Indonesia-Vietnam Teken Rencana Aksi Kemitraan Strategis 2026-2030

Menlu Sugiono menyatakan rencana aksi tersebut akan menjadi kerangka utama yang memandu kerja sama bilateral Indonesia dan Vietnam selama lima tahun mendatang.

Diterbitkan 14 Juli 2026, 14:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia dan Vietnam menandatangani Plan of Action for the Implementation of the Comprehensive Strategic Partnership 2026–2030 atau Rencana Aksi Implementasi Kemitraan Strategis Komprehensif 2026-2030 di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Penandatanganan dilakukan dalam rangkaian Pertemuan Keenam Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral atau Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) Indonesia-Vietnam.

"Hari ini, kita menandatangani Rencana Aksi untuk pelaksanaan kemitraan tersebut. Dokumen ini akan menjadi kerangka utama yang memandu kerja sama bilateral kita selama lima tahun mendatang," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono dalam pernyataan pers bersama Menlu Vietnam Le Hoai Trung.

Menlu Sugiono menggarisbawahi bahwa peningkatan hubungan bilateral menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif pada tahun lalu telah menciptakan landasan yang lebih kuat bagi kerja sama kedua negara.

Menurut dia, JCBC menjadi kesempatan bagi Indonesia dan Vietnam untuk menerjemahkan komitmen tersebut menjadi hasil yang konkret dan dapat ditindaklanjuti serta kerja sama yang bermakna.

"Pertemuan hari ini semakin memperkuat koordinasi kita dan mengidentifikasi bidang-bidang kerja sama baru yang akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara dan, tentu saja, bagi kawasan secara lebih luas," ujarnya.

Menlu Sugiono menjelaskan pembahasannya dengan Menlu Le Hoai Trung mencakup berbagai sektor dalam pelaksanaan Kemitraan Strategis Komprehensif.

Di bidang politik, kedua negara menyambut kemajuan dalam pengaturan pelaksanaan perjanjian mengenai Zona Ekonomi Eksklusif.

Indonesia dan Vietnam menegaskan kembali komitmen untuk memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan di sektor maritim, penanggulangan penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur atau illegal, unreported and unregulated fishing, serta penanganan kejahatan transnasional, termasuk kejahatan terkait narkotika dan psikotropika.

Di sektor ekonomi, kedua negara juga menegaskan kembali komitmen untuk mencapai target perdagangan bilateral sebesar USD 18 miliar pada 2028.

Indonesia dan Vietnam pun sepakat memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi serta mengatasi hambatan yang dihadapi komunitas bisnis kedua negara.

"Kami juga akan menindaklanjuti seluruh kesepakatan dan nota kesepahaman yang telah ditandatangani kedua negara agar semuanya dapat diwujudkan menjadi sesuatu yang nyata, konkret, dan memberikan hasil yang dapat dirasakan," tutur Menlu Sugiono.

Kedua negara turut membahas peluang kerja sama di sektor pertanian, ilmu pengetahuan dan teknologi, rantai pasok, teknologi maju untuk kendaraan listrik, serta ekonomi digital.

Dalam kesempatan yang sama, Menlu Sugiono dan Menlu Le Hoai Trung turut bertukar pandangan mengenai perkembangan regional dan global. Keduanya menekankan kembali pentingnya sentralitas dan persatuan ASEAN dalam menciptakan kawasan yang stabil dan damai sebagai prasyarat bagi kawasan yang sejahtera.

Menlu Sugiono menyebutkan bahwa Indonesia dan Vietnam merupakan dua perekonomian dinamis di Asia Tenggara yang memiliki potensi untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan dan ketahanan kawasan.

"Kami sangat meyakini bahwa masa depan hubungan bilateral kita tidak terletak pada persaingan, melainkan pada kemitraan. Dengan memanfaatkan kekuatan kita yang saling melengkapi, kita akan mendorong inovasi, memperdalam kerja sama, dan memajukan kemakmuran bersama demi kepentingan kedua negara," sebut Menlu Sugiono.

Indonesia-Vietnam Perluas Kerja Sama di Berbagai Sektor

Sementara itu, Menlu Le Hoai Trung mengatakan, "Kami sangat berharap seluruh kesepakatan antara kedua negara dapat dilaksanakan, terutama kesepakatan para pemimpin kita mengenai kerangka Kemitraan Strategis Komprehensif dan Rencana Aksi yang kita sepakati hari ini."

Ia menyatakan kedua negara sepakat meningkatkan saling pengertian dan kerja sama politik melalui hubungan antarpemerintah, antarpartai, dan antarparlemen.

Indonesia dan Vietnam, ungkap Menlu Le Hoai Trung, sepakat pula memperluas kerja sama pertahanan dan keamanan serta meningkatkan konektivitas antara kedua perekonomian.

"Ketika kita melangkah melampaui hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi semata, kita memasuki ranah konektivitas, yakni keterhubungan antara kedua perekonomian," ujarnya.

Menlu Le Hoai Trung mengatakan Indonesia dan Vietnam akan bekerja sama secara erat di berbagai forum regional dan global demi kepentingan kedua negara serta perdamaian, stabilitas, dan kerja sama di kawasan dan dunia.

Ia menyinggung perlunya menjaga perdamaian, keamanan, dan kerja sama di Laut Timur, sebutan Vietnam untuk Laut China Selatan.

Di bidang perdagangan, Menlu Le Hoai Trung mengatakan nilai perdagangan bilateral mungkin mencapai target US$ 18 miliar pada tahun ini.

"Saya mendapat informasi bahwa nilai perdagangan bilateral mungkin mencapai US$ 18 miliar tahun ini, bahkan mungkin melampaui target yang telah kita tetapkan," kata Menlu Le Hoai Trung.

Menlu Le Hoai Trung dalam pernyataannya menyebut kerja sama di bidang pertahanan, keamanan, pariwisata, dan pertukaran antarmasyarakat telah mengalami kemajuan.

Sejumlah rute penerbangan telah dibuka untuk menghubungkan Hanoi, Ho Chi Minh City, dan Da Nang di Vietnam dengan Jakarta, Bali, Medan, dan Surabaya di Indonesia.

Dalam momen yang sama, Menlu Le Hoai Trung menyampaikan undangan kepada Menlu Sugiono untuk berkunjung ke Vietnam.