Bulog Kejar Kesepakatan Ekspor Beras ke Malaysia dan Singapura

Bulog mempercepat proses ekspor beras ke Malaysia dan Singapura dengan mengejar kepastian harga demi melindungi petani dan memperkuat perdagangan.

Diterbitkan 13 Juli 2026, 13:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perum Bulog mempercepat langkah untuk merealisasikan ekspor beras ke Malaysia dan Singapura. Saat ini, perusahaan pelat merah tersebut tengah mengejar kepastian harga sekaligus memastikan kerja sama perdagangan yang memberikan manfaat bagi petani Indonesia, negara, dan keberlanjutan ekspor nasional.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti arahan Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk mempercepat pembahasan teknis dengan kedua negara.

"Kita segera tindak lanjuti atas perintah Bapak Mentan untuk langsung mengejar bola ke Malaysia maupun ke Singapura, untuk tindak lanjuti kepastian harga dan lain sebagainya," kata Rizal dikutip dari Antara, Senin (13/7/2026).

Namun, hingga kini pembahasan dengan Malaysia belum dapat dilakukan karena pemerintah negara tersebut belum siap menerima kunjungan dari Bulog. Meski demikian, komunikasi terus dijalin agar proses negosiasi dapat segera berlangsung.

"Kami belum ke sana karena di sana belum siap. Jadi, kan kita juga nggak mungkin kita ke sana, lah sana belum bisa nerima, kan nggak enak juga. Tapi kami kejar terus supaya mereka siap terima kami sehingga biar ada kepastian deal-nya harganya berapa," ujar Rizal.

Menurutnya, alasan Malaysia belum dapat menerima kunjungan merupakan persoalan internal negara tersebut. Karena itu, Bulog memilih menunggu sambil terus membangun komunikasi agar proses kesepakatan ekspor dapat dipercepat.

 

Tidak Merugikan Petani

Rizal menegaskan bahwa dalam setiap pembahasan ekspor, Bulog berpegang pada arahan Presiden Prabowo Subianto agar harga beras yang disepakati tidak merugikan petani Indonesia. Sebaliknya, ekspor harus mampu memberikan keuntungan yang layak bagi petani sekaligus mendukung kepentingan ekonomi nasional.

Sebelumnya, Bulog mengungkapkan rencana ekspor sebanyak 200 ribu ton beras ke Malaysia masih berada pada tahap negosiasi harga. Untuk mempercepat proses tersebut, Bulog bersama tim dari Kementerian Pertanian berencana melakukan kunjungan ke Sarawak, Malaysia, guna membahas kerja sama perdagangan beras.

Selain Malaysia, pemerintah juga menyiapkan ekspor 10 ribu ton beras ke Singapura. Rencana tersebut telah dibahas dalam pertemuan bilateral antara Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (29/6).

Jika proses negosiasi berjalan lancar, ekspor ke Malaysia dan Singapura diharapkan menjadi langkah awal perluasan pasar beras Indonesia. Selain memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen beras di kawasan, kebijakan ini juga diharapkan dapat membuka peluang pasar baru yang tetap mengedepankan kesejahteraan petani nasional.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6