Sukses

6 Film Terbaik Drama Golden Globe Awards Ini Menang Best Picture Oscar, Ada yang Sapu Bersih 11 Piala

Liputan6.com, Jakarta Beberapa hari lalu, kami menurunkan laporan hanya ada 6 film Terbaik Musikal atau Komedi Golden Globe Awards yang menang Best Picture atau Film Terbaik Oscars dalam 50 tahun terakhir.

Ini berbanding terbalik dengan genre drama. Dalam catatan Showbiz Liputan6.com, ada 6 peraih piala Golden Globe Film Terbaik Drama yang sukses jadi Film Terbaik Oscars dalam 20 tahun terakhir.

Coraknya bervariasi dari kisah nyata, fiksi-fantasi, adaptasi novel, hingga tema gay. Jelang malam puncak Golden Globes yang dihelat di AS, 28 Februari atau 1 Maret 2021 waktu Indonesia, kami ajak Anda mengilas balik 6 film tersebut. Yuk!

2 dari 7 halaman

1. Gladiator

Dekade 1990 dan 2000-an era di mana selera komite Oscars berada di level rock and roll serta lagi asyik-asyiknya. Mereka tak haram untuk memenangkan film yang mungkin bobot naskahnya tak dijejali pesan moral atau isu faktual.

Gladiator yang menang Film Terbaik Drama Golden Globe 2001 secara dramatis menggasak Best Picture berbekal kemenangan di kategori teknis yakni Tata Suara, Efek Visual, Desain Kostum, dan Russell Crowe yang ujug-ujug menang (padahal kalah di Golden Globe, BAFTA, dan SAG Awards).

3 dari 7 halaman

2. The Lord of the Rings: The Return of The King

Tiga tahun setelahnya, lebih gila lagi. Jilid ketiga The Lord of the Rings menyapu bersih 4 nominasi Golden Globes yakni Sutradara, Tata Musik, Lagu Tema, dan Film Terbaik Drama. Di Oscars, ia makin brutal lantaran merampok 11 piala dari 11 nominasi!

Kemenangan The Lord of the Rings: The Return of The King belum terulang hingga kini. Ia penanda zaman bahwa pernah ada masa di mana Oscars begitu asyik, tak mengastakan genre hingga aksi fantasi pun bisa menduduki tahta tertinggi. Tak seperti 10 tahun terakhir.

 

4 dari 7 halaman

3. Slumdog Millionaire

Kisah remaja Mumbai yang tersandung dugaan kecurangan dalam kuis Who Wants to be A Millionaire ini meraih kemenangan paripurna. Usai menang Film Terbaik Drama Golden Globe, ia unggul pula di SAG Awards dan BAFTA.

Pencapaian 8 Piala Oscar termasuk Film Terbaik membuat karya Danny Boyle ini jadi keputusan terbaik Oscars di eranya. Dari 10 nominasi, yang meleset hanya kategori Sunting Suara Terbaik. Gagalnya “O Saya” meraih Soundtrack Terbaik dibalas kemenangan “Jai Ho.”

5 dari 7 halaman

4. Argo

Ben Affleck kerap jadi bulan-bulanan kritikus saat berakting. Namun urusan menulis naskah, memproduksi, dan menyutradarai film, ia disegani. Argo bukti kedua setelah Ben Affleck meraih Piala Oscar Penulis Naskah Asli Terbaik dalam Good Will Hunting (1997).

Pada 2012, ia memproduksi Argo yang menang Sutradara dan Film Terbaik Drama di Golden Globe Awards lalu menyabet Oscar Film Terbaik. Anehnya, Ben Affleck tak dinominasikan Sutradara Terbaik meski telah divalidasi Golden Globes dan BAFTA. Heeem...

 

6 dari 7 halaman

5. 12 Years a Slave

Film 12 Years A Slave nyaris menanggung malu di ajang Golden Globe Awards 2014. Beroleh 7 nominasi, karya Steve McQueen hanya menang di satu kategori untungnya, Film Terbaik Drama. Inilah bahan bakar pantang padam yang mengantarnya ke Oscars.

Di sana, 12 Years A Slave mencetak sejarah sebagai karya sutradara kulit hitam pertama yang diganjar Film Terbaik. Jangan lupa, film ini pula yang mengantar Brad Pitt meraih Piala Oscar pertama meski bukan kategori akting. Di sini, ia jadi produser.

7 dari 7 halaman

6. Moonlight

Kemenangan Moonlight, ironi yang selamanya membuat publik tak habis pikir. Ini gara-gara tragedi salah amplop yang dibacakan Warren Beatty dan Faye Dunaway. Semula, dua peraih Oscar ini menyebut La La Land sebagai Film Terbaik Oscar 2017. Panitia lantas mengoreksi.

Moonlight-lah pemenang sebenarnya. Hadirin syok lantaran La La Land meraih 14 nominasi Oscar, terbanyak dalam sejarah. Di Golden Globes, ia sapu bersih 7 piala dari 7 nominasi. Ini pun baru kali pertama terjadi. Moonlight meraih 6 nominasi dan hanya menang satu yakni Film Terbaik Drama. Duh!