Menhan Israel Senang Melihat Kehancuran Gaza

Menhan Israel mengakui bahwa pihaknya kini berganti strategi soal Gaza.

Diterbitkan 15 Juli 2026, 08:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tel Aviv - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan kehancuran yang meluas di Jalur Gaza yang terkepung memberinya "perasaan senang". Ia menyebut kondisi tersebut sebagai hasil dari "kebijakan yang disengaja" untuk menghilangkan ancaman.

Katz menyampaikan pernyataan itu saat meninjau Gaza Utara dalam kunjungan yang disiarkan Channel 14 Israel pada Senin (13/7/2026). 

Saat ditanya bagaimana perasaannya melihat kehancuran di Gaza, Katz menjawab, "Perasaan yang menyenangkan, bukan?"

Katz mengatakan Israel telah meninggalkan strategi lama berupa operasi penyerbuan agresif yang hanya berlangsung sementara.

"Alih-alih masuk lalu keluar, tentara kini berada di dalam, para teroris berada di luar, dan rumah-rumah dihancurkan," ujarnya seperti dilaporkan TRT.

Permukiman Yahudi Permanen di Gaza

Channel 14 menyebut salah satu bagian terpenting dalam kunjungan tersebut adalah usulan Katz untuk membangun kehadiran permanen warga Yahudi di Gaza utara.

Katz mengatakan berencana mendirikan tiga pos Nahal di lokasi-lokasi yang pernah menjadi tempat berdirinya pos serupa di Gaza utara sebelum Israel menarik diri dari wilayah kantong tersebut pada 2005.

Pos Nahal merupakan kelompok permukiman yang berafiliasi dengan militer. Dalam sejarahnya, pos-pos tersebut digunakan sebagai langkah awal untuk membangun permukiman baru sebelum kemudian berkembang menjadi komunitas sipil.

Katz mengklaim langkah tersebut diperlukan demi alasan "keamanan". Menurutnya, keberadaan pos-pos itu akan memperkuat kendali Israel serta "perlindungan" bagi komunitas-komunitas di sekitar Gaza pada waktunya.

Israel telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 173.000 orang lainnya dalam genosida di wilayah kantong yang diblokade tersebut sejak Oktober 2023.

Israel juga telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza dan membuat seluruh penduduknya mengungsi.