Vega Darwanti Ungkap Keinginan Terakhir Mendiang Ibu: Beli Ambulans untuk Disumbangkan

Awalnya, Vega Darwanti merasa takut dengan pesan ibunda ini.

Diterbitkan 14 Juli 2026, 11:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ibunda Vega Darwanti ingin menyumbangkan ambulans sebelum meninggal dunia.
  • Vega merasakan firasat kepergian ibunya melalui pesan-pesan yang disampaikan.
  • Ibunda Vega sakit saraf kejepit dua bulan dan dirawat penuh oleh anak-anaknya.

Liputan6.com, Jakarta - Di balik rasa sakit yang dideritanya selama dua bulan terakhir, ibunda Vega Darwanti, RA Dian Arunda Dewanthy, rupanya menyimpan sebuah keinginan mulia sebelum pergi untuk selamanya. Sang bunda sempat melontarkan pertanyaan yang sempat membuat Vega merasa khawatir sekaligus terharu.

"Terus Mama sempat ngomong, 'Kalau ambulans harganya berapa sih?' gitu. Aku kan sempat takut, 'Kok Mama minta ambulans?' gitu. Ternyata Mama tuh pengen punya ambulans buat disumbangin," ungkap Vega Darwanti di TPU Kober Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (13/7/2026).

Firasat tentang kepergian sang ibu rupanya sudah dirasakan Vega lewat pesan-pesan yang sering disampaikan mendiang. Meskipun awalnya Vega mencoba untuk berpikiran positif, ternyata ucapan tersebut menjadi sebuah pertanda.

"Pesannya, sebenarnya Mama tuh dari awal sakit tuh udah aneh ngomongnya, udah kayak nitip-nitip pesan, udah kayak semua orang yang datang dinasihatin gitu. Tapi aku nggak mau negative thinking, aku pikir Mamaku cuma sebatas orang sakit kan pasti psikisnya nge-drop gitu. Tapi itu ternyata pertanda," jelas Vega.

 

Bergantian Jaga Ibunda

Vega juga menceritakan bagaimana ia dan saudaranya secara bergantian merawat sang ibu selama sakit. Mereka memilih tidak menggunakan jasa perawat medis karena ingin berbakti langsung kepada orang tua.

"Iya, jadi aku... aku kan Mama sakit tuh hampir dua bulan. Dan full yang ngurus tuh anak-anaknya aja, nggak pake bantuan perawat dari medis ataupun perawat yang bantuin gitu. Jadi kita benar-benar fuIll bertiga tuh estafet shift-shift-an gantian," tuturnya.

Berawal dari Saraf Kejepit

Kondisi kesehatan sang bunda memang menurun cukup drastis dalam waktu yang singkat. Penyakit saraf kejepit menjadi awal dari menurunnya kondisi fisik almarhumah hingga akhirnya berpulang.

"Sakitnya itu baru dua bulan, awalnya sebulan pertama itu sakit HNP, sakit saraf kejepit. Dari situ kan otomatis cuma bisa berbaring. Sebulan berikutnya itulah mulai kondisi Mama drop per minggu drop drop drop seperti itu," ungkap Vega.

Doa Vega untuk Ibunda

Kini, Vega hanya bisa mendoakan agar sang ibu mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan. Ia pun merasa tenang karena ibunya meninggal dengan kondisi yang sangat tenang.

"Pokoknya Mama tadi kan meninggalnya juga cantik, insya Allah kuburan juga cantik di akhirat juga mudah-mudahan Allah ampuni semua dosa-dosanya, Allah lapangkan kubur Mama, masuk surga. Amin ya rabbal alamin," ucap Vega Darwanti.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Filosofi Teras Tembus Cetakan ke-100 dan Difilmkan, Henry Manampiring Enggan Dipuji Sendirian

M Altaf Jauhar, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan