Liputan6.com, Jakarta Bayangkan sebuah poster kecil di mading sekolah bertuliskan "Piceun runtah kana tempatna!" Dalam tiga kata, pesan itu langsung terasa dekat, hangat, dan menempel di ingatan warga Jawa Barat. Di situlah kekuatan iklan layanan masyarakat berbahasa Sunda.
Bahasa Sunda adalah bahasa daerah dengan penutur terbanyak kedua di Indonesia setelah bahasa Jawa. Berdasarkan data worlddata.info, jumlah penutur asli bahasa Sunda mencapai sekitar 44,8 juta orang, atau kira-kira 15 persen populasi negeri ini. Dengan modal secarik kertas dan satu ide, siapa pun bisa ikut menghidupkan bahasa itu lewat pesan sosial.
Kenapa Iklan Layanan Masyarakat Bahasa Sunda Layak Dicoba
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290844/original/015555600_1783496638-Gemini_Generated_Image_se10osse10osse10__1_.jpg)
Minat pada konten berbahasa daerah sedang naik. Muatan lokal bahasa Sunda diajarkan di sekolah-sekolah Jawa Barat dan Banten, sementara di media sosial, konten bernuansa Sunda kerap viral karena logatnya yang khas dan menghangatkan.
Membuat iklan layanan masyarakat (ILM) berbahasa Sunda melatih tiga hal sekaligus: menulis ringkas, berpikir kreatif, dan mengasah kepekaan sosial. Bonusnya, kemampuan menyusun kalimat bahasa Sunda dan artinya ikut terlatih tanpa terasa seperti belajar.
Kenapa sekarang momen yang tepat? Karena tugas sekolah tentang ILM selalu muncul tiap semester, aplikasi desain gratis makin mudah dipakai, dan pelestarian bahasa daerah jadi isu yang relevan. Modalnya pun kecil, cocok untuk siapa saja yang ingin mulai dari nol. Untuk memperkaya diksi, tak ada salahnya menambah kosakata bahasa Sunda sehari-hari lebih dulu.
Advertisement
Manfaat Membuat Iklan Layanan Masyarakat Berbahasa Sunda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290845/original/000082100_1783496639-Gemini_Generated_Image_njgpt2njgpt2njgp.jpg)
Secara kognitif, merangkai pesan sosial memaksa otak memilih kata paling padat. Kamu belajar membuang kalimat bertele-tele dan menonjolkan inti, keterampilan yang berguna untuk menulis apa pun.
Secara budaya, ILM berbahasa Sunda ikut menjaga identitas. Merujuk Ethnologue, bahasa Sunda tergolong bahasa pribumi yang stabil dan masih diajarkan sebagai mata pelajaran di sejumlah sekolah, tetapi pemakaiannya di kota besar perlahan tergerus bahasa Indonesia dan Inggris. Karya kecil seperti poster ikut merawatnya.
Ada pula manfaat sosial dan pendidikan karakter. Nilai gotong royong khas Sunda seperti someah hade ka semah (ramah kepada tamu) dan handap asor (rendah hati) bisa dititipkan dalam pesan. Nilai-nilai ini juga hidup dalam kata-kata bijak bahasa Sunda yang sarat makna dan inspirasi kearifan lokal Sunda yang bisa jadi sumber ide.
Â
Panduan Lengkap Membuat Iklan Layanan Masyarakat Bahasa Sunda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3204659/original/019961000_1597073128-mateus-campos-felipe-sztWS6R3UlA-unsplash.jpg)
Kenali dulu apa itu ILM dan syaratnya
Sebagaimana dikutip dari artikel ilmiah Perancangan Iklan Layanan Masyarakat TVRI Jawa Timur (2013), iklan layanan masyarakat adalah jenis iklan nonkomersial yang dibuat kelompok atau pemerintah untuk tujuan sosial. Berbeda dari iklan dagang, ILM tidak menjual produk, melainkan mengajak berubah ke arah lebih baik.
Bahasanya wajib memenuhi beberapa syarat: singkat, bisa dipahami sekali baca, menarik, dan berbentuk ajakan atau imbauan (wawaran). Isinya harus bersih dari unsur komersial, politik, dan SARA agar layak untuk semua lapisan masyarakat.
Langkah 1: Kunci satu pesan utama
Jangan menjejalkan banyak pesan dalam satu iklan. Dilansir dari Purdue University Global, "Pesan iklan layanan masyarakat tidak harus rumit; justru pesan yang jelas dan ringkas lebih mungkin memengaruhi audiens yang dituju."
Langkah 2: Kenali audiensmu
Pesan untuk anak SD berbeda dengan pesan untuk pengendara motor. Tentukan siapa yang ingin kamu gerakkan, lalu pilih nada, gambar, dan diksi yang pas untuk mereka.
Cara menarik perhatian juga harus dipilih hati-hati. Dikutip dari GovTech, "Anda bisa memakai efek visual, respons emosional, humor, atau kejutan untuk menarik audiens sasaran. Namun berhati-hatilah menggunakan taktik menakut-nakuti."
Langkah 3: Buat pengait yang menyentuh
Baris pembuka menentukan apakah orang berhenti membaca atau lewat begitu saja. Sentuh sisi rasa lebih dulu. Dikutip dari Community Tool Box, University of Kansas, "Orang bertindak karena alasan emosional. Mereka mungkin merasionalisasi tindakannya dengan logika, tetapi yang menggerakkan mereka adalah emosi."
Langkah 4: Tulis dengan bahasa Sunda sehari-hari
Untuk pesan publik, gunakan basa lemes (halus) agar sopan, tetapi tetap membumi. Ingat, bahasa Sunda punya tingkatan tutur (undak-usuk basa): lemes untuk menghormati, loma untuk akrab. Pilih yang sesuai audiens.
Soal gaya kalimat, prinsipnya universal. Dikutip dari Oregon State University, "Gunakan kalimat pendek dan bersemangat dalam bahasa sehari-hari." Hindari istilah rumit yang membuat pembaca berhenti berpikir.
Langkah 5: Sisipkan ajakan bertindak
Tutup dengan satu perintah jelas: buang sampah di sini, cuci tangan sebelum makan, matikan lampu di siang hari. Ajakan yang konkret jauh lebih mudah diikuti daripada imbauan mengambang.
Langkah 6: Cek fakta dan etika
Pastikan data benar (misalnya klaim tentang bahaya rokok), ejaan Sunda tepat, dan tidak menyinggung golongan mana pun. Poster yang jujur dan sopan lebih dipercaya sekaligus lebih layak dibagikan.
8 Contoh Iklan Layanan Masyarakat Bahasa Sunda dan Artinya
Berikut delapan contoh siap pakai beragam tema, lengkap dengan terjemahannya. Silakan modifikasi sesuai kebutuhan tugas atau kampanyemu:
- Lingkungan: "Piceun runtah kana tempatna!" (Buang sampah pada tempatnya!)
- Hemat energi: "Hayu ngamimitian ngahemat listrik ti diri urang sorangan." (Mari mulai menghemat listrik dari diri sendiri.)
- Kebersihan dan kesehatan: "Umbah leungeun ku cai beresih jeung sabun saacan tuang." (Cuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum makan.)
- Bahaya rokok: "Pareuman roko saacan roko maehan maneh." (Matikan rokok sebelum rokok mematikanmu.)
- Bahaya narkoba: "Dunya karasa endah tanpa narkoba, salametkeun kulawarga." (Dunia terasa indah tanpa narkoba, selamatkan keluarga.)
- Pendidikan: "Maca buku ningkatkeun pangaweruh urang." (Membaca buku meningkatkan pengetahuan kita.)
- Ketertiban dan taat pajak: "Patuh mayar pajeg, sangkan bisa ngawangun nagara." (Patuh membayar pajak, agar bisa membangun negara.)
- Melestarikan budaya: "Sing bangga make basa Sunda, sabab basa teh ciciren bangsa." (Banggalah memakai bahasa Sunda, sebab bahasa adalah jati diri bangsa.)
Butuh pilihan lebih beragam? Kamu bisa mengembangkan diksi dari kumpulan kata-kata kebersihan lingkungan dan kata-kata poster lingkungan, lalu menerjemahkannya ke bahasa Sunda.
Timeline realistis untuk pemula
Minggu 1: berhasil membuat 3-5 kalimat ILM pendek berbahasa Sunda. Bulan 1: mampu menyusun poster sederhana bergambar di kertas atau Canva. Bulan 3: punya beberapa desain untuk berbagai tema dan berani mengunggahnya. Bulan 6: bisa membuat video ILM pendek berdurasi 30 detik dengan naskah rapi.
Kesalahan umum yang harus dihindari
- Memaksakan terlalu banyak pesan dalam satu poster sehingga inti kabur.
- Mencampur tingkat tutur (lemes dan kasar) sehingga terkesan tidak sopan.
- Menyalin kalimat bahasa Indonesia mentah-mentah tanpa memeriksa ejaan Sunda.
- Melupakan ajakan bertindak, sehingga pembaca tahu masalahnya tapi bingung harus apa.
Advertisement
Mengembangkan Karya: dari Poster ke Konten Digital
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290846/original/097365200_1783496639-Gemini_Generated_Image_se10osse10osse10.jpg)
Setelah lancar menulis, naikkan level secara bertahap. Mulai dari kalimat, lalu poster berdesain di Canva, kemudian video 15-30 detik dengan narasi Sunda. Semakin naik level, dampaknya pun makin luas.
Publikasikan di tempat yang tepat: mading sekolah, grup WhatsApp RT, feed Instagram, hingga TikTok. Konten budaya lokal punya ceruk penonton setia, apalagi jika dibalut humor khas seperti kata Sunda lucu atau pantun Sunda (sisindiran) yang menghibur sekaligus menyampaikan pesan.
Bagi yang ingin penghasilan tambahan, keterampilan ini bisa berbuah kecil-kecilan: menerima jasa desain poster imbauan untuk sekolah atau kantor desa, atau menjadi kreator konten edukasi budaya Sunda. Tetap realistis, hasilnya bertumbuh seiring jam terbang dan portofolio. Kuncinya konsistensi, bukan modal besar.
Perlu diingat, ILM adalah karya bertanggung jawab. Jaga agar pesanmu bebas dari muatan komersial terselubung, politik, dan hal yang menyinggung kelompok tertentu. Untuk versi ramah anak, ajak si kecil menggambar poster cuci tangan atau buang sampah, sebuah kegiatan keluarga yang mendidik. Kamu juga bisa berkaca dari contoh iklan layanan masyarakat yang kreatif dan unik sebagai pembanding gaya.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Iklan Layanan Masyarakat Bahasa Sunda
Apa itu iklan layanan masyarakat bahasa Sunda?
Iklan layanan masyarakat bahasa Sunda adalah pesan sosial nonkomersial yang ditulis dalam bahasa Sunda untuk membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap suatu isu, misalnya kebersihan, kesehatan, atau pendidikan. Tujuannya mengajak berubah ke arah lebih baik, bukan menjual produk, dan biasanya dikemas singkat dalam bentuk imbauan atau ajakan.
Apa saja syarat membuat iklan layanan masyarakat yang baik?
Syarat utamanya adalah singkat, mudah dipahami sekali baca, menarik, dan menggunakan kalimat ajakan atau perintah. Isinya harus jujur, bermanfaat untuk umum, serta bebas dari unsur komersial, politik, dan SARA agar layak diterima semua lapisan masyarakat.
Apa contoh iklan layanan masyarakat bahasa Sunda tentang lingkungan?
Contoh yang paling umum adalah "Piceun runtah kana tempatna!" yang berarti "Buang sampah pada tempatnya!" Contoh lain adalah "Hayu urang ngajaga kabersihan lingkungan!" yang berarti "Mari kita jaga kebersihan lingkungan!" Kalimat pendek seperti ini efektif karena mudah diingat dan langsung mengajak bertindak.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4146753/original/028527300_1662354830-cek_fakta_sepeda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568076/original/025738900_1777349129-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-28T110443.057.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290480/original/063078400_1783482944-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-08T105431.346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288231/original/036920900_1783308101-cBiEEjHgiedTi741EsOCHaAPwoUY0N0z5DUjyeUN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535217/original/018346300_1773960601-FIFA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290421/original/027818600_1783480531-Argentina_s_Enzo_Fernandez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287274/original/048570500_1783206951-pra3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290534/original/015072300_1783484497-Switzerland_goalkeeper_Gregor_Kobel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290498/original/086362400_1783483404-Egypt_s_Mohamed_Salah__10__and_Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290385/original/086691300_1783478548-Egypt_s_Mostafa_Zico__11__and_Egypt_s_Haissem_Hassan__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290384/original/064848900_1783478396-Argentina_s_Lionel_Messi_celebrates.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8306243/original/097675000_1782171964-000_B7XN2AD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312895/original/060240200_1782180154-000_B7XU3W8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259229/original/005106400_1781492480-AP26165671114272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288987/original/029872300_1783373948-000_B9FD7P2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9239374/original/090253400_1783130844-7b796649-ed0c-42d4-a391-17e9fb23b8e4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291145/original/036061900_1783506141-Menara_Galon_Vertikal_Bertumpuk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290912/original/070969800_1783498848-Screenshot_2026-07-08_151824.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290830/original/020578500_1783496270-733719ee-8812-471e-ae1d-86481f6858db.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291118/original/014921800_1783505302-10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7182657/original/038964600_1779978568-5.jpg)