DSSA Kantongi Rp 794 Miliar dari Pengalihan Saham Treasury

Manajemen Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menyatakan, saham hasil buyback yang telah dialihkan itu telah memperhitungkan stock split.

Diterbitkan 13 Juli 2026, 14:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyampaikan belum melakukan pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali (buyback) hingga akhir semester I-2026. Dengan demikian, tidak ada saham treasury yang dilepas sepanjang periode pelaporan per 30 Juni 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/7/2026), Corporate Secretary DSSA Susan Chandra menjelaskan jumlah saham buyback yang dialihkan selama periode tersebut tercatat nol. Sejalan dengan itu, Perseroan juga tidak membukukan penerimaan dana maupun kerugian yang berasal dari pengalihan saham treasury.

Meski belum ada transaksi pada semester I 2026, secara kumulatif DSSA telah melepas kembali 620.375.000 saham treasury. Dari aksi tersebut, Perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp 794,08 miliar.

Sementara itu, jumlah saham hasil buyback yang masih tersimpan sebagai saham treasury mencapai 37.905.956.750 saham hingga 30 Juni 2026. Susan menjelaskan angka saham treasury yang dilaporkan saat ini telah disesuaikan dengan aksi korporasi pemecahan nilai nominal saham (stock split) yang dilakukan Perseroan pada April 2026 dengan rasio 1:25.

Ia mengatakan jumlah saham hasil buyback yang telah dialihkan dalam laporan tersebut merupakan angka setelah pelaksanaan stock split. Penyesuaian itu membuat jumlah saham treasury meningkat secara administratif tanpa mengubah nilai ekonominya.

“Jumlah saham hasil buyback yang telah dijual/dialihkan sebagaimana tertera pada form pelaporan ini adalah jumlah saham setelah Perseroan melaksanakan pemecahan saham 1:25 pada bulan April 2026," tulis Susan.

Sisa Saham Treasury DSSA

Adapun sebelum stock split, sisa saham treasury DSSA tercatat sebanyak 1.516.238.270 saham. Setelah rasio pemecahan saham 1:25 diterapkan, jumlahnya berubah menjadi 37.905.956.750 saham.

Untuk harga rata-rata pembelian kembali saham tercatat sebesar Rp 4.800 per saham sebelum stock split. Setelah penyesuaian rasio pemecahan saham, nilai tersebut setara dengan Rp 192 per saham. Laporan perkembangan saham hasil buyback tersebut telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui sistem pelaporan elektronik pada 13 Juli 2026. Dokumen itu ditandatangani oleh Direktur DSSA David Fernando Audy dan Daniel Cahya.

 

 

Penutupan IHSG Sesi Pertama 13 Juli 2026

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tips hingga penutupan perdagangan saham sesi pertama, Senin, (13/7/2026). Pergerakan IHSG tersebut terjadi di tengah mayoritas sektor saham tertekan dan dolar Amerika Serikat (AS) kembali sentuh 18.100.

Mengutip data RTI, IHSG sesi pertama ditutup naik 0,11% menjadi 5.930,83. Indeks LQ45 turun 0,07% menjadi 588,84. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 5.974,65 dan level terendah 5.8989,14. Sebanyak 326 saham melemah sehingga bebani IHSG. 266 saham menguat dan 197 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.795.483 kali dengan volume perdagangan saham 14,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 18.130.

Mayoritas sektor saham tertekan. Sektor saham keuangan turun 0,69%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham industri melemah 0,11%, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 0,28%, sektor saham kesehatan merosot 0,31%. Lalu sektor saham properti terpangkas 0,35% dan sektor saham teknologi turun 0,12%.

Sementara itu, sektor saham consumer siklikal naik 1,47%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi mendaki 0,25%, sektor saham basic melompat 0,56%, sektor saham infrastruktur menguat 0,52% dan sektor saham transportasi bertambah 0,10%.

Gerak Saham

Harga saham BRMS ditutup naik 2,97% ke Rp 520 per saham pada sesi pertama. Harga saham BRMS dibuka stagnan di Rp 505 per saham. Harga saham BRMS berada di level tertinggi Rp 535 dan terendah Rp 494 per saham. Total frekuensi perdagangan 16.077 kali dengan volume perdagangan saham 3.047.645 saham. Nilai transaksi Rp 157,9 miliar.

Harga saham EMMI melemah 2,45% menjadi Rp 478 per saham. Harga saham EMMI dibuka turun menjadi Rp 488 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 490 per saham. Saham EMMI berada di level tertinggi Rp 500 dan terendah Rp 472 per saham. Total frekuensi perdagangan 24.356 kali dengan volume perdagangan saham 524.686 saham. Nilai transaksi Rp 25,2 miliar.

Harga saham ANTM turun 1,72% menjadi Rp 2.850 per saham. Saham ANTM dibuka stagnan di Rp 2.900 per saham. Harga saham ANTM berada di level tertinggi Rp 2.900 dan terendah Rp 2.830 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.470 kali dengan volume perdagangan saham 235.415 saham. Nilai transaksi Rp 67,3 miliar.

Harga saham BRIS menguat 0,58% menjadi Rp 1.740 per saham. Harga saham BRIS dibuka naik lima poin menjadi Rp 1.735. Saham BRIS berada di level tertinggi Rp 1.750 dan terendah Rp 1.730 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.430 kali dengan volume perdagangan saham 32.552 saham. Nilai transaksi Rp 5,7 miliar.