Mikel Merino, Supersub Mematikan Spanyol

Mikel Merino kembali menjadi supersub Spanyol dengan gol penentu melawan Portugal dan Belgia

Diterbitkan 11 Juli 2026, 17:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Spanyol kembali menunjukkan mental juara pada Piala Dunia 2026. Di balik keberhasilan La Roja melangkah ke semifinal, ada satu sosok yang terus muncul sebagai pembeda pada momen-momen paling krusial, yakni Mikel Merino.

Gelandang Arsenal tersebut tidak selalu menjadi pilihan utama. Namun, dua penampilan terakhirnya justru membuktikan bahwa peran seorang pemain pengganti bisa sama pentingnya dengan starter ketika pertandingan memasuki fase penentuan.

Merino mencetak gol kemenangan saat Spanyol menyingkirkan Portugal pada babak 16 besar. Ia kemudian mengulangi skenario yang sama ketika La Roja mengalahkan Belgia dengan skor 2-1 di perempat final untuk memastikan tiket menuju semifinal.

Kontribusi itu bukan sekadar menambah koleksi gol pribadi. Kehadiran Merino dari bangku cadangan telah menjadi senjata taktis yang membawa Spanyol kembali menembus semifinal Piala Dunia, pencapaian yang terakhir kali mereka raih pada edisi 2010 sebelum akhirnya menjadi juara dunia.

Mikel Merino, Senjata Rahasia yang Selalu Hadir di Saat Tepat

Hampir setiap tim besar memiliki pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan dalam hitungan menit. Pada Piala Dunia kali ini, Spanyol menemukan sosok tersebut dalam diri Mikel Merino yang berulang kali membuktikan kualitasnya sebagai supersub.

Masuk sebagai pemain pengganti saat menghadapi Portugal, Merino menjadi penentu kemenangan melalui gol pada babak tambahan waktu. Ketika menghadapi Belgia di perempat final, Luis de la Fuente kembali memainkan kartu yang sama dan hasilnya kembali berhasil.

Gol kemenangan ke gawang Belgia memastikan Spanyol menang 2-1 sekaligus melangkah ke semifinal. La Roja kini hanya berjarak satu kemenangan lagi untuk mencapai partai puncak dan akan menghadapi Prancis dalam duel yang juga menghadirkan sorotan terhadap pertemuan Kylian Mbappe dan Lamine Yamal.

Meski perhatian publik banyak tertuju kepada para bintang di lini depan, kontribusi Merino menjadi bukti bahwa keberhasilan sebuah tim tidak hanya ditentukan pemain inti.

Bangkit dari Cedera hingga Menjadi Pahlawan Spanyol

Perjalanan Merino menuju Piala Dunia tidak berlangsung mulus. Pada Januari lalu, ia mengalami cedera langka berupa retak tulang akibat tekanan pada bagian kaki yang bahkan disebut belum pernah ditemui oleh para spesialis.

Cedera tersebut membuat Merino harus menepi cukup lama bersama Arsenal. Situasi itu sempat memunculkan keraguan apakah pemain berusia 30 tahun tersebut mampu pulih tepat waktu untuk masuk dalam skuad Spanyol.

Namun, Merino berhasil membalikkan semua keraguan tersebut. Ia kembali bermain untuk Arsenal sekitar satu bulan sebelum Piala Dunia dimulai, kemudian memperoleh kembali kepercayaan Luis de la Fuente hingga akhirnya menjadi salah satu pemain paling menentukan dalam perjalanan Spanyol menuju semifinal.

"Dia bisa menjadi striker terbaik dan gelandang terbaik karena pemahamannya tentang permainan. Dia menafsirkan permainan dengan sempurna," ucap pelatih Timnas Spanyol, Luis De la Fuente.

Sumber: BBC Sport

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Semifinal Piala Dunia 2026: Ketajaman Prancis Melawan Tembok Kokoh Spanyol

Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan