Sukses

5 Film Ini Borong 6 Piala Oscar Bahkan Lebih tapi Gagal Raih Gelar Best Picture, Sayang Sekali

Liputan6.com, Jakarta Malam puncak Academy Awards ke-93 alias Oscar 2021 tinggal menghitung hari. Penghargaan Piala Oscar akan digelar di Los Angeles, AS, Senin (26/4/2021) waktu Indonesia. Sejumlah prediksi bermunculan. Bisa jadi, Anda telah punya jagoan sendiri.

Jelang pengumuman Piala Oscar, mulai Selasa (20/4/2021), Showbiz Liputan6.com merilis laporan khas fakta unik dan serba-serbi ajang bergengsi ini. Kami awali dengan mereka yang memborong setengah lusin Piala Oscar atau lebih tapi gagal meraih Film Terbaik.

Yang masih segar di ingatan tentu tragedi salah amplop La La Land. Tahukah Anda, dalam 93 kali penyelenggaraan hanya ada 5 film yang meraih enam Piala Oscar atau lebih tapi tak diakui sebagai Film Terbaik alias Best Picture? Mari kita simak.

2 dari 6 halaman

1. Cabaret (1972)

Jika Anda berpikir La La Land adalah yang paling tragis karena di-PHP-in komite Academy Awards sebagai Film Terbaik, pikirkan lagi. Pada 1973, ada kisah yang lebih tragis. Cabaret karya Bob Fosse yang meraih 10 nominasi Oscar dan menang 8, gagal jadi Film Terbaik.

Makin pilu karena sebelumnya, Cabaret ditetapkan sebagai Film Terbaik BAFTA dan Film Musikal atau Komedi Terbaik di Golden Globes. Lantas apa film terbaik Oscar tahun itu? The Godfather karya the one and only, Francis Ford Coppola. Oke sip, no debate.

3 dari 6 halaman

2. Star Wars (1977)

Star Wars bukti autentik betapa perkembangan teknologi ikut membentuk industri sinema. Kisah perang bintang di tangan sineas George Lucas sukses mencetak sejarah. Dengan biaya produksi 11 juta dolar AS, film ini meraup laba kotor 775 juta dolar AS.

Ini masih ditambah enam Piala Oscar plus penghargaan khusus untuk efek suara alien, robot, dan makhluk luar angkasa kreasi Benjamin Burtt Jr. Prestasi ini tak membuat komite Academy Awards rela menyerahkan piala Film Terbaik buat Star Wars. Yang menang kala itu, Annie Hall.

4 dari 6 halaman

3. Gravity (2013)

Oleh mayoritas kritikus Gravity dianggap pencapaian teknis. Namun diragukan untuk jadi film terbaik. Bisa jadi karena naskahnya “hanya” mengisahkan upaya manusia bertahan di luar angkasa lalu kembali ke Bumi. Harus diakui Gravity merupakan trend setter.

Setelahnya, ada Insterstellar dan The Martian, yang melenggang ke bursa Oscars. Gravity meraih tujuh Piala Oscar kategori teknis. Tak dinominasikan untuk Skenario Terbaik. Mungkin ini yang memberatkan langkahnya sebagai Film Terbaik. Ia dikalahkan 12 Years A Slave.

5 dari 6 halaman

4. Mad Max: Fury Road (2015)

Kisah Gravity terulang pada Mad Max: Fury Road yang dibintangi Tom Hardy dan Charlize Theron. Dikemas dalam visual aduhai yang menyedot penonton ke era post-apocalyptic wasteland, karya George Miller ini mudah saja memenangkan hati kritikus.

Di Oscars 2016, ia memborong piala Tata Kostum, Rias Wajah dan Rambut, Penyunting Gambar, Desain Produksi, Tata Suara, serta Sunting Suara. Titik. Piala Film Terbaik jatuh ke Spotlight bermodal kemenangan di satu kategori lain yakni Skenario Adaptasi Terbaik. Please.

6 dari 6 halaman

5. La La Land (2016)

Apa yang menimpa La La Land hingga kini menyisakan luka di hati penggemar fanatiknya. Ia meraih 14 nominasi Oscar dan ini terbanyak dalam sejarah. Patut diingat, selama ini film yang beroleh 14 nominasi Oscar berakhir dengan kemenangan di kategori Film Terbaik.

Itu terjadi pada All About Eve dan Titanic. Bau apes mulai menyengat kala ia kalah di kategori Skenario Asli Terbaik. Konon, ini kategori krusial. Benar saja. Gelar Film Terbaik mampir sejenak ke La La Land lewat tragedi salah amplop lalu menetap selamanya di Moonlight.