Harga Minyak Melejit Usai Serangan Baru AS ke Iran

Harga minyak WTI dan Brent melejit tetapi masih di bawah US$ 100 setelah Amerika Serikat (AS) menyerang Iran.

Diterbitkan 15 Juli 2026, 07:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia menguat pada Selasa, 14 Juli 2026 (Rabu pagi Jakarta) setelah Amerika Serikat (AS) memborbardir Iran sebelum memberlakukan blokade angkatan laut. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump melepas tuntutannya agar kapal membayar biaya perlindungan untuk melintasi Selat Hormuz.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 1,5%, dan ditutup pada US$ 79,34 per barel. Harga minyak mentah berjangka Brent menguat 1,2%, dan ditutup ke US$ 84,73 per barel.

Di sisi lain militer AS melancarkan lebih banyak serangan udara terhadap Iran pada Selasa pekan ini saat memberlakukan kembali blokade terhadap pelabuhan dan daerah pesisir negara itu pada pukul 4 sore ET, demikian disampaikan Komando Pusat dalam sebuah unggahan media sosial.

Sementara itu, Trump meninggalkan tuntutannya agar kapal membayar biaya 20% atas kargo mereka untuk melintasi Selat Hormuz di bawah perlindungan militer AS. Trump menuturkan, negara-negara Teluk akan berinvestasi di AS sebagai pembayaran kembali.

Trump mengalah setelah industri pelayaran sebagian besar menentang biaya tersebut. Organisasi Maritim Internasional, sebuah badan PBB, mengatakan pungutan wajib di selat tersebut ilegal.

Iran telah berupaya memungut pungutan untuk jalur aman melalui Hormuz, tetapi AS dengan tegas menentang biaya yang dikenakan oleh Republik Islam tersebut. Teheran setuju untuk tidak mengenakan pungutan selama 60 hari berdasarkan kesepakatan sementara yang ditandatangani dengan AS pada 17 Juni.

Harga minyak mentah AS diperdagangkan di atas US$ 80 per barel di awal sesi karena Washington dan Teheran terus berjuang untuk mengendalikan Hormuz. Centcom menyebutkan, AS membombardir target di sepanjang pantai Iran pada Senin, malam ketiga berturut-turut serangan, untuk mengurangi kemampuan Teheran menyerang kapal komersial.

 

Iran Serang Kapal Tanker

Garda Revolusi Iran mengatakan, pasukannya menyerang dua kapal tanker super yang melintasi Hormuz dengan transponder mereka dimatikan. Perusahaan minyak negara Uni Emirat Arab, ADNOC, mengatakan dua kapal tankernya terkena proyektil saat melintasi selat tersebut, menewaskan satu pelaut dan melukai beberapa lainnya.

Perusahaan pelacak kapal telah mengamati penurunan tajam lalu lintas melalui Hormuz sejak pertempuran kembali meletus pekan lalu setelah Iran menyerang beberapa kapal tanker. Namun, Departemen Energi AS mengatakan kepada CNBC 8,5 juta barel minyak melintasi selat tersebut pada Minggu saja meskipun ada permusuhan dengan Iran.

Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati Hormuz sebelum AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Lalu lintas pengiriman merosot setelah Iran mulai menargetkan kapal-kapal di jalur air tersebut pada awal Maret, tetapi mulai pulih setelah kesepakatan sementara antara Washington dan Teheran.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6