Siapa Malaikat yang Datang saat di Alam Kubur? Simak Nama dan Tugasnya

Pengetahuan mengenai alam barzakh merupakan bagian dari rukun iman.

Diterbitkan 15 Juli 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam eskatologi Islam, fenomena kematian adalah gerbang awal menuju akhirat yang abadi. Sering kali muncul pertanyaan, siapa malaikat yang datang saat di alam kubur? Pertanyaan ini wajar mengingat pada fase transisi ini menuntut kesiapan keimanan yang kokoh.

Pengetahuan mengenai alam barzakh merupakan bagian dari rukun iman. Ustadz Abu Ubaidah Yusuf menegaskan dalam karyanya bahwa rentetan pengadilan gaib di alam barzakh adalah sebuah akidah absolut.

Dalam Kehidupan Alam Kubur dan Keadaan Penghuninya, Abu Asma Andre memaparkan dalil sahih bahwa mayit akan dikembalikan ruhnya ke dalam jasadnya. Saat itulah para malaikat bertugas menemuinya untuk melakukan interogasi.

Pemahaman nama dan tugas mereka merupakan pengingat penting. Hal ini memotivasi setiap muslim untuk senantiasa memperbanyak amal shalih agar lolos dari ujian tersebut.

Merangkum berbagai literatur, berikut ini adalah nama-nama malaikat di alam kubur sekaligus tugasnya.

Nama-Nama Malaikat di Alam Kubur Beserta Tugasnya

Kehidupan di alam barzakh melibatkan kehadiran beberapa malaikat yang diutus oleh Allah SWT dengan tugas spesifik, mulai dari proses pencabutan nyawa hingga proses interogasi (fitnah kubur). Berikut adalah nama dan tugas mereka secara komprehensif:

1. Malaikat Maut (Pencabut Nyawa) dan Malaikat Pendamping

Sebelum mayit dimasukkan ke dalam liang lahat, proses perpindahan alam diawali oleh kedatangan Malaikat Maut. Bertugas melepaskan (mencabut) ruh dari jasad manusia, baik dengan kelembutan yang amat sangat maupun dengan paksaan yang menyakitkan.

Di dalam Ebook Kehidupan Alam Kubur dan Keadaan Penghuninya Sampai ke Hari Kebangkitan, Abu Asma Andre mengutip hadits panjang riwayat Al-Bara' bin 'Azib. Jika yang meninggal adalah seorang mukmin, ia akan didatangi terlebih dahulu oleh malaikat-malaikat berwajah putih terang membawa kafan dan wewangian dari surga.

Setelah itu, Malaikat Maut duduk di dekat kepalanya dan berseru, "Wahai jiwa yang tenang, keluarlah menuju ampunan Allah dan keridhaan-Nya".

Sebaliknya, jika yang meninggal adalah orang kafir, turunlah malaikat berwajah hitam membawa kain kasar, disusul Malaikat Maut yang mencabut nyawanya dengan kasar hingga memutus urat dan saraf.

2. Malaikat Ruman: Pencatat Amal Pertama

Sebelum Malaikat Munkar dan Nakir datang mengajukan pertanyaan, ada satu malaikat yang terlebih dahulu mendatangi si mayat, yaitu Malaikat Ruman. Malaikat ini diutus Allah untuk menyelidiki setiap amal yang dikerjakan ahli kubur ketika masih hidup di dunia.

Hal ini dijelaskan dalam kitab At-Tadzkirah karya Imam Syamsuddin Al-Qurthubi, yang menyandarkan riwayat ini pada Ibnu Mas'ud RA tentang pengalaman pertama di alam kubur yang termuat dalam kitab Kasyf Ulum Al-Akhirah.

Dalam sebuah riwayat, Abdullah bin Mas'ud RA bertanya kepada Rasulullah SAW: "Ya Rasulullah, apa yang pertama-tama dialami mayat apabila dia telah masuk kubur?" Rasulullah SAW menjawab, "Hai Ibnu Mas'ud, belum ada seorang pun yang bertanya kepadaku mengenai ini, selain kamu. Yang pertama-tama yang memanggil mayat itu adalah malaikat bernama Ruman. Dia memeriksa ke segala penjuru kubur, maka ia berkata, 'Hai hamba Allah, tulislah amalmu.'"

Mayat itu menjawab, "Saya tidak punya tinta atau pun kertas." Malaikat Ruman menjawab, "Kain kafanmu itulah kertasmu, tintamu adalah air ludahmu, dan penamu adalah jarimu." Lalu malaikat itu memotong sepotong kain kafan si mayat, dan mayat itu mulai menulis—meskipun di dunia dia tidak bisa menulis.

Pada saat itulah dia mengingat semua kebaikan dan keburukannya sendiri, seolah-olah baru terjadi sehari. Kemudian malaikat melipat potongan kain itu dan menggantungkannya pada leher orang tersebut, sebagaimana firman Allah SWT:

"Setiap manusia telah Kami kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya. Pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab yang dia terima dalam keadaan terbuka." (QS. Al-Isra: 13)

Tugas Malaikat Ruman adalah memerintahkan si mayat untuk menuliskan seluruh amal perbuatannya—baik dan buruk—di atas kain kafannya. Catatan amal ini kemudian digantungkan di lehernya sebagai bekal sebelum menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir. Malaikat ini datang dengan wajah bercahaya seperti matahari.

3. Malaikat Munkar

Setelah jenazah dikuburkan dan para pengantarnya pulang, mayit akan didatangi oleh malaikat untuk diinterogasi. Salah satunya bernama Munkar.

Malaikat Munkar melakukan ujian (fitnah kubur) dengan mendudukkan mayit dan melontarkan pertanyaan-pertanyaan fundamental mengenai ketuhanan dan keimanan.

Berdasarkan hadits riwayat Abu Hurairah yang dicantumkan dalam Ebook Kehidupan Alam Kubur, Rasulullah SAW bersabda, "Jika mayit telah dikuburkan... maka dia akan didatangi oleh dua malaikat yang berwarna hitam dan biru. Salah satunya adalah Munkar dan yang lain adalah Nakir".

4. Malaikat Nakir

Malaikat Nakir adalah rekan dari Malaikat Munkar yang datang bersamaan ke dalam ruang kubur.

Tugas Malaikat Nakir adalah bersama-sama dengan Munkar mengevaluasi keimanan mayit melalui pertanyaan: "Siapa Rabbmu?", "Apa agamamu?", dan "Siapa Nabimu?".

Melanjutkan hadits Abu Hurairah riwayat Tirmidzi dalam Ebook Kehidupan Alam Kubur, Nakir dan Munkar akan mengeksekusi nasib mayit berdasarkan jawabannya.

Jika mayit seorang mukmin yang mampu menjawab dengan tauhid yang lurus, mereka akan berkata, "Sungguh kami telah mengetahui bahwasanya engkau akan mengatakan sedemikian" lalu kuburnya dilapangkan 70 hasta dan diterangi cahaya.

Dalam Ebook Siksa Kubur Sebuah Aqidah yang Absolut, Ustadz Abu Ubaidah Yusuf menjelaskan bahwa jika ia munafik atau kafir dan tidak bisa menjawab, kuburnya akan disempitkan hingga tulang rusuknya hancur bersilang dan ia dipukul dengan palu besi yang mematikan.

Hikmah Mengetahui Nama dan Tugas Malaikat di Alam Kubur

Memahami nama dan tugas malaikat-malaikat tersebut memberikan pelajaran berharga:

1. Meningkatkan Rasa Takut (Khasyyah): Mengetahui bentuk interogasi gaib ini membuat seorang hamba lebih berhati-hati dari perbuatan dosa dan maksiat di dunia.

2. Mendorong Pembiasaan Amal Shalih: Kesadaran bahwa jawaban di alam kubur bergantung pada amal (bukan hafalan) mendorong umat Islam untuk istiqamah menegakkan shalat, puasa, dan zakat yang kelak akan menjadi pembela.

3. Merutinkan Doa Perlindungan: Menyadarkan pentingnya membaca doa memohon perlindungan dari fitnah kubur dan fitnah Dajjal di setiap tasyahud akhir sebelum salam.

4. Melatih Sifat Zuhud: Menghancurkan kesombongan duniawi karena menyadari bahwa kekayaan tidak dapat menyelamatkan seseorang dari himpitan kubur dan kerasnya pertanyaan malaikat.

 

Pertanyaan Seputar Malaikat Tanya Kubur

1. Siapa nama malaikat yang menanyai di alam kubur?

Malaikat yang bertugas menanyai manusia di alam kubur bernama Malaikat Munkar dan Malaikat Nakir.

2. Bagaimana wujud Malaikat Munkar dan Nakir?

Dalam riwayat hadits, kedua malaikat ini digambarkan berwarna hitam kebiru-biruan (azraqan), memiliki suara yang keras, dan perawakan yang menakutkan bagi mereka yang tidak memiliki bekal iman.

3. Apa saja pertanyaan yang diajukan oleh malaikat di alam kubur?

Malaikat Munkar dan Nakir akan menanyakan tiga hal utama: "Siapa Rabbmu (Tuhanmu)?", "Apa agamamu?", dan "Siapa laki-laki yang diutus kepada kalian (Nabimu)?".

4. Apakah Malaikat Maut bertugas menginterogasi mayit?

Tidak. Malaikat Maut hanya bertugas untuk mencabut atau memisahkan ruh dari jasad. Proses interogasi dan pengadilan di alam barzakh sepenuhnya merupakan tugas Malaikat Munkar dan Nakir.

5. Bagaimana cara agar berhasil menjawab pertanyaan malaikat di alam kubur?

Kunci keberhasilan menjawab bukanlah dengan menghafal di dunia, melainkan melalui kemurnian akidah tauhid, menjaga shalat lima waktu, memperbanyak amalan pelebur dosa, dan senantiasa membaca Al-Qur'an (seperti Surah Al-Mulk).

 

Â