Tantang Dominasi AS, China Bikin Terobosan Baru Teknologi Roket

China berhasil mendaratkan roket yang dapat digunakan kembali (reusable rocket) untuk pertama kalinya.

Diterbitkan 11 Juli 2026, 18:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - China mencetak tonggak baru dalam program antariksanya setelah berhasil mendaratkan roket yang dapat digunakan kembali (reusable rocket) untuk pertama kalinya pada Jumat. Keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam upaya Negeri Tirai Bambu menekan biaya peluncuran sekaligus memperkuat ambisinya di sektor antariksa.

Pencapaian tersebut juga membuka peluang bagi China untuk menantang dominasi Amerika Serikat dalam teknologi roket yang dapat digunakan kembali, yang selama ini dipimpin oleh SpaceX milik Elon Musk dan Blue Origin milik Jeff Bezos.

Dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (11/7/2026), Badan Antariksa Nasional China (China National Space Administration/CNSA) menyampaikan, roket Long March-10B diluncurkan pada pukul 12.15 waktu setempat dari fasilitas peluncuran di Provinsi Hainan, China selatan.

Roket tersebut berhasil menempatkan sebuah satelit ke orbit sesuai rencana. Setelah misi utama selesai, tahap pertama roket yang berfungsi memberikan daya dorong awal saat peluncuran berhasil dipulihkan menggunakan sistem penangkapan berbasis jaring (net-capture system) di atas platform yang berada di laut.

Televisi pemerintah China, CCTV, menayangkan rekaman udara yang memperlihatkan tahap pertama roket turun secara terkendali sebelum mendarat dengan mulus di atas platform tersebut.

CNSA menyebut keberhasilan itu sebagai pencapaian bersejarah bagi industri antariksa China.

"Misi ini menandai keberhasilan pertama China dalam memulihkan tahap pertama roket pembawa secara terkendali, sekaligus menjadi pemulihan roket berbasis jaring di laut yang pertama di dunia," tulis CNSA dalam keterangannya.

Lembaga tersebut juga menyebut keberhasilan itu sebagai "terobosan besar dalam teknologi roket yang dapat digunakan kembali."

Berbeda dengan roket Falcon 9 milik SpaceX yang menggunakan kaki pendarat, Long March-10B mengandalkan sistem penangkapan menggunakan jaring sehingga tidak memerlukan perangkat pendaratan tambahan.

Pakar teknis dari China Academy of Launch Vehicle Technology, Chen Muye, mengatakan metode tersebut memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan sistem pemulihan yang saat ini banyak digunakan.

"Metode pemulihan berbasis jaring memiliki keunggulan tersendiri. Dibandingkan solusi yang saat ini umum digunakan, sistem ini lebih fleksibel dalam memenuhi kebutuhan pendaratan roket," ujar Chen, seperti dikutip harian Global Times.

 

Roket Dirancang Sekali Pakai

Selama ini sebagian besar roket hanya dirancang untuk sekali pakai. Setelah peluncuran, tahap pertama biasanya jatuh ke laut, terbakar di atmosfer, atau tetap berada di orbit sebagai sampah antariksa. Padahal, tahap pertama merupakan komponen paling mahal dalam sebuah roket.

Menurut Chen, penggunaan sistem penangkapan berbasis jaring membuat struktur roket menjadi lebih sederhana karena tidak perlu dilengkapi kaki pendarat. Hal itu juga mengurangi bobot roket secara keseluruhan.

Dengan bobot yang lebih ringan, roket dapat membawa muatan yang lebih besar sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Kemampuan menggunakan kembali sebagian roket juga diyakini dapat memangkas biaya peluncuran satelit maupun wahana antariksa secara signifikan.

Seri roket Long March-10 sendiri dipersiapkan untuk mendukung misi berawak China ke Bulan pada masa mendatang, yang menjadi salah satu target utama program eksplorasi antariksa negara tersebut.