Putra PM Israel Pilih Berganti Nama

Nama barunya memadukan nama sang paman dan nama keluarga asli kakeknya.

Diterbitkan 13 Juli 2026, 13:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tel Aviv - Yair Netanyahu (34), putra sulung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, secara hukum telah mengganti namanya menjadi Yonatan Hun. Hal itu dilaporkan Haaretz pada Rabu berdasarkan dokumen perpajakan.

Menurut laporan tersebut, catatan pajak Yair di Israel untuk 2026 diajukan atas nama barunya. Namun, nomor identitas dan alamat yang tercantum tetap sama dengan laporan pajak 2024 yang masih menggunakan nama lahirnya.

Berdasarkan aturan di Israel, nama yang telah diubah secara resmi tidak dapat diganti kembali selama tujuh tahun.

Belum diketahui apakah Yair akan menggunakan nama barunya sebagai identitas sehari-hari atau perubahan tersebut dilakukan untuk keperluan lain. Di akun media sosial utamanya, ia masih menggunakan nama lamanya.

Nama Yonatan diambil dari nama pamannya, yang merupakan saudara laki-laki Benjamin Netanyahu. Yonatan "Yoni" Netanyahu tewas pada 1976 dalam Operasi Entebbe, misi penyelamatan sandera Israel yang ditahan di Uganda.

Adapun Hun merupakan nama keluarga asli kakeknya dari pihak ibu, Shmuel Ben-Artzi. Ia semula bernama Samuel Hun, lalu mengganti namanya menjadi Shmuel Ben-Artzi.

Menurut Haaretz, Yair telah mencantumkan nama keluarga Hun di sejumlah profil media sosial lain selama beberapa tahun. Namun, belum diketahui mengapa ia baru meresmikan perubahan nama tersebut sekarang.

Yair dikenal sebagai aktivis sayap kanan garis keras dan pembawa acara siniar. Ia telah menetap di Florida, Amerika Serikat (AS), selama beberapa tahun terakhir.

Ia dikenal karena unggahan-unggahannya yang provokatif di media sosial serta kedekatannya dengan sejumlah politikus dan tokoh publik sayap kanan jauh di Eropa dan AS.

Putra Benjamin Netanyahu lainnya, Avner, juga pernah mengganti namanya secara resmi. Dalam dokumen properti di London, namanya tercatat sebagai Avi Segal setelah membeli sebuah apartemen di kota tersebut.

Nama alias resmi itu diambil dari nama gadis neneknya dari pihak ayah. Tahun lalu, Avner mengatakan perubahan nama tersebut dilakukan karena pertimbangan keamanan saat menempuh pendidikan di London.

Benjamin Netanyahu sendiri pernah menggunakan nama Benjamin "Ben" Nitai ketika berkuliah di Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada dekade 1970-an.

Benjamin Netanyahu kemudian menjelaskan bahwa nama tersebut digunakan agar lebih mudah diucapkan oleh orang Amerika.