Liputan6.com, Jakarta - Serbet dapur menjadi perlengkapan rumah tangga yang hampir setiap hari bersentuhan langsung dengan air, minyak, sisa makanan, maupun berbagai kotoran lain. Intensitas pemakaian tinggi membuat kain lebih mudah menyerap bau apabila perawatannya kurang tepat. Oleh sebab itu, memahami cara menghilangkan bau apek pada serbet dapur, bisa membantu menjaga kebersihan sekaligus kenyamanan saat beraktivitas di area memasak.
Aroma kurang sedap sering kali tetap muncul meski serbet sudah dicuci memakai deterjen. Kondisi tersebut biasanya dipicu oleh sisa lemak, kelembapan, atau residu sabun yang masih tertinggal di dalam serat kain. Melalui cara menghilangkan bau apek pada serbet dapur, masalah tersebut dapat diatasi memakai bahan sederhana yang mudah ditemukan di rumah.
Selain proses mencuci, kebiasaan menyimpan maupun menjemur serbet turut memengaruhi muncul atau tidaknya bau apek. Penanganan yang tepat mampu mengurangi risiko pertumbuhan bakteri maupun jamur pada serat kain. Berikut panduan lengkap cara menghilangkan bau apek pada serbet dapur agar kain kembali bersih, segar dan nyaman digunakan setiap hari, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Selasa (14/7/2026).
Advertisement
Kenapa Serbet Dapur Tetap Bau Meski Sudah Dicuci?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4705722/original/046081900_1704336916-background-with-empty-wooden-table-with-tablecloth.jpg)
Serbet dapur yang masih mengeluarkan bau tidak sedap setelah dicuci merupakan masalah yang cukup sering terjadi. Penyebab utamanya adalah sisa minyak, lemak, serta partikel makanan yang telah meresap jauh ke dalam serat kain sehingga tidak seluruhnya terangkat saat proses pencucian. Seiring waktu, sisa lemak tersebut mengalami oksidasi dan menghasilkan aroma tengik yang membuat serbet tetap berbau meskipun terlihat bersih.
Selain itu, kelembapan yang terlalu lama juga menjadi faktor penting. Serbet yang dibiarkan dalam keadaan basah setelah digunakan atau tidak segera dijemur hingga kering akan menjadi tempat ideal bagi pertumbuhan bakteri, jamur, dan mikroorganisme lain. Aktivitas mikroorganisme inilah yang memunculkan bau apek pada kain.
Kebiasaan menggunakan satu serbet untuk berbagai keperluan, seperti mengelap tangan, membersihkan meja, menyerap minyak, hingga mengeringkan peralatan dapur, juga mempercepat penumpukan kotoran. Jika serbet jarang dicuci atau selalu digunakan dalam kondisi lembap, bakteri akan berkembang lebih cepat sehingga bau semakin sulit dihilangkan.
Sebelum mulai membersihkan serbet dapur yang berbau apek, siapkan terlebih dahulu beberapa bahan sederhana yang mudah ditemukan di rumah. Masing-masing bahan memiliki fungsi berbeda untuk membantu mengangkat minyak, membersihkan kotoran, mengurangi bau tidak sedap, serta menjaga serat kain tetap bersih tanpa perlu menggunakan cairan pemutih.
Bahan-bahan yang diperlukan antara lain:
- Air hangat secukupnya
- Baking soda
- Sabun cuci piring
- Deterjen pakaian
- Cuka putih (opsional).
Advertisement
Cara Menghilangkan Bau Apek pada Serbet Dapur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491258/original/036428100_1770089338-Cara_Mengatasi_Serbet_Dapur_yang_Bau_4.jpg)
1. Pisahkan Serbet dari Cucian Lain
Langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah memisahkan serbet dapur dari pakaian, handuk, maupun jenis kain lainnya sebelum proses pencucian dimulai. Serbet dapur umumnya mengandung sisa minyak, lemak, noda makanan, hingga berbagai kotoran yang berasal dari aktivitas memasak setiap hari. Apabila dicampur bersama cucian lain, kotoran tersebut berisiko berpindah ke kain lain sehingga hasil pencucian menjadi kurang maksimal.
Selain menjaga kebersihan pakaian, pemisahan ini juga membantu deterjen bekerja lebih efektif dalam mengangkat minyak dan noda membandel yang menempel pada serbet.
2. Rendam Menggunakan Air Hangat
Setelah serbet dipisahkan, rendam kain menggunakan air hangat selama kurang lebih 15 hingga 30 menit. Proses perendaman ini sangat penting untuk membantu melonggarkan minyak, lemak, sisa makanan, serta berbagai kotoran yang telah menempel kuat di dalam serat kain akibat penggunaan berulang.
Air hangat mampu membuat noda lebih mudah terangkat saat proses pencucian berlangsung. Selain itu, langkah sederhana ini juga membantu mengurangi bau tidak sedap yang berasal dari minyak yang telah mengendap cukup lama pada serbet.
3. Tambahkan Baking Soda
Selanjutnya, tambahkan baking soda secukupnya ke dalam air rendaman. Baking soda dikenal sebagai salah satu bahan alami yang efektif membantu menyerap aroma kurang sedap sekaligus menetralisir bau apek yang masih tertinggal pada serat kain.
Biarkan serbet tetap terendam selama beberapa saat agar baking soda bekerja lebih optimal. Tahapan ini dapat membantu mengurangi aroma tidak sedap tanpa merusak tekstur maupun kekuatan serat kain apabila digunakan sesuai kebutuhan.
4. Bersihkan Noda Minyak Menggunakan Sabun Cuci Piring
Apabila serbet sering digunakan untuk mengelap minyak goreng, cipratan makanan berlemak, atau permukaan kompor, gunakan sedikit sabun cuci piring pada area yang paling kotor. Oleskan secukupnya, kemudian kucek secara perlahan hingga minyak mulai terangkat dari permukaan kain.
Sabun cuci piring memiliki kemampuan melarutkan lemak lebih baik dibandingkan deterjen pakaian biasa sehingga sangat membantu membersihkan noda minyak yang sulit hilang. Setelah proses ini selesai, serbet siap dicuci menggunakan deterjen.
5. Cuci Menggunakan Deterjen
Sesudah proses perendaman selesai, lanjutkan pencucian menggunakan deterjen pakaian seperti biasa. Gosok seluruh bagian serbet secara merata agar setiap serat kain benar-benar bersih dari sisa minyak, noda makanan, debu, maupun kotoran lainnya.
Pencucian secara menyeluruh membantu mengurangi kemungkinan munculnya bau apek setelah serbet mengering serta menjaga kain tetap higienis untuk digunakan kembali.
6. Bilas Hingga Bersih
Bilas serbet menggunakan air bersih yang mengalir sebanyak beberapa kali sampai seluruh busa benar-benar hilang. Tahapan ini tidak boleh dilewatkan karena sisa deterjen yang masih menempel pada kain dapat menjadi tempat melekatnya debu, minyak, maupun kotoran baru.
Pastikan tidak ada lagi residu sabun yang tertinggal agar serbet tetap bersih, lembut, dan tidak mudah mengeluarkan bau setelah disimpan.
7. Jemur Hingga Benar-Benar Kering
Langkah terakhir adalah menjemur serbet di bawah sinar matahari langsung atau pada lokasi yang memiliki sirkulasi udara sangat baik. Proses pengeringan secara menyeluruh membantu mengurangi kelembapan yang menjadi salah satu penyebab utama pertumbuhan bakteri dan jamur penyebab bau apek.
Pastikan serbet benar-benar kering sebelum dilipat atau disimpan di dalam lemari. Hindari menyimpan kain dalam kondisi masih lembap agar aroma tidak sedap tidak kembali muncul. Apabila perawatan ini dilakukan secara rutin, serbet dapur akan tetap bersih, segar, higienis, dan lebih awet digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Kesalahan yang Membuat Serbet Tetap Bau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491260/original/021090300_1770089367-Cara_Mengatasi_Serbet_Dapur_yang_Bau_6.jpg)
Meskipun serbet dapur sudah dicuci secara rutin, bau apek terkadang tetap muncul akibat beberapa kebiasaan yang sering dilakukan tanpa disadari. Kesalahan-kesalahan kecil ini membuat minyak, bakteri, jamur, maupun residu sabun tetap tertinggal di dalam serat kain sehingga aroma tidak sedap kembali muncul setelah serbet mengering. Agar proses pencucian memberikan hasil yang maksimal, hindari beberapa kebiasaan berikut.
1. Menyimpan Serbet Saat Masih Lembap
Banyak orang langsung melipat atau menyimpan serbet setelah dijemur tanpa memastikan kondisinya benar-benar kering. Padahal, sisa kelembapan pada serat kain menjadi tempat yang ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang. Akibatnya, bau apek akan muncul kembali meskipun serbet baru saja dicuci.
2. Menjemur di Tempat yang Kurang Mendapat Sirkulasi Udara
Menjemur serbet di dalam ruangan tertutup atau area yang minim aliran udara membuat proses pengeringan berlangsung lebih lama. Kain yang tidak cepat kering akan mempertahankan kelembapan sehingga meningkatkan risiko munculnya bau tidak sedap.
3. Menggunakan Deterjen Terlalu Banyak
Sebagian orang mengira semakin banyak deterjen, hasil cucian akan semakin bersih. Kenyataannya, penggunaan deterjen secara berlebihan justru meninggalkan residu pada serat kain apabila tidak dibilas hingga bersih. Residu tersebut dapat mengikat debu, minyak, dan kotoran sehingga serbet lebih mudah berbau.
4. Tidak Membilas Serbet Hingga Bersih
Membilas serbet hanya satu kali sering kali belum cukup menghilangkan seluruh sisa deterjen. Apabila busa masih tertinggal di dalam kain, aroma kurang sedap akan lebih mudah muncul setelah serbet kering. Oleh sebab itu, bilas beberapa kali menggunakan air mengalir hingga benar-benar bersih.
5. Mencampur Serbet Berminyak dengan Cucian Lain
Serbet dapur yang digunakan untuk mengelap minyak sebaiknya dicuci secara terpisah. Jika dicampur bersama pakaian atau kain lain, minyak dapat berpindah ke cucian lainnya sehingga proses pembersihan menjadi kurang efektif.
Â
Pertanyaan Seputar Cara Menghilangkan Bau Apek pada Serbet Dapur
Mengapa serbet dapur bisa bau apek?
Serbet dapur bau apek karena akumulasi residu lemak, protein, dan mikroorganisme dari sisa makanan serta minyak. Kelembapan yang terjebak dalam serat kain juga menjadi tempat ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang biak, terutama jika tidak segera dicuci atau dikeringkan dengan benar.
Bahan alami apa yang bisa menghilangkan bau apek pada serbet dapur?
Beberapa bahan alami yang efektif adalah cuka, garam, lemon, dan baking soda. Bahan-bahan ini dapat digunakan untuk merendam serbet, memanfaatkan sifat penghilang bau, antibakteri, dan kemampuan menyerap kotoran.
Bagaimana cara merebus serbet dapur untuk menghilangkan bau apek?
Rebus serbet dalam air mendidih yang sudah dicampur sabun pencuci piring dan deterjen selama 5-10 menit setelah mendidih. Proses ini membantu mengangkat kotoran, minyak, dan bau apek, serta membunuh bakteri. Setelah itu, bilas dan cuci seperti biasa.
Apa tips utama untuk mencegah serbet dapur bau apek?
Kunci pencegahan adalah tidak menumpuk serbet kotor, segera membilasnya setelah digunakan, mencuci secara berkala (ideal 1-2 hari sekali), dan memastikan serbet benar-benar kering sebelum disimpan. Menjemur di bawah sinar matahari atau menggunakan pengering mesin sangat dianjurkan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5549356/original/044187700_1775616635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-08T094635.806.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296369/original/030425400_1784012720-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T140419.763.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4706066/original/058176300_1704352400-pexels-towfiqu-barbhuiya-11370616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297070/original/029757400_1784071679-Players_of_France_and_Spain.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297047/original/067992000_1784067138-fran6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297065/original/007044100_1784070064-Spain_goalkeeper_Unai_Simon_and_defender_Pau_Cubarsi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297060/original/000844200_1784067788-Spain_s_Mikel_Oyarzabal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297031/original/089698500_1784066707-Spain_s_Borja_Iglesias__26__celebrates_with_Rodri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297028/original/097743500_1784066595-000_C27T8XW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297022/original/065688300_1784063871-063_2286108373.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297023/original/005665300_1784063890-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297020/original/005987700_1784057750-063_2286100607.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297021/original/002448900_1784061838-063_2286107530.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490815/original/001976100_1770026229-jualan_es.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491258/original/036428100_1770089338-Cara_Mengatasi_Serbet_Dapur_yang_Bau_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491255/original/003300700_1770089294-Cara_Mengatasi_Serbet_Dapur_yang_Bau_1.jpg)