Saham Raksasa Chip Korea Selatan SK Hynix Melambung di AS

Investor merespons positif pencatatan saham raksasa chip Korea Selatan di Amerika Serikat (AS) yang ditunjukkan kenaikan saham SK Hynix.

Diterbitkan 11 Juli 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Saham SK Hynix menguat 13% pada hari pertama perdagangan di Nasdaq. Lonjakan saham SK Hynix ini dipicu investor Amerika Serikat (AS) yang memanfaatkan kesempatan mendapatkan saham di perusahaan terbesar kedua di Korea Selatan.

Mengutip CNBC, Sabtu (11/7/2026), saham SK Hynix menguat 13% menjadi US$ 168,01. Kode saham SK Hynix yang akan berganti menjadi SKHY mulai Selasa dibuka di US$ 170, dan turun pada sesi perdagangan Jumat pekan ini.

American Depositary Receipt (ADR) perusahaan dihargai US$ 149, mengumpulkan US$ 26,5 miliar atau Rp 479 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.080) untuk rencana ekspansi agresifnya, yang mencakup investasi di pabrik dan peralatan baru.

“Ini seperti mimpi, dan sekarang mimpi itu menjadi kenyataan,” kata Chairman SK Hynix, Chey Tae-won, kepada Kristina Partsinevelos dari CNBC pada Jumat.

SK Hynix hanya kalah dari Samsung dalam hal kapitalisasi pasar di negara asalnya. Seperti pesaingnya yang lebih besar, perusahaan ini memproduksi memori komputer, yang digunakan oleh ponsel dan PC untuk menyimpan data jangka pendek. Daftar pelanggan SK Hynix mencakup beberapa nama terbesar di bidang teknologi, seperti Nvidia dan Apple.

Selama beberapa dekade, memori terpinggirkan di dunia semikonduktor, tetapi ledakan kecerdasan buatan telah mengubahnya menjadi pasar yang berkembang pesat.

Tae-won bertemu dengan pelanggan dan mitra, semua orang mengharapkan lebih banyak chip. Ia mengatakan, bahkan ketika SK Hynix mengumumkan akan menggandakan kapasitas dalam lima tahun, pelanggan mengatakan mereka masih membutuhkan lebih banyak.

"Semua pelanggan saya mengatakan, ‘Yah, itu tidak cukup, dan, yah, kami butuh lebih banyak," kata Tae-won pada Jumat.

 

Valuasi SK Hynix Melonjak

Valuasi SK Hynix telah meningkat lebih dari tujuh kali lipat selama setahun terakhir karena permintaan akan infrastruktur AI telah menyebabkan kekurangan memori komputer dan membuat harga meroket.

SK Hynix adalah pemimpin dalam memori berkinerja tinggi yang digunakan dalam chip AI dari Nvidia, perusahaan paling berharga di dunia. Dibandingkan dengan RAM untuk ponsel atau laptop, chip AI membutuhkan memori bandwidth tinggi, atau HBM, yang dibuat melalui proses kompleks yang melibatkan penumpukan banyak lapisan memori tradisional.

“Permintaan sangat besar, secara eksponensial, jadi saya tidak benar-benar melihat” tanda-tanda bahwa permintaan HBM menyusut, kata Tae-won.

Bertaruh pada booming memori telah terbukti berisiko karena sifat siklus bisnis. Pergeseran teknologi besar seperti kegilaan dot-com, pertumbuhan smartphone, atau transisi dari perangkat lunak yang dikemas ke cloud telah membawa permintaan besar akan memori untuk mendukung perangkat baru. Hal itu sering menyebabkan kelebihan pasokan, diikuti oleh penurunan harga yang drastis.

 

Ekspansi di Korea Selatan

Kekhawatiran ini meluas saat ini mengingat pertumbuhan pesat AI. Namun, Tae-won mengatakan, SK Hynix yakin permintaan memori telah berubah secara permanen dari siklus boom-bust sebelumnya.

“Agen AI, robot AI fisik, sebenarnya membutuhkan banyak chip memori,” kata Tae-won.

Sebagian dari HBM tersebut akan dikemas di AS setelah perusahaan mengumumkan pabrik pengemasan canggih senilai US$ 4 miliar atau Rp 72,3 triliun di Indiana. Namun, sebagian besar ekspansi yang direncanakan SK Hynix selama beberapa tahun mendatang akan berlangsung di Korea Selatan. Itu termasuk sekelompok pabrik fabrikasi chip di Yongin yang akan menelan biaya US$ 390 miliar atau Rp 7.049 triliun.

Pencatatan saham SK Hynix terjadi sekitar sebulan setelah SpaceX milik Elon Musk melakukan penawaran umum perdana terbesar yang pernah tercatat.