Dian Swastatika Ungkap Alasan Akuisisi Bali Media Telekomunikasi

DSSA menjelaskan investasi di PT Bali Media Telekomunikasi dilakukan untuk memanfaatkan prospek pertumbuhan XLSMART pascamerger XL Axiata dan Smartfren.

Diterbitkan 12 Juli 2026, 12:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengungkapkan alasan di balik investasi yang dilakukan pada PT Bali Media Telekomunikasi (BMT). Perseroan menilai langkah tersebut dapat membuka peluang untuk memanfaatkan prospek pertumbuhan XLSMART, perusahaan hasil penggabungan usaha PT XL Axiata Tbk dan PT Smartfren Telecom Tbk.

Penjelasan tersebut disampaikan DSSA dalam tanggapan kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atas permintaan klarifikasi terkait transaksi afiliasi pembelian saham BMT.

Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Minggu (12/7/2026), DSSA menjelaskan investasi di BMT dilakukan karena perusahaan tersebut memiliki kepemilikan saham di XLSMART.

"Perseroan melakukan investasi pada PT Bali Media Telekomunikasi (BMT) untuk memanfaatkan kepemilikan saham BMT di XLSMART," demikian penjelasan manajemen DSSA.

Perseroan menilai terbentuknya XLSMART melalui penggabungan usaha XL Axiata dan Smartfren akan melahirkan perusahaan telekomunikasi dengan skala bisnis yang lebih besar, fundamental usaha yang lebih kuat, serta daya saing yang lebih tinggi di industri.

Menurut DSSA, kondisi tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan nilai investasi perseroan secara berkelanjutan.

 

Potensi Dividen Jangka Panjang

Manajemen DSSA menambahkan, investasi di BMT juga diharapkan mampu memberikan potensi pendapatan dividen dalam jangka menengah hingga panjang.

"Atas dasar pertimbangan tersebut, Perseroan meyakini bahwa investasi pada BMT dapat memberikan kontribusi positif terhadap nilai investasi dan potensi penerimaan dividen bagi Perseroan dalam jangka menengah dan panjang."

DSSA menjelaskan BMT merupakan perusahaan holding yang kegiatan usaha utamanya melakukan penyertaan saham. Saat ini, aset utama BMT adalah kepemilikan saham di XLSMART. Selain investasi tersebut, BMT disebut tidak memiliki penyertaan saham pada entitas lain.

Perseroan juga mengungkapkan bahwa sumber dana untuk mengakuisisi BMT berasal dari kas internal perusahaan. Adapun proses pengambilalihan dilakukan melalui penandatanganan Perjanjian Pemindahan Hak atas Saham pada 29 Juni 2026 dan merupakan satu transaksi yang tidak dilakukan dalam beberapa tahapan.

Sebelumnya, BEI meminta penjelasan tambahan terkait transaksi afiliasi pembelian 11,19 miliar saham BMT senilai sekitar Rp 4 triliun. Dalam klarifikasinya, DSSA juga menegaskan transaksi tersebut tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) karena tidak memenuhi kriteria sebagai transaksi material maupun transaksi benturan kepentingan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).