Liputan6.com, New York - Salah satu fosil Tyrannosaurus rex (T-Rex) terbesar dan paling lengkap yang pernah ditemukan akan menjadi pusat perhatian dunia. Kerangka dinosaurus predator legendaris berjulukan "Gus" itu akan dilelang oleh rumah lelang Sotheby's di New York, dengan nilai yang diperkirakan mencapai US$ 20 juta hingga US$ 30 juta atau sekitar Rp 361 miliar hingga Rp 541 miliar (kurs 18.065 per dolar AS).
Dikutip dari The Guardian, Selasa (14/6/2026), dengan gigi setajam belati, rahang penghancur tulang, dan ukuran tubuh yang sangat besar, T-Rex dikenal sebagai predator puncak yang menguasai wilayah Amerika Utara bagian barat pada akhir periode Kapur, sekitar 67 juta tahun lalu. Kini, sisa-sisa fosilnya diperkirakan akan kembali mencetak rekor, kali ini di ruang lelang.
Nilai penjualan Gus bahkan berpeluang melampaui rekor sebelumnya yang dipegang fosil Stegosaurus bernama Apex, yang terjual di Sotheby's pada 2024 dengan harga fantastis 44,6 juta dolar AS, atau sekitar sebelas kali lipat dari harga estimasi awalnya.
Advertisement
Salah Satu T-Rex Paling Lengkap
Gus diperkirakan berusia sekitar 67 juta tahun dan memiliki tinggi sekitar 3,8 meter saat dipajang dalam posisi menyerang. Kerangka tersebut masih menampilkan rahang menganga lengkap dengan gigi-gigi besar yang menjadi ciri khas predator purba tersebut.
Sotheby's menyebut fosil itu berasal dari seekor T-Rex dewasa berukuran besar dengan struktur tubuh yang sangat kokoh.
Fosil Gus ditemukan pada 2021 di sebuah peternakan di Harding County, South Dakota, Amerika Serikat. Proses penggaliannya berlangsung selama tiga tahun dan dilakukan oleh perusahaan eksplorasi fosil Theropoda Expeditions dengan izin pemilik lahan, Gary "Gus" Licking.
Prospektor lapangan Theropoda Expeditions, Cole Jacobs, mengenang momen penemuan fosil tersebut.
"Saya baru berjalan beberapa langkah ketika langsung melihat bagian tulang metatarsal mencuat dari permukaan tanah. Itu adalah hal pertama yang saya lihat pada hari pertama pencarian," ujarnya dalam video promosi Sotheby's.
Nama "Gus" diberikan sebagai penghormatan kepada Gary Licking yang meninggal dunia sebelum proses ekskavasi selesai.
Â
Ilmuwan Khawatir Fosil Berakhir di Koleksi Pribadi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3240430/original/074260900_1600313115-20200916-Kerangka-Tyrex-Terbesar-akan-Dilelang-AP-2.jpg)
Di balik nilai fantastisnya, rencana pelelangan Gus memicu kekhawatiran di kalangan ilmuwan. Mereka menilai tren perdagangan fosil dinosaurus dengan harga selangit berpotensi menghambat penelitian ilmiah.
Paleontolog vertebrata dari University of Birmingham, Prof. Richard Butler, mengatakan praktik menjual fosil layaknya karya seni bernilai tinggi sangat memprihatinkan.
"Fosil yang tidak berada di koleksi museum resmi tidak bisa dipelajari sehingga pada akhirnya hilang bagi dunia penelitian. Harga fosil kini semakin jauh dari jangkauan museum dan itu merugikan perkembangan ilmu pengetahuan," katanya.
Kekhawatiran serupa disampaikan Prof. Stephen Brusatte dari University of Edinburgh. Menurutnya, meski pelelangan tersebut sah secara hukum karena fosil ditemukan di lahan pribadi di Amerika Serikat, kondisi itu tetap menjadi persoalan bagi dunia sains.
"Jika fosil dinosaurus seperti ini terjual hingga puluhan juta dolar, praktis museum maupun universitas tidak akan mampu bersaing. Hanya kalangan superkaya yang bisa membelinya," ujarnya.
Di sejumlah negara seperti Brasil dan Mongolia, seluruh fosil secara hukum merupakan milik negara sehingga tidak dapat diperdagangkan secara bebas.
Museum Sulit Bersaing
Fosil T-Rex pertama yang dilelang adalah Sue, spesimen setinggi empat meter yang ditemukan di South Dakota dan dibeli Field Museum Chicago pada 1997 dengan harga sekitar 8 juta dolar AS, berkat dukungan donor swasta dan sejumlah perusahaan, termasuk McDonald's.
Sejak saat itu, mengoleksi fosil dinosaurus menjadi hobi baru para miliarder dan selebritas dunia, termasuk aktor Leonardo DiCaprio.
Profesor paleontologi dari University of Bristol, Michael Benton, mengakui tingginya harga fosil membuat museum semakin sulit memperoleh spesimen penting.
Meski demikian, ia menilai masih ada solusi apabila pembeli bersedia meminjamkan atau menyumbangkan fosil kepada museum agar dapat dipelajari dan dinikmati publik.
Contohnya adalah fosil Apex yang dibeli miliarder sekaligus manajer dana lindung nilai Ken Griffin. Setelah dibeli, fosil tersebut dipinjamkan selama empat tahun kepada American Museum of Natural History.
Â
Â
Advertisement
Akses Penelitian Harus Terjamin
Namun, menurut paleontolog dari Carthage College, Dr. Thomas Carr, meminjamkan fosil ke museum saja belum cukup.
Ia menilai koleksi pribadi tidak memberikan jaminan bahwa fosil akan selalu tersedia untuk penelitian.
"Koleksi pribadi bisa saja sewaktu-waktu ditarik kembali oleh pemiliknya. Padahal fosil harus selalu tersedia agar penelitian dapat diuji ulang dan menghasilkan temuan-temuan baru," ujarnya.
Karena itu, banyak jurnal ilmiah kini hanya menerima hasil penelitian yang menggunakan fosil yang tersimpan secara permanen di museum atau lembaga publik.
Brusatte pun mengaku memahami ketertarikan para miliarder membeli fosil dinosaurus.
"Kalau saya seorang miliarder, mungkin saya juga akan membelinya. Tetapi saya akan menyumbangkannya ke museum agar bisa dipelajari sekaligus dipamerkan kepada masyarakat. Saya berharap itu pula yang akan terjadi pada Gus," katanya.
Sementara itu, Sotheby's membela proses pelelangan tersebut. Menurut rumah lelang itu, tanpa keterlibatan perusahaan swasta dalam proses pencarian dan penggalian, banyak fosil dinosaurus kemungkinan besar tidak akan pernah ditemukan maupun diselamatkan dari dalam tanah.
Sotheby's juga menilai tingginya nilai jual Gus mencerminkan pentingnya spesimen tersebut sekaligus besarnya biaya dan upaya yang dibutuhkan untuk proses ekskavasi.  Â
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296369/original/030425400_1784012720-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T140419.763.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3240397/original/062514500_1600312500-20200916-Kerangka-Tyrex-Terbesar-akan-Dilelang-AP-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776139/original/033566400_1782846347-000_B8UG2YZ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4824750/original/024298400_1715077989-Mu_vs_Crystal_Palace_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9238160/original/090232600_1783129383-mes4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296658/original/081223500_1784019662-000_B9YV49G.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292116/original/017292800_1783585765-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294053/original/082906500_1783778628-Jayden_Adams.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296024/original/097611600_1784000800-000_B9FB274.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294052/original/078184700_1783778533-adams_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293767/original/045633200_1783749356-Alexander_Sorloth.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5268100/original/083941600_1751203308-Kacamata_Xiaomi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296158/original/085900400_1784006169-90-5.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296633/original/054219200_1784018727-90-6.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3658301/original/097193300_1639070600-AP21343481184910.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290295/original/062496200_1783449811-me9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296742/original/056426200_1784022944-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296764/original/036260400_1784024123-WhatsApp_Image_2026-07-14_at_17.10.25.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6235685/original/014821300_1779112548-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521064/original/051770600_1772678835-Untitled.jpg)