Bocah China Promosikan Usaha Ibunya, Kisah Harunya Banjir Pujian

Chunchun, bocah 8 tahun yang dengan berani bantu promosikan bisnis daur ulang ibunya.

Diterbitkan 08 Juli 2026, 18:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Seorang bocah berusia delapan tahun di Zhengzhou, Provinsi Henan, China, menjadi perhatian publik setelah aksinya mempromosikan usaha daur ulang milik sang ibu di tengah pertandingan sepak bola universitas viral di media sosial. Keberanian bocah bernama Chunchun itu berhasil mengundang simpati para mahasiswa yang hadir.

Dikutip dari South China Morning Post, Rabu (8/7/2026), Chunchun menghampiri kerumunan mahasiswa yang membawa botol plastik bekas dan memperkenalkan usaha ibunya. Dengan lantang ia menceritakan bahwa sang ibu mengalami luka bakar parah dan kini mencari nafkah dengan mengumpulkan barang daur ulang serta menjual sandal seharga 5 yuan atau sekitar Rp13 ribu. Ia juga mengajak para mahasiswa menyerahkan barang bekas kepada ibunya sebelum mengakhiri ajakannya dengan ucapan terima kasih dan doa untuk pendidikan mereka.

Aksi sederhana itu langsung disambut tepuk tangan. Banyak mahasiswa menyerahkan botol plastik bekas yang mereka bawa, sementara lainnya mengantre membeli sandal dagangan sang ibu. Bahkan, beberapa mahasiswa membeli hingga 10 pasang sandal untuk dibagikan kepada teman-teman mereka.

Di balik kisah tersebut, ibu Chunchun, Chen, memiliki perjalanan hidup yang tidak mudah. Mantan pembawa acara televisi itu membesarkan putranya seorang diri setelah bercerai. Lima tahun lalu, ia mengalami ledakan yang menyebabkan sekitar 45 persen tubuhnya mengalami luka bakar serius, mengakibatkan cacat permanen dan kehilangan beberapa jari. Musibah itu menghabiskan seluruh tabungannya hingga ia terpaksa menjual rumah dan mobil.

Meski menghadapi keterbatasan, Chen berusaha bangkit dengan menjalani rehabilitasi dan mempelajari berbagai keterampilan baru, seperti merangkai bunga. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia kemudian membangun usaha daur ulang dan berjualan di pinggir jalan. Awalnya ia menjual air minum di dekat sekolah putranya sebelum beralih menjual sandal.

Sepulang sekolah, Chunchun rutin membantu ibunya dengan mengajak teman-temannya membeli dagangan, menata barang, hingga mengangkat kardus berisi barang daur ulang. Meski sangat menyukai sepak bola, bocah itu tidak pernah meminta mengikuti latihan karena memahami kondisi ekonomi keluarganya. Sang ibu kemudian mengajaknya menonton pertandingan sepak bola sebagai hadiah kecil. Tanpa diduga, kunjungan tersebut justru membawa berkah bagi usaha mereka setelah aksi Chunchun viral dan menuai dukungan luas dari masyarakat.

Kini, Chen dan putranya telah pindah ke Hangzhou untuk mempelajari keterampilan merangkai bunga dengan harapan dapat membuka usaha baru dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.  Â