Kepri Tampung Ribuan TKA, Imigrasi Ungkap Penyebabnya

Ribuan tenaga kerja asing tercatat bekerja secara formal hingga Juni.

Diterbitkan 14 Juli 2026, 21:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih menjadi salah satu daerah tujuan utama tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia. Hingga Juni 2026, tercatat 5.873 TKA yang bekerja secara formal di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepri Dicky Widjaya, merinci, dari 5.873 orang pekerja tersebut, sebanyak 5.440 orang merupakan TKA pria dan 433 orang perempuan.

"Sementara jumlah tenaga kerja Indonesia (WNI) yang bekerja di sektor formal mencapai 472.832 orang, terdiri dari 296.699 pria dan 176.133 perempuan," Kata Dicky, Selasa (14/7/2026).

Diky menyebut Batam masih menjadi daerah dengan konsentrasi TKA tertinggi. Sebanyak 4.453 TKA bekerja di kota industri tersebut, jauh di atas Kabupaten Bintan yang memiliki 1.303 TKA.

Sementara Kabupaten Karimun mencatat 93 TKA, Kota Tanjungpinang 13 TKA, Kabupaten Natuna 5 TKA, Kabupaten Kepulauan Anambas 5 TKA, dan Kabupaten Lingga 1 TKA.

"Selain pekerja formal, terdapat sekitar 250 ribu tenaga kerja lokal yang bekerja di sektor informal di Kepri," tuturnya.

 

Penyabab Minat TKA

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur Sahat Hamonangan mengungkapkan, keberadaan ribuan tenaga kerja asing tersebut mencerminkan peran strategis Kepri sebagai kawasan industri, perdagangan, investasi, dan pintu gerbang internasional yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.

Meski demikian, jumlah TKA di Kepri masih jauh lebih kecil dibandingkan tenaga kerja Indonesia yang mencapai hampir 473 ribu pekerja formal, menunjukkan dominasi tenaga kerja lokal dalam mendukung aktivitas ekonomi di provinsi tersebut.

Menurutnya, mobilitas warga negara asing (WNA) melalui pintu-pintu imigrasi di Kepri masih sangat tinggi sepanjang tahun ini.

"Sejak 1 Januari hingga saat ini, tercatat 1.066.062 kedatangan WNA, atau sekitar 53,53 persen dari total perlintasan masuk," Kata Guntur.

Â