang kalian punya kesempatan karena malam ini pintu telah terbuka,” tuturnya. Merinding…

3 dari 7 halaman

2. Julianne Moore (2015)

“Saya baca artikel yang menyebut menang Oscar bisa bikin hidup lima tahun lebih lama. Jika itu benar, terima kasih sekali kepada The Academy karena suami saya lebih muda dari saya,” ucap Julianne Moore yang menang lewat peran sebagai pengidap Alzheimer dalam Still Alice.

Julianne juga mendedikasikan Piala Oscar pertama tersebut buat para pejuang Azheimer. “Begitu banyak orang dengan penyakit ini merasa terisolasi dan terpinggirkan,” katanya kemudian menyebut, “Penderita Alzheimer pantas untuk dilihat, agar kita bisa menemukan obatnya.”

4 dari 7 halaman

3. Leonardo DiCaprio (2016)

Leonardo DiCaprio menggenggam Piala Oscar pertama tahun 2016 lewat The Revenant yang ia sebut simbol hubungan manusia dengan alam. Leo mengingatkan suhu dunia mencapai titik terpanas pada 2015. “Perubahan iklim adalah nyata,” Leo memperingatkan.

“(Ini) ancaman paling mendesak yang dihadapi seluruh spesies. Kita perlu kerja sama kolektif dan berhenti menunda-nunda,” cetus sang aktor. “Mari kita tidak menyiakan planet ini karena saya pun tak menyiakan penghargaan ini,” pungkas Mas Ganteng disambut gemuruh tepuk tangan.

5 dari 7 halaman

4. Viola Davis (2017)

“Ada satu tempat di mana orang-orang bertalenta besar berkumpul. Satu tempat dan itu kuburan,” kata Pemeran Pendukung Wanita Terbaik via Fences. Ia kerap ditanya orang soal peran yang diidamkan. Viola Davis menjawab galilah permakaman dan dapatkan kisah elok mereka.

Tentang mimpi besar yang tak sempat dituai. Tentang mereka yang jatuh cinta lalu tersesat. Malam itu, dengan mata berkaca, Viola Davis bersyukur menjadi seorang seniman. “Karena kami adalah satu-satunya profesi yang merayakan apa itu artinya menjalani hidup.”

6 dari 7 halaman

5. Lady Gaga (2019)

Segala peristiwa pahit dalam hidup ditebus Lady Gaga saat meraih nominasi ganda Oscar, Pemeran Utama Wanita Terbaik dan Lagu Tema Terbaik lewat “Shallow” yang dimenangkannya. Dalam pidatonya, sang diva mengirim pesan penting perihal kerja keras mewujudkan cita-cita.

“Jika Anda punya mimpi, perjuangkan. Ada disiplin untuk gairah. Ini bukan tentang berapa kali Anda ditolak atau jatuh atau dipukuli. Ini tentang berapa kali Anda berdiri dan berani dan Anda terus berjalan,” beri tahu bintang film A Star Is Born kepada generasi muda.

7 dari 7 halaman

6. Bong Joon Ho (2020)

Malam itu, seorang murid mengalahkan mahaguru. “Saat saya masih muda dan belajar film, ada pepatah terukir di hati saya: Yang paling personal adalah yang paling kreatif. Itu dari Martin Scorsese kami yang hebat,” ucap sutradara Parasite. Hadirin berdiri lalu bertepuk tangan untuk Martin.

“Ketika orang di AS tak mengenal film saya, Quentin [Tarantino] selalu memasukkan karya saya ke daftarnya. Dia di sini, terima kasih. Quentin, I love you,” kata Bong Joon Ho. Durasi pidato habis untuk menghormati nomine lain termasuk Sam Mendes (1917) dan Todd Phillips (Joker).

Jutaan warganet menyebut pidato Bong Joon Ho adalah yang paling indah sekaligus tulus. Salut.