Bursa Saham Asia Menguat Setelah Inflasi AS Turun

Bursa saham Asia Pasifik pada perdagangan saham Rabu, (15/7/2026) merespons hasil data ekonomi Amerika Serikat (AS) seperti inflasi.

Diterbitkan 15 Juli 2026, 08:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik dibuka menguat pada perdagangan saham Rabu, (15/7/2026). Pergerakan bursa saham Asia Pasifik yang melesat itu setelah rilis data inflasi Amerika Serikat (AS).

Indeks Kospi Korea Selatan menguat 6,3% pada pembukaan perdagangan saham. Selain itu, indeks Kosdaq yang berisi saham berkapitalisasi kecil menguat 4%. Indeks Nikkei 225 di Jepang dan Topix masing-masing menguat 0,9%.Indeks ASX200 di Australia mendaki 0,6%. Demikian mengutip CNBC, Rabu pekan ini.

Sementara itu, indeks harga konsumen turun 0,4% pada Juni dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga tingkat inflasi tahunan menjadi 3,5%. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memprediksi penurunan bulanan 0,2%, dan inflasi tahunan sebesar 3,8%.

Laporan tersebut mendorong pelaku pasar untuk mengurangi ekspektasi pengetatan kebijakan Fed dalam waktu dekat. Probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan bank sentral Juli turun menjadi 17% dari 42% sehari sebelumnya, menurut FedWatch Tool dari CME.

Namun, pasar terus memperkirakan kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini, dengan para pedagang memberikan probabilitas 63% bahwa suku bunga akan naik seperempat atau setengah poin persentase setelah pertemuan September.

“Meskipun sektor energi memainkan peran besar dalam perlambatan harga, pelonggaran kebijakan moneter cukup luas dan tersebar di berbagai kategori, yang melegakan para investor,” kata pendiri Vital Knowledge, Adam Crisafulli dalam sebuah catatan.

"Namun, The Fed dan perekonomian belum sepenuhnya aman, inflasi masih tinggi secara absolut, harga minyak kembali naik, dan AI terbukti sangat inflasi saat ini,” ia menambahkan.

Para investor akan mengalihkan perhatian mereka ke hari yang sibuk lainnya pada Rabu, dengan United Airlines, Morgan Stanley, Johnson & Johnson, dan BlackRock yang akan melaporkan hasil kuartalan mereka.

 

 

Musim Laporan Keuangan

Musim laporan keuangan telah dimulai dengan baik. JPMorgan Chase, Bank of America, Citigroup, Wells Fargo, dan Goldman Sachs semuanya melampaui ekspektasi analis ketika mereka melaporkan hasil pada Selasa.

Di sisi lain, kontrak berjangka saham sedikit berubah dalam perdagangan semalam Selasa setelah reli yang dipicu oleh data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan.

Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average datar. Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 juga diperdagangkan mendekati garis datar. Saham naik pada Selasa setelah laporan inflasi yang lebih rendah dari perkiraan meningkatkan harapan Federal Reserve mungkin tidak perlu menaikkan suku bunga secara agresif tahun ini.

Penutupan IHSG pada 14 Juli 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat terbatas pada perdagangan saham Selasa, (14/7/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham menghijau dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik tipis 0,03% menjadi 6.039,52. Indeks saham LQ45 melemah 0,58% menjadi 598,88. Indeks saham acuan bervariasi.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.095,01 dan level terendah 6.002,90. Sebanyak 422 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 206 saham melemah dan 165 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 18.080 kali dengan volume perdagangan saham 32,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 16,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 18.080.

Mayoritas sektor saham menghijau kecuali sektor saham keuangan turun 1,67%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi menguat 1,51%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham basic menanjak 0,60%, sektor saham industri bertambah 0,65%, dan sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,25%.

Selain itu, sektor saham consumer siklikal naik 1,43%, sektor saham kesehatan menanjak 1,3%, sektor saham properti mendaki 0,99%, sektor saham teknologi bertambah 1,14%. Kemudian sektor saham infrastruktur menanjak 1,25% dan sektor saham transportasi naik tipis 0,20%.