Trump Setuju Lanjutkan Negosiasi dengan Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bersedia melanjutkan perundingan dengan Iran.

Diterbitkan 11 Juli 2026, 08:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Dubai - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat, menyatakan bersedia melanjutkan perundingan dengan Iran, meski kembali menegaskan bahwa gencatan senjata antara kedua negara yang telah lama bermusuhan itu sudah tidak lagi berlaku.

Dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (11/7/2026), hingga saat ini belum ada perundingan langsung antara Amerika Serikat dan Iran sejak bulan lalu. Namun, media Iran melaporkan bahwa delegasi dari Qatar, yang berperan sebagai mediator, telah berada di Teheran setelah kedua pihak kembali saling melancarkan serangan sepanjang pekan ini.

Perkembangan tersebut terjadi hanya sekitar tiga pekan setelah Washington dan Teheran menandatangani sebuah nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang ditujukan untuk mengubah gencatan senjata selama beberapa bulan menjadi perdamaian yang lebih permanen. Namun, baku tembak selama dua hari pada pekan ini kembali memunculkan kekhawatiran akan pecahnya perang regional berskala penuh.

"Republik Islam Iran meminta kami untuk melanjutkan pembicaraan. Kami telah menyetujuinya. Namun, Amerika Serikat telah menyampaikan kepada mereka dengan sangat jelas bahwa gencatan senjata telah BERAKHIR!" tulis Trump melalui platform media sosial Truth Social.

Sebelumnya, dalam KTT NATO pekan ini, Trump juga telah menyatakan bahwa gencatan senjata sudah berakhir. Saat itu ia mengatakan bahwa berurusan dengan Teheran hanyalah "membuang-buang waktu."

Sejak penandatanganan nota kesepahaman, delegasi Amerika Serikat dan Iran telah menggelar satu putaran pembicaraan langsung di Swiss serta melakukan perundingan tidak langsung di Qatar. Namun hingga kini belum terlihat adanya kemajuan berarti dalam proses diplomasi tersebut.

 

Iran Tegaskan Tak Akan Menyerah

Pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan terbaru Trump. Namun, negosiator utama Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, melalui akun Telegram resminya menegaskan bahwa perang tidak akan berakhir dengan menyerahnya Teheran.

Menurutnya, Republik Islam Iran siap melakukan "pertahanan total" apabila Amerika Serikat mengingkari nota kesepahaman yang disepakati kedua negara bulan lalu.

Kesepakatan sementara tersebut sebelumnya diharapkan menjadi jalan menuju berakhirnya konflik yang kini telah memasuki bulan kelima. Konflik itu telah menewaskan ribuan orang, mengganggu pasokan energi dunia, serta meningkatkan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global.

Sementara itu, seorang sumber yang mengetahui perkembangan perundingan mengatakan kepada Reuters bahwa para mediator Qatar bertemu dengan pejabat Iran pada Jumat untuk membahas upaya meredakan ketegangan, termasuk mengenai pelayaran di Selat Hormuz.

Di sisi lain, Kantor Berita Resmi Iran (IRNA) melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan bertolak ke Oman pada Sabtu bersama delegasi pemerintah untuk membahas hubungan bilateral serta perkembangan situasi kawasan, khususnya kondisi di Selat Hormuz.Â